Search

Indeks Kepuasan Masyarakat

Tahun 2026

1. Indeks Kepuasan Masyarakat - Januari 2026
2. Indeks Kepuasan Masyarakat - Februari 2026
3. Indeks Kepuasan Masyarakat - Maret 2026
4. Indeks Kepuasan Masyarakat - April 2026
5. Indeks Kepuasan Masyarakat - Mei 2026
6. Indeks Kepuasan Masyarakat - Juni 2026
7. Indeks Kepuasan Masyarakat - Juli 2026
8. Indeks Kepuasan Masyarakat - Agustus 2026
9. Indeks Kepuasan Masyarakat - September 2026
10. Indeks Kepuasan Masyarakat - Oktober 2026
11. Indeks Kepuasan Masyarakat - November 2026
12. Indeks Kepuasan Masyarakat - Desember 2026

Wamenkes dan Wamendagri Kunjungi Layanan Tuberkulosis di RS Adam Malik

Medan, 21 Juli 2026 – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Dr. Akhmad Wiyagus, SIK, M.Si, MM kunjungi RS Adam Malik, Rabu (21/7/2026). Kunjungan ini dalam rangka meninjau layanan tuberkulosis (TB) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), termasuk di RS Adam Malik. Wamenkes dr. Benjamin dan Wamendagri Dr. Akhmad didampingi Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, S.p.JP(K) mengawali kunjungan dengan berkeliling meninjau perkembangan layanan di RS Adam Malik. Di antaranya mengecek fasilitas laboratorium terpadu RS Adam Malik yang dilengkapi laboratorium mikrobiologi klinik untuk mendukung pemeriksaan tuberkulosis dalam membantu penegakan diagnosis TB. “Kami datang ke sini memang tujuannya untuk pemberantasan TB. Tentu kita juga melihat fasilitas (layanan TB) di RS Adam Malik,” ucap Wamenkes dr. Benjamin. “Kami menyusun strategi pemberantasan TB nasional, tetapi harus dibantu sama wali kota, dibantu sama camat, kepala desa, dan lurah. Kemenkes akan melakukan pemeriksaan. Contohnya di Sumut, dilakukan tracing (pelacakan) di 3.640 lokasi tahun ini,” sambungnya memberikan arahan. Sementara itu, dr. Zainal menegaskan komitmen RS Adam Malik dalam mendukung program nasional eliminasi TB dengan menyediakan layanan TB secara komprehensif. RS vertikal Kementerian Kesehatan RI ini turut membantu pemeriksaan TB dengan menerima kiriman sampel dugaan TB dari berbagai RS lain untuk diperiksa di laboratorium mikrobiologi klinik. Selain tentunya RS Adam Malik pun telah menyiapkan layanan pengobatan TB yang lengkap. “RS Adam Malik sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera bagian utara terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam layanan TB. Saat ini, RS Adam Malik memiliki Poliklinik TB DOTS, MDR TB, dan layanan rawat inap khusus TB, serta dukungan ruang tekanan negatif yang dulu untuk kasus Covid-19, sekarang kita gunakan sebagai ICU infeksi dan TB,” jelas dr. Zainal dalam sambutannya. Kehadiran Wamenkes dr. Benjamin dan Wamendagri Dr. Akhmad di RS Adam Malik ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat penanganan dan pengendalian TB sebagai salah satu program prioritas nasional bidang kesehatan, yaitu eliminasi TB di Indonesia. Saat ini, Kemenkes RI menjalankan strategi pemberantasan TB secara nasional melalui tracing di setiap daerah berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Dalam kunjungan ini, turut hadir Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas beserta jajaran, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, serta para pimpinan UPT Kemenkes RI di wilayah Sumut. Rombongan Wamenkes dr. Benjamin dan Wamendagri Dr. Akhmad sendiri selanjutnya juga akan berkunjung ke sejumlah fasilitas kesehatan lainnya di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Samosir, dan Kabupaten Toba. (humas/ayu/ade/*) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

Read More »

Kemenkes RI Bersama RS Adam Malik dan FK USU Kolaborasi Berantas Perundungan

Medan, 15 Juli 2026 – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama RS Adam Malik dan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) terus mendorong kolaborasi dalam memberantas perundungan terhadap peserta didik di rumah sakit. Ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kemenkes RI dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS dalam Monitoring dan Evaluasi Rumah Sakit Pendidikan di RS Adam Malik, Rabu (15/7/2026). Dalam kesempatan ini, Dirjen Keslan dr. Azhar menegaskan pentingnya kemitraan antara RS Adam Malik sebagai Rumah Sakit Pendidikan dengan FK USU selaku penyelenggara pendidikan. Kolaborasi yang kuat diharapkan dapat mendorong upaya pencegahan dan penanganan perundungan terhadap peserta didik selama menjalani pendidikan di rumah sakit. “Kemitraan antara RS Adam Malik dan FK USU diharapkan bisa berjalan dengan baik untuk menghasilkan dokter-dokter terbaik. Proses yang ada di sini sangat penting,” ucap Dirjen Keslan dr. Azhar dalam arahannya dalam pertemuan di Aula Gedung Administrasi RS Adam Malik itu. Lebih lanjut disampaikannya, Kemenkes RI telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mencegah kasus perundungan, sekaligus memberikan efek jera terhadap pelaku perundungan. “Kemenkes sangat menolak yang namanya perundungan. Saat ini, kami telah pencatatan terhadap setiap tindakan pelaku kekerasan dan perundungan secara terintegrasi. Dengan sistem ini, kita bisa melacak setiap pelaku perundungan dan kekerasan, dan ke depannya tidak akan dikeluarkan Surat Izin Praktik (SIP) selama kurun waktu tertentu,” tegas Dirjen Keslan dr. Azhar. Sementara itu, Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K) menyatakan komitmen RS Adam Malik untuk mencegah terjadinya kasus perundungan. “Dalam perkuliahan, ada materi tentang tidak boleh perundungan. Bahkan, di area rumah sakit juga ada banyak banner untuk informasi pelaporan perundungan. Namun itu tetap terjadi, karena mereka tidak dekat dengan kita (dokter senior). Jadi harus kita perbaiki bersama-sama,” jelasnya. Dalam pertemuan ini, Dirjen Keslan dr. Azhar juga sempat berdialog dengan para peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang menjalani pendidikan di RS Adam Malik. Turut hadir pula Dekan FK USU Dr. dr. Muara Panusunan Lubis, M.Ked(OG), Sp.O.G, Subsp.K.Fm, Inspektur Investigasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Albertus Agus Windarto, SE, MM, CFrA, serta Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MHKes. (humas/ade/*) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

Read More »

RS Adam Malik Perkuat Layanan Paru dengan Alat EBUS untuk Diagnostik Penyakit

Medan, 10 Juli 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik terus memperkuat layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi medis modern. Salah satunya adalah Endobronchial Ultrasound (EBUS), yang menggabungkan alat bronkoskopi dengan teknologi ultrasonografi (USG). Dengan teknologi baru ini, prosedur pencitraan diagnostik pada saluran pernapasan dan sekitarnya, termasuk paru-paru, bisa dilakukan secara menyeluruh dan lebih detail. Dijelaskan dokter spesialis paru RS Adam Malik, dr. Netty Yosefhin Damanik, Sp.P, FISR, EBUS merupakan teknologi bronkoskopi yang dilengkapi dengan ultrasound, sehingga memungkinkan untuk melihat struktur saluran pernapasan secara lebih detail, sekaligus melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan di lokasi yang lebih sulit. Dengan begitu, proses diagnosis penyakit terkait saluran pernapasan dapat dilakukan dengan tingkat akurasi lebih dari 90 persen. “Ini alat khusus yang berbeda dengan alat bronkoskopi biasa. Di ujung scope alat bronkoskopi ini ada ultrasound untuk mendeteksi pembesaran KGB (kelenjar getah bening) di balik dinding mukosa bronkus. Kemudian, juga dapat mendeteksi massa di balik dinding mukosa percabangan bronkus. Nilai dari akurasi alat ini di atas 90 persen menurut referensi, karena dapat membiopsi pembesaran KGB ataupun massa yang tidak terlihat di percabangan bronkus,” terang dr. Netty. Kehadiran alat kesehatan canggih ini pun menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas diagnosis dan penanganan berbagai penyakit paru dan saluran pernapasan, seperti pembesaran kelenjar getah bening dan tumor paru. Apalagi, alat kesehatan ini juga dilengkapi dengan USG Doppler yang mampu memberikan gambaran pembuluh darah secara tepat, sehingga dapat meminimalisir risiko terjadinya perdarahan saat melakukan tindakan medis pada pasien. “Di sini ada dilengkapi juga dengan USG Doppler untuk mendeteksi view (gambaran) dari pembuluh darah, sehingga potensi terjadinya perdarahaan atau bleeding sangat kecil. Karena kita tidak membiopsi secara blind (tanpa alat bantu), tapi kita dapat membiopsi target yang kita tuju, yaitu massa atau pembesaran KGB, tanpa mengenai pembuluh darah. Itulah makanya disebutkan bahwa tingkat keamanan dari terjadinya perdarahan atau bleeding sangat kecil,” lanjut dr. Netty. Dengan fungsi dan kemampuannya tersebut, EBUS ini pun dapat dimanfaatkan untuk menegakkan diagnosa yang lebih tepat pada pasien-pasien yang terindikasi mengalami tumor paru, dan juga tumor mediastinum atau pertumbuhan sel abnormal dalam rongga antara paru-paru. “EBUS ini digunakan untuk pasien-pasien yang terdiagnosa secara CT-Scan atau pemeriksaan radiologi, (kemungkinan) tumor paru, tumor mediastinum,” tambah dr. Netty. Pemanfaatan EBUS ini diharapkan dapat mendukung penanganan berbagai penyakit sistem pernapasan dan paru secara lebih efektif, dengan prosedur minimal invasif atau tanpa operasi bedah terbuka. Inovasi layanan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dari RS Adam Malik dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera bagian utara, RS Adam Malik terus menegaskan komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang modern, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien, dengan dukungan teknologi medis terkini. Salah satunya adalah EBUS yang diketahui merupakan satu-satunya di Sumatera Utara. (humas/ayu/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

Read More »