Hari Ini, RSUP HAM Mulai Lakukan Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua

Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) melakukan vaksinasi COVID-19 tahap kedua bagi tenaga kesehatan (nakes) mulai hari ini, Selasa (02/02/2021). Seperti pada pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap pertama, vaksinasi tahap kedua ini juga digelar di Gedung Paviliun, Instalasi Pelayanan Eksekutif RSUP HAM. Sesuai dengan jadwal, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua pada hari pertama ini diikuti oleh 64 nakes yang sebelumnya telah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 tahap pertama pada tanggal 19 Januari 2021 lalu. Berdasarkan prosedurnya, vaksin COVID-19 tahap kedua sendiri disuntikkan setelah 14 hari mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 tahap pertama. Pada pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap kedua di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini, terlihat Kepala Instalasi Pusat Jantung Terpadu RSUP HAM dr Anggia C Lubis SpJP(K) menjalani penyuntikan vaksin COVID-19 tahap kedua. Dia sendiri merupakan nakes ketiga yang menerima suntikan vaksin COVID-19 tahap pertama di RSUP HAM. Sementara itu, vaksinasi COVID-19 tahap pertama di RSUP HAM telah dilaksanakan sampai tanggal 31 Januari 2021 dengan diikuti sebanyak 2.304 nakes. Selain pegawai, sejumlah dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) dan dokter coass yang sedang menempuh pendidikan kedokteran di rumah sakit terakreditasi Joint Commission International ini, serta sejumlah nakes dari luar juga turut menerima vaksin COVID-19 periode ini. Direktur Utama RSUP HAM dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) pun memberikan apresiasi kepada Tim Vaksinasi COVID-19 RSUP HAM dan seluruh nakes yang telah membantu menyukseskan program vaksinasi COVID-19 ini. “Terima kasih saya ucapkan kepada tim vaksinasi dan semua staf yang sudah mengikuti vaksinasi,” ungkap dr Zainal usai menerima suntikan vaksin COVID-19 tahap pertama, Sabtu (30/01/2021). (humas/ade)
RSUP HAM Kembali Rawat Jenazah Pasien Tanpa Identitas dan Keluarga

Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) kembali merawat satu jenazah pasien berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi tanpa identitas dan informasi keluarganya. Jenazah pasien ini sudah dipulasara oleh petugas pemulasaraan dan disimpan di ruangan Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah RSUP HAM. Namun, hingga saat ini tidak ada pihak keluarga yang menjemput agar jenazah bisa segera dikebumikan. “Pasien ini masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada tanggal 26 Januari 2021 pukul 23.01 WIB malam, dan sempat mendapatkan penanganan dari bagian penyakit dalam. Namun, karena pasien terus mengalami penurunan kesadaran dan komplikasi beberapa penyakit, dokter tidak bisa lagi menyelamatkannya hingga dinyatakan meninggal pada tanggal 27 Januari 2021 pukul 15.50 WIB sore,” jelas Kepala Sub Bagian Hukum, Organisasi dan Humas RSUP HAM Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIKom, Selasa (02/02/2021). Berdasarkan data pendaftaran, hanya diketahui bahwa pasien mengaku bernama Erik, berusia sekitar 40 tahun, namun tanpa alamat yang jelas dan tidak memiliki informasi keluarga yang bisa dihubungi. Oleh karena itu, pihak rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini tidak bisa melakukan upaya penelusuran untuk menghubungi keluarga dari pasien tersebut. Rosario pun berharap ada pihak keluarga atau masyarakat yang mengenal pasien bisa mengetahui kondisinya melalui pemberitaan ini. “Kami berharap jika ada masyarakat yang merasa kehilangan atau mengenal pasien ini, bisa datang ke RSUP HAM, agar jenazah bisa diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan sebagaimana mestinya,” harap Rosario. Lebih jelas disampaikannya, pihak keluarga atau masyarakat yang mengenal pasien tersebut dapat menghubungi Sub Bagian Hukum, Organisasi dan Humas RSUP HAM melalui nomor telepon 061-8364581 ext. 164. Selain itu, bisa juga dengan datang langsung ke lokasi rumah sakit terakreditasi Joint Commission International ini di Jalan Bunga Lau No. 17 Medan Tuntungan, Kota Medan. (humas/ade)
RSUP HAM Sudah Lakukan Vaksinasi COVID-19 Bagi 1.053 Nakes

Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) sudah berhasil melakukan vaksinasi COVID-19 kepada 1.053 tenaga kesehatan (nakes) hingga hari keenam pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ini, pada Minggu, 24 Januari 2021 kemarin. Direktur Utama RSUP HAM dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) pun memberikan apresiasi kepada para nakes yang telah turut membantu menyukseskan program vaksinasi COVID-19 di RSUP HAM ini. “Terima kasih saya ucapkan buat seluruh staf yang terlibat di program vaksinasi RSUP HAM, mulai dari para direksi sampai cleaning service dan satpam,” kata dr Zainal memberikan keterangan terkait capaian program vaksinasi COVID-19 di RSUP HAM, Senin (25/01/2021). Dijelaskannya lebih lanjut, capaian ini pun juga mendapatkan apresiasi dari Kemenkes RI, karena sudah mampu melakukan vaksinasi COVID-19 mencapai 1.000 nakes. “Capaian kita diapresiasi oleh Kemenkes RI. Hanya 2 (dua) rumah sakit yang capaiannya sudah sampai 1.000 lebih,” ucap dr Zainal lagi menambahkan keterangannya. Secara total, nakes yang sudah melakukan registrasi vaksinasi COVID-19 di RSUP HAM mencapai 1.476 orang. Berdasarkan data awal, ada 1.719 nakes di RSUP HAM yang akan mendapat vaksinasi COVID-19 tahap pertama, dari jumlah pegawai 2.314 orang. Namun, dari jumlah tersebut, sebagian nakes harus ditunda pemberian vaksinasi dan sebagian lainnya tidak bisa diberikan vaksinasi dengan sejumlah alasan, terutama kondisi kesehatan. Sementara itu, mulai hari ini, Senin (25/01/2021), pelaksanaan vaksinasi COVID-19 ini pun dilanjutkan bagi para dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) yang bertugas di RSUP HAM. Berdasarkan data awal, total sebanyak 915 orang dokter PPDS yang akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 di RSUP HAM. Sebelumnya, RSUP HAM sendiri sudah menerima vaksin sebanyak 2.311 vial yang didistribusikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Program vaksinasi COVID-19 bagi para nakes di rumah sakit terakreditasi Joint Commission International ini dimulai sejak Selasa (19/01/2021) lalu. (humas/ade)
660 Nakes Telah Divaksin Hingga Hari Ke-4 Vaksinasi COVID-19 di RSUP HAM

Medan – Sebanyak 660 tenaga kesehatan (nakes) telah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 hingga hari keempat pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM), Jumat (22/01/2021). Ketua Tim Vaksinasi COVID-19 RSUP HAM dr Zuhrial Zubir SpPD K-AI menyampaikan bahwa para nakes tampak antusias untuk menjalani vaksinasi COVID-19 tersebut. “Sampai hari ini antusiasnya masih cukup kuat. Sehingga kita harapkan pada akhir, pada hari Minggu (24/01/2021) nanti bisa paling tidak 70 persen lebih dari nakes RSUP HAM dapat kita vaksinasi,” ungkap dr Zuhrial memberikan keterangan. Secara total, nakes yang sudah melakukan registrasi untuk vaksinasi COVID-19 di RSUP HAM mencapai 1.109 orang. Namun, sebanyak 405 orang harus ditunda pemberian vaksinasi dan 32 orang tidak bisa diberikan vaksinasi dengan sejumlah alasan, terutama kondisi kesehatan. Berdasarkan target awal, ada 1.719 nakes di RSUP HAM yang akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 pada tahap pertama, dari jumlah pegawai sebanyak 2.314 orang. Rumah sakit terakreditasi Joint Commission International ini sendiri sudah menerima vaksin sebanyak 2.311 vial yang didistribusikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Stok vaksin ini juga digunakan untuk beberapa nakes dari fasilitas pelayanan kesehatan lainnya di Kota Medan yang akan mendapatkan vaksin di RSUP HAM. “Sudah diidentifikasi sekitar 19 nakes dari luar RSUP HAM sudah divaksinasi di tempat kita,” kata dr Zuhrial lagi. Sementara itu, terkait kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), dr Zuhrial mengatakan sempat terjadi pada beberapa orang penerima vaksin COVID-19 ini. Namun, kasus KIPI ini masih dalam batasan wajar seperti pada imunisasi lainnya. “KIPI memang ada, tapi persentasenya sepertinya kurang dari 1 persen. Sampai kemarin itu ada yang alergi, gatal-gatal ada dua orang, kemudian ada yang lemas, kebas, dan ada yang tensinya naik,” jelasnya lagi. Program vaksinasi COVID-19 bagi para nakes di RSUP HAM ini sendiri dimulai sejak Selasa (19/01/2021) dan dibuka langsung oleh Direktur Utama RSUP HAM dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) bersama jajaran direksi. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 ini masih akan berlanjut hingga Minggu (24/01/2021) mendatang. Sementara proses vaksinasi kedua bagi mereka yang sudah divaksin dijadwalkan sekitar awal bulan Februari 2021 mendatang, sesuai dengan ketentuan medis, yaitu 14 hari setelah mendapatkan vaksin yang pertama. (humas/ade)
Gubernur Sumut Kunjungi Bayi Kembar Siam Adam dan Aris di RSUP HAM

Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengunjungi bayi kembar siam Adam dan Aris yang baru saja berhasil menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM), Jumat (22/01/2021). Direktur Utama RSUP HAM dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) bersama jajaran direksi dan tim dokter langsung mendampingi rombongan saat meninjau ke ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di Instalasi Rawat Inap Intensif, tempat kedua bayi tersebut dirawat. Pada kesempatan itu, Edy bercerita sebelumnya dia juga sempat mengunjungi bayi Adam dan Aris, tidak lama setelah keduanya lahir di RSUP H Adam Malik pada tanggal 9 Desember 2019 lalu. Ketika itu, kedua bayi ini masih mengalami perlengketan pada bagian perut dan dadanya. Bahkan, saat itu Edy pun sempat menggendong Adam dan Aris. “Waktu belum dipisah, saya melihat dan saya gendong. Alhamdulillah, sekarang sudah terpisah. Kita terus berdoa mudah-mudahan tidak ada masalah. Secara medis, tadi saya tanyakan tidak ada masalah. Kita butuh doa semuanya, semoga Adam dan Aris sehat sampai nanti besar,” ucap Edy menyampaikan harapannya. Edy pun juga sempat bertemu dan berbincang dengan orangtua dari Adam dan Aris, Supono (32 tahun) dan Nur Rahmawati (26 tahun), yang berasal dari Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu. “Kapan ibu tahu anaknya kembar?” tanya Edy pula. Dia pun berpesan kepada keduanya untuk terus berdoa, agar bayi mereka selalu sehat dan tumbuh dengan baik seperti anak-anak lainnya. Sementara itu, Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP HAM dr Rizky Adriansyah MKed(Ped) SpA(K) yang turut menyambut rombongan Gubernur Sumut menyampaikan bahwa kedua bayi dalam kondisi stabil meskipun masih dalam pemantauan ketat dari tim dokter selama 3 x 24 jam pasca operasi pemisahan. “Kondisinya stabil, namun masih dalam perawatan medis. Sejauh ini tidak ada kendala medis,” jelasnya. Seperti diketahui, bayi kembar siam Adam dan Aris menjalani operasi pemisahan pada Rabu (20/01/2021). Tim dokter yang diketuai oleh Prof dr Guslihan Dasa Tjipta SpA(K), dengan melibatkan sekitar 50 orang tenaga medis yang terdiri dari beberapa dokter sub spesialis ini melakukan operasi hampir 10 jam dari pukul 08.00 WIB, hingga keduanya berhasil dipisahkan sekitar pukul 17.40 WIB. Setelahnya, tim dokter juga masih melakukan operasi bedah plastik hingga malam hari untuk menutup luka bekas operasi pemisahan keduanya. Keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam Adam dan Aris ini sendiri merupakan yang keempat kalinya di RSUP HAM. Sebelumnya, tim dokter dari rumah sakit terakreditasi Joint Commission International ini sudah berhasil memisahkan bayi kembar siam Mariana-Mariani asal Aceh Timur pada tahun 2005, Sahira-Fahira dari Asahan pada tahun 2017, dan Adam-Malik dari Tapanuli Utara pada tahun 2019. (humas/ade)