Wakil Menteri Kesehatan RI Kunjungi Layanan Eksekutif RSUP HAM

Medan – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof dr Dante Saksono Harbuwono SpPD-KEMD PhD datang berkunjung ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM), Rabu (7/2/2024). Direktur Utama RSUP HAM dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) bersama jajaran direksi dan manajemen turut mendampingi dr Dante ketika mengunjungi pelayanan kesehatan di Instalasi Pelayanan Eksekutif, Gedung Paviliun RSUP HAM. Dalam kunjungan ini, dr Dante yang didampingi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dr Andi Saguni MA itu hadir ke sejumlah ruang pelayanan eksekutif di Gedung Paviliun. Di antaranya, layanan Medical Check-Up (MCU), Poliklinik Eksekutif, hingga ruang rawat inap VVIP dan VIP yang berada di gedung tersebut. Dr Dante berharap RSUP HAM bisa terus mengembangkan layanan eksekutif yang diperuntukkan bagi pasien non-JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) ini untuk menghadapi persaingan dengan rumah sakit swasta. Meski begitu, dia mengingatkan bahwa program ini dilakukan tanpa melupakan peningkatan kualitas layanan bagi pasien JKN atau BPJS. “(Layanan) BPJS-nya kualitasnya naik, ruang VIP juga sama kayak rumah sakit swasta. Sehingga akhirnya bisa memperoleh rumah sakit yang maju, bagus, dan diminati oleh masyarakat,” ungkap dr Dante. Ini sendiri sesuai dengan Inisiatif Transformasi Rumah Sakit Vertikal, yaitu salah satunya adalah Inisiatif Peningkatan Layanan Non-JKN. Seperti diketahui, pada Inisiatif Peningkatan Layanan Non JKN, seluruh rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan RI diharapkan memiliki layanan poliklinik eksekutif yang kompetitif dengan rumah sakit swasta. Sehingga, ini akan menjadi revenue center bagi rumah sakit yang selaras dengan peningkatan pendapatan untuk pengembangan rumah sakit. Dalam kesempatan yang sama, dr Dante juga sempat berbincang dengan sejumlah pasien yang dirawat di Gedung Paviliun RSUP HAM dan para tenaga kesehatan yang bertugas di ruang pelayanan tersebut. “Mudah-mudahan cepat sembuh, cepat sehat ya, Pak,” ucap dokter spesialis penyakit dalam itu ketika berbinjang dengan salah seorang pasien. Kunjungan dr Dante ini berlangsung selama sekitar satu jam. Selain jajaran manajemen RSUP HAM, turut hadir pula para pimpinan dari Unit Pelaksana Teknis Kemenkes RI yang berada di Kota Medan. Selanjutnya, dr Dante beranjak ke lokasi lain untuk mewakili Menkes RI dalam kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo di Sumatera Utara pekan ini. (humas/ade)
Transformasi Layanan Rujukan, RSUP HAM Dorong RS Daerah Mampu Layani Kasus Aneurisma Otak

Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) terus mendorong setiap rumah sakit (RS) daerah agar mampu melayani kasus aneurisma otak. Direktur Utama RSUP HAM dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K) menyebut ini bisa diwujudkan melalui program pengampuan layanan prioritas dalam transformasi layanan rujukan secara nasional. RSUP HAM sendiri telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai rumah sakit pengampu regional di wilayah Provinsi Sumatera Utara, serta sebagian Aceh, Riau dan Kepulauan Riau. Program pengampuan layanan rujukan ini dilakukan untuk 10 penyakit prioritas, termasuk stroke, yang merupakan salah satu penyakit yang disebabkan pecah aneurisma otak. “Kita menargetkan tahun 2024 ini, beberapa rumah sakit di area pengampuan RSUP HAM untuk layanan stroke, yaitu Sumut dan Aceh dapat ikut tumbuh bersama, sehingga layanan aneurisma otak dapat dikerjakan di RS lain,” kata dr Zainal pada Selasa (6/2/2024). Dia berharap program ini dapat membantu masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang jauh lebih merata. Sejauh ini, RSUP HAM sudah melayani kasus aneurisma otak secara rutin untuk penanganan stroke, baik dengan metode clipping (operasi buka tempurung kepala) atau coiling (kateterisasi melalui paha). Sepanjang tahun 2023, Kelompok Staf Medis (KSM) Bedah Saraf RSUP HAM melakukan 29 operasi aneurisma otak, yaitu 21 operasi clipping dan delapan operasi coiling. Menurut salah satu dokter spesialis bedah saraf RSUP HAM, dr Muhammad Ari Irsyad MKed SpBS, jumlah kasus tersebut di luar dugaan. “Awalnya Kemenkes RI menargetkan sekitar 10 operasi dalam setahun untuk RS ini, baik operasi metode clipping maupun coiling. Namun, kenyataannya jumlah kasus yang datang cukup banyak,” ungkap dr Ari. Makanya, dr Ari meyakini kasus aneurisma otak di daerah sebenarnya masih jauh lebih banyak dan butuh penanganan segera. Untuk penanganan aneurisma otak dengan operasi coiling, RSUP HAM sendiri baru bisa melakukannya untuk pertama kali pada tahun 2023, yang dikerjakan oleh dr Ari. Dengan begitu, layanan aneurisma otak di RSUP HAM kini menjadi lebih lengkap. (KSM Bedah Saraf/humas/ade)
RSUP HAM Lakukan Operasi Transplantasi Ginjal Pasien Keenam

Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) kembali melakukan operasi transplantasi ginjal, Senin (5/2/2024). Ini merupakan pasien keenam yang menjalani operasi cangkok ginjal di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di wilayah Sumatera Utara ini, sekaligus menjadi pasien yang pertama di tahun 2024. Pasien laki-laki berusia 36 tahun ini berasal dari Berastagi, Kabupaten Karo, dan diketahui sudah menjalani terapi cuci darah atau hemodialisis selama lebih setahun sejak September 2022. Operasi transplantasi ginjal ini dilakukan di ruang Kamar Bedah Emergency (KBE) Gedung Instalasi Gawat Darurat RSUP HAM mulai pukul 07.30 WIB. Operasi transplantasi ginjal ini dilakukan oleh Tim Transplantasi Ginjal RSUP HAM di bawah pendampingan dari Tim Transplantasi Ginjal RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sebagai rumah sakit pengampu nasional layanan uronefrologi. Tim Transplantasi Ginjal RSUP HAM diketuai oleh dr Alwi Thamrin Nasution SpPD-KGH. Sedangkan Tim Transplantasi Ginjal dari RSCM Jakarta beranggotakan sebanyak lima dokter spesialis. Yaitu, Dr dr Maruhum Bonar SpPD-KGH, Prof Dr dr Nur Rasyid SpU (K), dr Arry Rodjani SpU (K), dr Besthadi Sukmono SpAn-KAR, dan dr Sahat Matondang SpRad (K). Sebelumnya, RSUP HAM melakukan operasi transplantasi ginjal terakhir kali pada 4 Desember 2023, setelah sempat vakum selama pandemi Covid-19. Saat ini, pasien perempuan berusia 31 tahun asal Kabupaten Simalungun itu sudah menjalani rawat jalan. Kedepannya, RSUP HAM berharap bisa melakukan operasi transplantasi ginjal secara mandiri. Transplantasi ginjal sendiri ditargetkan menjadi salah satu layanan tetap di rumah sakit kelas A ini dan berjalan secara terjadwal bagi para penderita gagal ginjal. (humas/ade)
RSUP HAM Jadi Pilot Project Pengembangan Robotic Telesurgery di Indonesia Wilayah Barat

Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) dipercaya sebagai salah satu pilot project untuk pengembangan teknologi Robotic Telesurgery di Indonesia wilayah barat. Hal ini ditandai dengan penandatanganan MoU Robotic Telesurgery Center di RSUP HAM hasil kerja sama Indonesia-Iran, yang dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh manajemen RSUP HAM dari Medan pada Sabtu (30/12/2023). “Pengembangan Robotic Telesurgery Center di Indonesia menjadi salah satu kolaborasi yang bermanfaat antara ilmuwan, ahli bedah, dan profesional medis lainnya, serta industri di bidang ilmu pengetahuan, keterampilan, dan transfer teknologi antara kedua negara, Indonesia dan Iran,” ucap Menteri Kesehatan RI Ir Budi Gunadi Sadikin CHFC CLU yang hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman ini secara daring dari Jakarta. Sementara itu, Direktur Utama RSUP HAM dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K) menyampaikan terima kasih atas kesempatan dalam pengembangan teknologi kesehatan canggih ini. “Kita berharap dengan teknologi Robotic Telesurgery ini maka akan dapat memberikan pelayanan bedah kepada semua masyarakat hingga di daerah-daerah terpencil dengan kualitas yang sama baiknya dengan di kota-kota besar,” ungkap dr Zainal. Robotic Telesurgery ini merupakan pembedahan yang dilakukan dengan menggabungkan teknologi robotik dan telesurgery (bedah jarak jauh). Untuk pengembangannya di Indonesia, para dokter akan mendapatkan pelatihan agar mampu mengendalikan robot sebagai simulator dalam teknologi Robotic Telesurgery ini. Dengan adanya teknologi ini diharapkan bisa memperkuat transformasi kesehatan layanan rujukan di seluruh wilayah Indonesia. Acara penandatanganan MoU ini sendiri dibuka dengan laporan dari Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian kesehatan RI dr Azhar Jaya SKM MARS. Diketahui, selain RSUP HAM, pembentukan Robotic Telesurgery Center ini juga dilakukan di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. Sebelumnya, RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung dan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta sudah lebih dulu menjajal teknologi ini. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU, di mana RSUP HAM diwakili Direktur Utama dr Zainal. Sedang Pemerintah Iran diwakili Deputy for International Affairs of Vice Presidency for Science, Technology and Knowledge-based Economy Dr Amir Hosein Mirabadi, dan disaksikan Vice President for Science, Technology and Knowledge-based Economy HE Dr Rouhollah Dehghani Firouzabadi yang hadir secara daring. Selain itu, kerja sama ini juga melibatkan institusi pendidikan di Indonesia, dalam hal ini Universitas Sumatera Utara dan Universitas Hasanuddin dengan Tehran University of Medical Science dari Iran. Ke depannya, teknologi Robotic Telesurgery ini diharapkan juga bisa dikembangkan dalam dunia pendidikan medis di Tanah Air. (humas/ade)
Sambut Libur Nataru 2024, RSUP HAM Tetap Siaga 24 Jam

Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) akan tetap siaga selama 24 jam dalam menyambut libur dan cuti bersama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Manajemen rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini telah menyiapkan jadwal pelayanan agar tetap bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat sepanjang libur akhir tahun 2023 ini. “RSUP HAM tetap melayani pasien melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kami telah menyiapkan dokter spesialis on site (bertugas di tempat) setiap hari selama libur Natal dan Tahun Baru 2024. Selain itu, sebagian dokter spesialis lainnya juga siap bertugas melalui on-call (panggilan),” jelas Manajer Hukum dan Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIKom dalam keterangan tertulis pada Jumat (22/12/2023). Selain dokter spesialis, RSUP HAM juga telah menyiagakan tenaga kesehatan lainnya, termasuk dokter umum, perawat dan tenaga penunjang sesuai jadwal tugas masing-masing. Kemudian, rumah sakit Tipe A ini pun sudah menyiapkan obat-obatan dan segala kebutuhan lainnya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan pasien selama libur Panjang Nataru 2024 yang jatuh pada dua minggu ke depan. Tak hanya itu, layanan Poliklinik Metadon dan Haemodialisa juga tetap dibuka sesuai dengan jadwal biasa. Begitu pula dengan layanan One Day Care (ODC) untuk pasien kemoterapi dan thalassemia juga tetap tersedia, namun hanya untuk pasien yang sudah dijadwalkan. Sedangkan semua layanan poliklinik di Instalasi Rawat Jalan (IRJ), Poliklinik Jantung di Pusat Jantung Terpadu (PJT) dan Poliklinik Eksekutif akan tutup selama libur. Sementara itu, untuk layanan rujukan pasien dari rumah sakit lain bisa dirujuk ke RSUP HAM melalui aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) dan Call Center WA 081254494677 selama 24 jam. Sedangkan untuk rujukan pasien kegawatan jantung, dapat menghubungi Call Center 081210003133, baik melalui panggilan telepon atau pesan WhatsApp. Semua layanan RSUP HAM akan kembali normal setelah libur Nataru 2024. (humas/ade)