RS Adam Malik Sesuaikan Jadwal Pelayanan Selama Bulan Ramadan

Medan, 28 Februari 2025 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik menyesuaikan jadwal pelayanan selama bulan puasa Ramadan 1446 H pada tahun 2025 ini. Perubahan jadwal pelayanan ini mengikuti penyesuaian jam kerja yang berlaku selama bulan puasa setiap tahunnya. Pada tahun ini, penyesuaian jadwal pelayanan akan berlaku mulai Senin, tanggal 3 Maret 2025 mendatang. Manajer Hukum dan Humas RS Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIKom menegaskan penyesuaian jadwal ini tidak akan mengganggu pelayanan di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI tersebut. “RS Adam Malik akan tetap melakukan pelayanan seperti biasa, tapi dengan sedikit penyesuaian waktu selama bulan Ramadan ini, terutama dalam pelayanan Instalasi Rawat Jalan (IRJ),” jelasnya. Selama bulan Ramadhan, pelayanan poliklinik Rawat Jalan akan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Pelayanan akan berlangsung sampai pukul 15.00 WIB pada hari Senin-Kamis, dan sampai pukul 15.30 WIB pada hari Jumat. Sedangkan pendaftaran pasien dibuka pukul 07.30 – 14.00 WIB setiap hari. Untuk pendaftaran, dapat dilakukan secara online melalui aplikasi RegOnline RSUPHAM dengan perangkat Android, satu hari sebelumnya. Terkait dengan penyesuaian jadwal pelayanan tersebut, juga berlaku untuk layanan lain, seperti pemeriksaan penunjang. Sedangkan layanan tertentu yang sudah dijadwalkan untuk setiap pasien akan tetap mengikuti jadwalnya. “Begitu pula dengan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat akan tetap berjalan seperti biasa selama 24 jam setiap hari,” kata Rosa menambahkan. Dilanjutkannya, untuk layanan rujukan pasien dari rumah sakit lain juga tetap melalui aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) dan Call Center WA 081254494677 selama 24 jam. Sedangkan untuk rujukan pasien kegawatan jantung, dapat menghubungi Call Center 081210003133, baik melalui panggilan telepon atau pesan WhatsApp. Seperti diketahui, umat Muslim akan segera menunaikan ibadah puasa Ramadan 1446 H pada awal Maret 2025. Pada kesempatan ini, manajemen RS Adam Malik juga tak lupa mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada umat Muslim. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.
Dokter dan Perawat RS Adam Malik Peringati Hari Kanker Anak Bersama Pasien

Medan, 14 Februari 2025 – Para dokter dan perawat Rumah Sakit (RS) Adam Malik memperingati Hari Kanker Anak Sedunia bersama pasien di selasar Gedung Central Medical Unit (CMU) RS Adam Malik, Jumat (14/2/2025). Kegiatan ini dibuat untuk menghibur para pasien kanker anak dan keluarganya yang sedang menjalani perawatan di RS Adam Malik, dalam rangka International Childhood Cancer Day atau Hari Kanker Anak Sedunia setiap tanggal 15 Februari. “Ini merupakan dukungan kepada anak-anak dan keluarganya. Harapan sembuh akan selalu ada, obat-obatan juga terus berkembang, agar anak-anak bisa sehat kembali dan menjalani aktivitas seperti anak-anak lainnya,” ungkap Direktur Utama RS Adam Malik dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K) dalam sambutannya ketika membuka acara tersebut. Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran Rumah Sakit (PKPRS) RS Adam Malik bekerja sama dengan Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM) menggelar acara tersebut dengan suasana riang gembira. Lebih dari 30 anak yang sedang menjalani pengobatan berbagai jenis kanker di RSUP HAM tampak sejenak melupakan bebannya. Beragam hiburan menyemarakkan acara untuk menyenangkan anak-anak tersebut bersama keluarganya. Beberapa anak para penyintas kanker turut hadir dengan balutan pakaian adat tradisional dan mempersembahkan penampilan untuk menghibur para pasien kanker anak. Selain itu, juga ada penyematan selempang untuk para pasien kanker anak yang sudah berhasil bertahan menghadapi penyakitnya, serta pemberian bingkisan kepada anak-anak yang masih berjuang menjalani pengobatan di RS Adam Malik. Pada kesempatan itu, dr Zainal juga menegaskan RS Adam Malik akan terus meningkatkan pelayanan, termasuk layanan kanker, dengan dukungan dari semua pihak, salah satunya YOAM yang selama ini terus mendampingi para pasien kanker anak. Dia juga mengabarkan rencana pembangunan Gedung Pusat Onkologi Terpadu yang saat ini sedang berlangsung, di mana nantinya akan menjadi pusat layanan kanker di RS Adam Malik. Acara peringatan Hari Kanker Anak Sedunia ini sendiri dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang pola hidup sehat pada anak penderita kanker, yang disampaikan oleh dokter spesialis onkologi anak RS Adam Malik, Prof dr Bidasari Lubis SpA(K). Kemudian, salah satu orang tua dari pasien kanker anak juga tampil berbagi cerita tentang perjuangan anaknya dan keluarga dalam menghadapi penyakit kanker yang diderita. Dalam acara tersebut, turut hadir pula Pembina YOAM Halimah Hutagalung, Penasehat YOAM Prof dr Guslihan Dasa Tjipta SpA(K), Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara dr Rizky Adriansyah MKed(Ped) SpA(K), Ketua Kelompok Staf Medik (KSM) Anak RS Adam Malik dr Tiangsa Br Sembiring SpA(K), dan para tamu undangan lainnya. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik
RS Adam Malik Raih 4 Penghargaan dari Kemenkes RI untuk Kinerja 2024

Medan, 3 Februari 2025 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik berhasil meraih empat penghargaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk capaian kinerja tahun 2024. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Penganugerahan RS Kemenkes Awards pada acara Refleksi Kegiatan 2024 dan Resolusi 2025 RS Kemenkes Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi RS Kemenkes Indonesia (ARSKI) di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (1/2/2025). “Alhamdulillah RS Adam Malik mendapatkan 4 penghargaan. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh staf, karena ini merupakan prestasi yang luar biasa. Ini adalah penghargaan tertinggi dari Kemenkes,” ucap Direktur Utama RS Adam Malik dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K) saat memberikan keterangan pada Senin (3/2/2025). Dijelaskannya, salah satu penghargaan diberikan atas pencapaian RS Adam Malik dalam layanan transplantasi ginjal pada program pengampuan uronefrologi. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas keberhasilan layanan transplantasi ginjal secara mandiri pada bulan Mei 2024, setelah menjalani pengampuan sejak tahun 2017. “Ada 6 RS vertikal yang sudah mandiri juga tahun lalu. Terima kasih kepada tim atas prestasi kerja yang sangat baik,” kata dr Zainal. Kemudian, RS Adam Malik juga mendapatkan penghargaan sebagai RS Kemenkes dengan peningkatan pendapatan lebih dari 20 persen year-on-year (dibandingkan dengan tahun sebelumnya). “Artinya, pendapatan RS ini tumbuh lebih dari 20 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Kita mencatatkan pertumbuhan 24 persen. Hanya lima dari 39 RS vertikal yang pertumbuhannya lebih dari 20 persen,” ungkap dr Zainal lagi. Selanjutnya, RS Adam Malik jadi peringkat dua terbaik dalam waktu pelayanan rawat jalan pada kategori RS Kemenkes dengan lebih 200 tempat tidur. Disampaikan dr Zainal, saat ini layanan rawat jalan bisa melayani pasien hanya dalam waktu dua jam, jika tanpa pemeriksaan penunjang. Sedangkan yang terakhir adalah peringkat dua terbaik sebagai RS Pendidikan Utama, di mana RS Adam Malik merupakan RS pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Tidak hanya itu, dr Zainal juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan RS Adam Malik dalam menciptakan inovasi yang telah diakui oleh Kemenkes. Ada lima inovasi yang telah mendapatkan pengakuan dari Kemenkes, di antaranya aplikasi e-kinerja untuk penilaian kinerja staf secara daring, dan aplikasi check-in boarding untuk memudahkan pasien dalam pendaftaran rawat jalan. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik
RS Adam Malik Bangun Gedung Pusat Onkologi Terpadu untuk Layanan Kanker

Medan, 16 Januari 2025 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik resmi memulai pembangunan Pusat Onkologi Terpadu, Kamis (16/01/2025). Gedung setinggi delapan lantai ini nanti akan menjadi pusat layanan kanker di wilayah Sumatera bagian utara. Peletakan batu pertama (groundbreaking) ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof dr Dante Saksono Harbuwono SpPD-KEMD PhD didampingi Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr Drs Agus Fatoni MSi dan Direktur Utama RS Adam Malik dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K). Wamenkes Prof Dante mengatakan pelayanan kanker merupakan salah satu hal penting dalam pelayanan kesehatan, mulai dari deteksi dini yang akurat sampai pengobatan yang paripurna. “Hari ini kita mengambil langkah penting untuk mewujudkannya. Groundbreaking Gedung Onkologi RS Adam Malik ini tidak hanya menandai awal pembangunan sebuah proyek konstruksi, melainkan juga sedang kita letakkan fondasi sesuatu yang lebih besar, fondasi harapan dan penyembuhan bagi pasien kanker di Sumut dan sekitarnya,” ungkapnya. Disampaikannya, Pusat Onkologi Terpadu RS Adam Malik ini nantinya akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas canggih. Salah satunya adalah PET Scan, yang sampai saat ini baru hanya ada di empat rumah sakit di seluruh Indonesia. “Di Pulau Sumatera ini belum ada PET Scan, salah satu pemeriksaan yang penting untuk mendeteksi adanya penyebaran kanker, dan nanti akan ada setelah Pusat Onkologi RS Adam Malik ini berdiri. Nanti di wilayah Sumatera, yang pertama kali akan ada PET Scan adalah di RS Adam Malik,” jelas Wamenkes Prof Dante. Ditambahkannya lagi, pembangunan Pusat Onkologi Terpadu RS Adam Malik ini merupakan perwujudan dari filosofi Batak, marsiadapari, yaitu budaya saling membantu atau gotong royong. “Dengan dukungan dari IsDB (Islamic Development Bank), kita sekarang diberdayakan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Melalui semangat dan filosofi marsiadapari atau gotong royong, bersama-sama kita dapat mewujudkan dan menciptakan fasilitas, di mana setiap pasien RS Adam Malik menerima perawatan kanker terbaik kelas dunia,” ujar Wamenkes Prof Dante. Pj Gubernur Sumut sendiri menyampaikan terima kasih atas pembangunan Gedung Pusat Onkologi Terpadu RS Adam Malik ini, yang diharapkan akan membantu peningkatan kesehatan masyarakat Sumut dan sekitarnya, terutama dalam layanan kanker. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada RS Adam Malik yang terus memberikan peningkatan kapasitas kepada rumah sakit daerah. Tentunya ini akan terus meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat, sehingga masyarakat kita akan berobat di dalam negeri,” katanya pula. Sementara itu, Direktur Utama RS Adam Malik dr Zainal menyampaikan Gedung Pusat Onkologi Terpadu ini nanti akan memiliki kapasitas rawat inap 200 tempat tidur, dengan dilengkapi tiga kamar operasi, dan berbagai alat kesehatan berteknologi canggih, seperti SPECT CT, Gamma Camera, Linac, Brachytherapy, hingga PET Scan. “Dengan adanya gedung ini, nantinya pelayanan kanker di RS Adam Malik akan terintegrasi, dan kemudian juga dapat menghasilkan penelitian-penelitian yang berguna untuk pengobatan kanker,” pungkas dr Zainal. Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama penelitian kolaboratif onkologi antara RS Adam Malik, RS Mohammad Hoesin Palembang, RS Soeradji Tirtonegoro Klaten, dan RS Kandou Manado. Dalam acara ini, turut hadir pula Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution, Operation Team Leader RHI IsDB Mr Fatih Turkmen, para pimpinan tinggi madya dan pratama Kementerian Kesehatan RI, dan undangan lainnya. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.
Pertama di RS Adam Malik, Operasi Koarktasio Aorta pada Kasus Jantung Anak Bawaan

Medan, 12 Desember 2024 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik kembali mencatatkan sejarah baru dalam pelayanan kesehatan. Rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ini sukses melakukan salah satu operasi sulit pada kasus jantung anak bawaan, yaitu Repair Coarctation of the Aorta (CoA) atau perbaikan koarktasio aorta. Operasi ini merupakan pertama kali di RS Adam Malik, dan telah berhasil dilakukan pada tanggal 14 November 2024 lalu. Operasi bedah jantung anak ini dipandu oleh dr Hashfi Fauzan Raz SpBTKV, dokter spesialis bedah jantung anak, bersama dr Heru Kurniawan MKed(An) SpAn-KAKV, dokter spesialis anestesi konsultan jantung, serta dibantu tim medis lainnya. Pasiennya merupakan seorang balita berusia 22 bulan asal Aceh, yang menjalani prosedur perbaikan koarktasio aorta ini selama hampir tiga jam di kamar operasi Pusat Jantung Terpadu (PJT) RS Adam Malik. “Koarktasio aorta itu sebuah penyakit jantung yang tidak terlalu umum, sehingga kita jarang melakukannya (operasi). Apalagi angka kesulitan operasinya lebih tinggi. Tapi sekarang kita sudah bisa melakukan tindakan perbaikan kelainan koarktasio aorta ini, yang merupakan tindakan pertama dilakukan di RS Adam Malik,” kata dr Hashfi memberikan keterangan belum lama ini. Lebih lanjut dijelaskannya, koarktasio aorta merupakan penyakit jantung bawaan, di mana terdapat penyumbatan pada aorta jantung atau pembuluh darah utama. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan kerusakan pada jantung, hingga gagal jantung. “Sehingga kita lakukan operasi untuk membuang sumbatannya, dan kita sambungkan kembali. Ini dapat mencegah gagal jantung dan kematian pada usia muda,” jelas dr Hashfi. Ditambahkan oleh dr Heru, mereka bersyukur telah berhasil melakukan operasi sulit ini. “Alhamdulillah kita bisa melakukannya untuk yang pertama kali. Dari segi anestesi, ada beberapa tantangan yang kita hadapi selama operasi. Begitu juga setelah operasi, kita menghadapi beberapa tantangan pasca-operasi yang butuh koordinasi dengan dokter-dokter lain, seperti dokter spesialis anak konsultan jantung dan intensive care,” tutur dr Heru pula. Sementara itu, orang tua pasien menyampaikan terima kasih kepada tim medis RS Adam Malik yang telah membantu penanganan penyakit anaknya. “Kami tahunya (penyakit jantung anak ini) dari lahir sebenarnya, karena dokter curiga, berat badannya kok kecil. Sampai umur tiga bulan, dirujuk ke RS Adam Malik, kami pakai BPJS Kesehatan, dan akhirnya disarankan untuk bedah jantung. Harapannya, anak kami bisa sehat seperti anak lain,” ungkap Nuri Asrida, ibu dari pasien. Sepekan setelah operasi, pasien yang merupakan anak kedua dari saudara kembar itu sudah diperbolehkan pulang oleh dokter dan menjalani rawat jalan. Dr Hashfi pun berharap keberhasilan operasi jantung anak bawaan ini bisa meningkatkan pelayanan kesehatan di Sumatera Utara dan sekitarnya. Apalagi, seperti dilansir oleh Kemenkes RI, saat ini RS Adam Malik menjadi satu-satunya RS di Pulau Sumatera yang sudah mampu melakukan operasi bedah jantung anak. “Saat ini kita sudah dapat melakukan operasi jantung pada kelainan-kelainan jantung bawaan dengan kesulitan dan kompleksitas yang tinggi, salah satunya adalah koarktasio aorta ini. Bukan hanya koarktasio aorta yang bisa kita lakukan, tapi banyak kelainan-kelainan jantung lain. Sehingga dapat memudahkan masyarakat di Sumatera Utara khususnya, dan di Pulau Sumatera pada umumnya, karena tidak perlu lagi dirujuk ke Jakarta,” pungkas dr Hashfi. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.