Search

Humas RS Adam Malik

RS Adam Malik Raih Sertifikasi Internasional Advanced Stroke Centre dari WSO

Medan, 18 Juni 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik berhasil mendapatkan pengakuan internasional dalam bidang layanan stroke. Rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI di wilayah Sumatera bagian utara ini baru saja sukses meraih sertifikasi sebagai Advanced Stroke Centre dari World Stroke Organization (WSO), yang merupakan organisasi kesehatan internasional yang berfokus pada penanganan stroke di seluruh dunia. “Sertifikasi internasional ini menunjukkan komitmen RS Adam Malik untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, termasuk dalam penanganan stroke. Terima kasih kepada seluruh tim medis dan staf atas kerja kerasnya,” ucap Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K) memberikan keterangan pada Kamis (18/6/2026). Lebih lanjut dijelaskan oleh Dr. dr. Iskandar Nasution, Sp.S(K), FINS dari Tim Layanan Stroke RS Adam Malik, sertifikasi dari WSO ini menyatakan bahwa penanganan stroke di RS Adam Malik sudah terakreditasi secara internasional. “Sebagai advanced stroke centre, RS Adam Malik sudah paripurna dalam penanganan stroke. Kita termasuk yang terdepan dalam mendapatkan sertifikat akreditasi ini, RS vertikal kedua setelah RS Pusat Otak Nasional (PON) Jakarta,” katanya. Disampaikan oleh dr. Iskandar, penanganan stroke di RS Adam Malik sekarang sudah dilakukan secara komprehensif. Berbagai tindakan dalam penanganan stroke sudah mampu dilaksanakan di rumah sakit Kelas A ini, seperti trombolisis hingga trombektomi pada kasus-kasus stroke iskemik akibat pembuluh darah tersumbat. Kemudian, juga melakukan coiling dan clipping untuk penanganan stroke hemoragik atau perdarahan akibat pecah pembuluh darah. “Kita memiliki SDM yang kompeten dengan dukungan fasilitas yang lengkap. Untuk pemeriksaan penunjang ada CT Scan, MRI, sampai TCCD (Transcranial Color-Coded Doppler) untuk imaging (pencitraan) pembuluh darah. Fasilitas ruangan, kita punya ruangan Stroke Unit yang layak, dan juga ruang kateterisasi cathlab biplane terbaru. Untuk restorasi (fase rehabilitasi), sudah ada terapi dengan alat TMS (Transcranial Magnetic Stimulation),” lanjut dr. Iskandar. Selain itu, RS Adam Malik juga berhasil mendapat penghargaan internasional Diamond Status dalam WSO Angels Awards Q1 2026 dari organisasi yang sama. Capaian ini meningkat dari Platinum Status yang diraih pada tahun 2025. Penghargaan ini sendiri diberikan kepada rumah sakit yang memiliki mutu tinggi dalam pelayanan dan penanganan stroke sesuai standar global, di antaranya kecepatan penanganan, pemeriksaan yang lengkap, dan perawatan berkelanjutan. Sementara itu, layanan stroke dan bedah saraf yang tergabung dalam bidang neurosains saat ini sudah menjadi salah satu dari tiga layanan unggulan di RS Adam Malik, bersama dengan layanan kardiologi (jantung) dan layanan onkologi (kanker). “Dengan pengakuan internasional ini, kita berharap RS Adam Malik dapat menjadi salah satu pusat layanan unggulan terbaik dengan pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas dr Zainal menutup keterangannya. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

RS Adam Malik Dukung Layanan Medis untuk Piala AFF U19 2026 di Sumut

Medan, 3 Juni 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik turut mendukung layanan medis dalam penyelenggaraan turnamen sepakbola internasional ASEAN U19 Boys Championship 2026 atau Piala AFF U19 2026 di Sumatera Utara (Sumut). RS vertikal Kementerian Kesehatan RI ini ikut dipercaya memberikan penanganan medis lanjutan selama even tersebut berlangsung. “Kami berkomitmen untuk turut berpartisipasi mensukseskan kegiatan internasional ASEAN U19 Boys Championship 2026 di Provinsi Sumut melalui penanganan medis lanjutan bagi atlet, official, panitia, tamu undangan, dan penonton selama kegiatan berlangsung,” kata Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K) pada Rabu (3/6/2026). Untuk itu, RS Adam Malik mengirimkan Tim Medis yang terdiri atas satu dokter dan dua perawat ahli pada setiap jadwal tugas, dilengkapi ambulans dengan fasilitas mini ICU serta obat-obatan emergensi. Tim ini bergabung dengan petugas dari RS lainnya di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Medical Team PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Tim Medis RS Adam Malik sendiri sudah bertugas sejak tanggal 30 Mei 2026, dengan menyiagakan layanan medis selama proses latihan tim peserta. “Kalau pada hari pertandingan, kami ditempatkan di Stadion Utama Sumatera Utara sebagai Mobile Team yang bertugas di tribun penonton,” ucap Dokter Tim Medis RS Adam Malik dr. Stephen Jonathan Simanungkalit. Tidak hanya itu, RS Adam Malik juga ditunjuk sebagai salah satu RS rujukan selama Piala AFF U19 2026 ini, bersama dengan sembilan RS lainnya. Terkait hal ini, RS Adam Malik telah menyiapkan fasilitas sesuai dengan standar dan kebutuhan yang ditetapkan oleh penyelenggara even tersebut, mulai dari layanan dasar hingga alat medis dan tenaga kesehatan. “Kita sudah siapkan semua layanan, mulai dari layanan gawat darurat (IGD), perawatan intensif (ICU), hingga rawat inap VIP, dan juga pemeriksaan penunjang seperti MRI dan CT Scan. Seluruh layanan dilengkapi alat kesehatan terbaik dan didukung oleh SDM berkompeten, mulai dari dokter spesialis berbagai bidang hingga perawat ahli dan paramedis,” terang dr Zainal menambahkan.Piala AFF U19 2026 yang diikuti oleh Tim Nasional Sepakbola Indonesia U19 dan 10 negara ASEAN lainnya ini akan berlangsung selama dua pekan sampai tanggal 14 Juni 2026 mendatang. Sebelumnya, dalam even internasional sepakbola seperti ini, RS Adam Malik juga turut berpartisipasi mengirimkan tim medis dalam ajang Piala Kemerdekaan 2025 lalu. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

RS Adam Malik Hadirkan Microwave Ablation untuk Pasien Mioma, Tanpa Pembedahan

Medan, 18 Mei 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik kembali menghadirkan inovasi terbaru dalam layanan kesehatan. Kali ini dalam bidang obstetri dan ginekologi (obgyn), melalui layanan microwave ablation untuk penanganan penyakit ginekologi, seperti mioma uteri atau fibroid dan adenomyosis. Dengan metode baru ini, pasien mioma kini dapat ditangani oleh dokter spesialis obgyn tanpa harus menjalani operasi pengangkatan rahim, sehingga bisa sembuh lebih cepat. Disampaikan dokter spesialis obgyn RS Adam Malik, dr. Hanudse Hartono, M.Kes, Sp.OG(K), selama ini penanganan mioma uteri dan adenomyosis dilakukan dengan prosedur pembedahan. “Kedua penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan operasi pengangkatan tumor atau pengangkatan rahim. Tapi, alhamdulillah kini telah dikembangkan teknologi baru untuk penatalaksanaan mioma uteri dan adenomyosis melalui prosedur microwave ablation,” ucapnya.Lebih lanjut dijelaskannya, kasus mioma uteri dan adenomyosis yang merupakan suatu tumor jinak pada otot rahim ini biasanya diderita oleh pasien perempuan berusia 30-50 tahun. “Mioma uteri dapat menyebabkan gangguan haid yang berat, nyeri panggul, hingga masalah fertilitas atau kesuburan. Namun, sebagian besar mioma tidak menunjukkan gejala. Tetapi ukurannya yang membesar dapat menimbulkan berbagai komplikasi,” terang dr. Hanudse. Begitu pula dengan adenomyosis yang mirip dengan mioma uteri, di mana jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Pertumbuhan ini menyebabkan rahim menebal dan membesar, sehingga seringkali mengikibatkan nyeri saat haid dan perdarahan, dengan gejala yang dapat bervariasi. Seperti dijelaskan dr. Hanudse, kondisi ini sekarang dapat ditangani dengan tindakan yang lebih modern tanpa harus menjalani operasi pembedahan. “Microwave ablation merupakan prosedur invansif minimal (dengan sayatan kecil) yang menggunakan energi gelombang mikro untuk memanaskan dan menghancurkan mioma uteri, sehingga menyusut dan meredakan gejalanya. Cara kerja operasi ini, jarum kecil dimasukkan ke dalam tumor dengan menggunakan panduan ultrasonografi (USG), bisa melalui dinding perut ataupun transvaginal. Lalu energi gelombang mikro disalurkan melalui jarum untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan tumor tersebut,” kata dr. Hanudse lagi menjelaskan. RS Adam Malik sendiri pertama kali berhasil melakukan tindakan microwave ablation ini pada 12 November 2025, dengan pasien perempuan berusia berusia 48 tahun yang diketahui menderita mioma sejak tahun 2017. “Saya memutuskan untuk operasi karena memang diameternya sudah di atas 10 cm. Kemudian, dilakukan tindakan microwave ablation. Alhamdulillah sudah mulai merasakan lebih baik. Saya sangat berterima kasih sekali dengan para tim dokter yang sudah membantu pelaksanaan operasi saya.” tutur pasien bernama Sri Wahyuningsih itu. Prosedur microwave ablation ini dapat menjadi harapan baru bagi pasien ginekologi di Sumatera Utara dan sekitarnya. Karena kini operasi pengangkatan rahim tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan bagi pasien mioma uteri dan adenomyosis. “Metode microwave ablation ini menawarkan alternatif untuk mempertahankan uterus (rahim) dibandingkan operasi pengangkatan rahim. Dengan harapan, waktu pemulihan yang lebih singkat, gejala yang berkurang, dan kualitas hidup yang lebih baik,” pungkas dr. Hanudse menutup keterangannya. (humas/ayu/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.