Search

Humas RS Adam Malik

RS Adam Malik Perkuat Layanan Jantung dengan Teknologi PFA untuk Tangani Aritmia

Medan, 28 September 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik terus berupaya memperkuat layanan jantung sebagai salah satu layanan unggulan dengan dukungan alat kesehatan berteknologi terkini. Terbaru, Pusat Jantung Terpadu (PJT) RS Adam Malik telah melakukan tindakan ablasi jantung menggunakan metode Pulse Field Ablation (PFA) untuk penanganan pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia. Tindakan tersebut merupakan salah satu inovasi teknologi medis dalam layanan ablasi jantung di RS Adam Malik. Melalui metode PFA, tindakan ablasi dilakukan menggunakan teknologi medan listrik berdenyut (pulsed field) dengan tujuan menangani sumber gangguan irama jantung, khususnya kasus atrial fibrilasi (aritmia) secara lebih terarah. Dokter ahli jantung RS Adam Malik dr. Mirhansyah Perdana Hutasuhut, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa prosedur ablasi jantung dengan teknologi PFA ini pertama kali dilakukan di RS Adam Malik pada tanggal 26 Mei 2026. “Kita sudah melakukan tindakan ablasi dengan metode PFA yang pertama di RS Adam Malik,” ujar dr. Mirhansyah menerangkan belum lama ini. Dia menjelaskan, tindakan ablasi ini dilakukan menggunakan kateter yang diarahkan ke area jantung untuk menangani sumber gangguan irama atau kecepatan detak jantung. Salah satu kondisi yang dapat ditangani melalui prosedur ablasi adalah atrial fibrilasi, yaitu salah satu jenis gangguan irama jantung yang menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur. “Ablasi PFA ini dilakukan dengan menggunakan bius umum untuk membuat dua akses vena di pahanya. Dari situ kita memasukkan kateter ablasi ke atrium kiri, kemudian kita akan mengisolasi secara elektrik vena pulmonalis. Kalau tidak ada komplikasi apa-apa, besoknya pasiennya sudah bisa pulang,” jelas dr Mirhansyah lagi lebih lanjut. Menurut dr. Mirhansyah lagi, salah satu keunggulan yang menjadi perhatian dalam tindakan PFA tersebut adalah waktu pelaksanaan prosedur. Dalam kasus yang ditangani, proses tindakan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat. “Hanya satu jam,” ungkap dokter subspesialis aritmia tersebut ketika menjelaskan durasi tindakan yang dilakukan. Sementara itu, dokter ahli jantung lainnya di RS Adam Malik, dr. Anggia Chairuddin Lubis, M.Ked(Cardio), Sp.JP(K), menjelaskan bahwa gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi dapat menimbulkan sejumlah keluhan yang dirasakan pasien. “Dapat menyebabkan rasa berdebar-debar, sesak napas, mudah lelah, dan sering kali tidak menimbulkan gejala sampai seseorang jatuh terkena penyakit stroke,” terang dr. Anggia pula menambahkan. Dia juga menjelaskan bahwa saat ini RS Adam Malik telah memiliki teknologi ablasi dengan metode PFA yang dapat menjadi bagian dari penanganan pasien dengan gangguan irama jantung, setelah sebelumnya menghadirkan teknologi ablasi 3D pada pertengahan tahun 2021 silam. “Di RS Adam Malik kita sudah memiliki berbagai opsi untuk melakukan pengobatan atrial fibrilasi, dan yang paling terbaru adalah teknologi ablasi,” pungkas dr Anggia. Melalui penerapan teknologi PFA tersebut, RS Adam Malik berupaya menghadirkan pilihan penanganan gangguan irama jantung dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Kehadiran teknologi ini juga menjadi bagian dari pengembangan layanan Pusat Jantung Terpadu RS Adam Malik yang mengintegrasikan berbagai layanan jantung dan pembuluh darah dengan dukungan sumber daya manusia terbaik dan teknologi medis terbaru. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

RS Adam Malik Hadirkan Teknologi IONM untuk Penanganan Tumor Otak

Medan, 23 September 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik terus menghadirkan berbagai inovasi untuk pengembangan layanan kesehatan. Terbaru, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini telah menggunakan teknologi Intra Operative Neuro Monitoring (IONM) dalam melakukan operasi Petroclival Meningioma Tumor Removal pada penanganan kasus tumor otak. Dijelaskan dokter ahli bedah saraf RS Adam Malik Prof. Dr. dr. Ridha Dharmajaya, Sp.BS(K), operasi petroclival meningioma tumor removal ini dilakukan pada salah satu kasus tumor otak yang sangat sulit, karena posisinya berada di dasar tengkorak. Untuk itu, digunakan teknologi IONM agar dapat memantau fungsi saraf secara real-time selama operasi berlangsung, sehingga membantu meningkatkan keamanan tindakan bedah yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. “Kita melaksanakan operasi kasus tumor otak yang cukup sulit, menjaga agar jangan sampai timbul kecacatan atau kerusakan saraf pasca operasi dilakukan. Insya Allah memiliki hasil yang baik, dan kita berharap dengan adanya alat bantu IONM akan membuat hasil operasi kita menjadi lebih baik,” terang dr. Ridha menjelaskan mengenai penggunaan teknologi IONM tersebut. Operasi petroclival meningioma tumor removal sendiri merupakan prosedur bedah saraf untuk mengangkat tumor jinak yang tumbuh di area petroklival atau dasar tengkorak. Tindakan ini termasuk salah satu operasi yang paling kompleks dan sangat sulit, karena lokasi tumor berada jauh di dalam, berdekatan dengan saraf kranialis, pembuluh darah utama, serta batang otak. “Kita melakukan operasi tumor otak yang letaknya sangat dalam, yaitu daerah petroklival sebelah kiri, di mana daerah ini terdapat saraf-saraf penting pada otak, yaitu saraf kranialis,” kata dokter ahli bedah saraf lainnya di RS Adam Malik, dr. Reyhan Aristo, M.Ked(Neurosurg), Sp.BS-FTO. Oleh karena itu, operasi ini dilakukan bekerja sama dengan dokter ahli neurologi. Operasi ini pun dilakukan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi, karena setiap prosedur harus mempertimbangkan struktur saraf dan pembuluh darah penting di sekitar tumor yang berada di dalam otak. Posisinya itu menyebabkan tindakan operasi ini memiliki risiko tinggi terhadap kerusakan saraf, apabila tidak dilakukan dengan dukungan teknologi yang memadai. Dokter spesialis neurologi RS Adam Malik yang turut terlibat dalam operasi ini, Dr. dr. Aida Fitri Sp.S(K) menambahkan bahwa teknologi IONM digunakan untuk membantu memantau respons sistem saraf secara terus-menerus selama pelaksanaan tindakan operasi. Apabila terjadi perubahan fungsi saraf ketika prosedur operasi berlangsung, maka tim bedah dapat segera melakukan penyesuaian terhadap prosedur yang sedang dilakukan. “Jadi di sini kita menggunakan IONM untuk memantau fungsi saraf selama tindakan operasi. Tujuannya untuk meminimalkan risiko cedera saraf yang terpapar oleh tindakan operasi,” jelas dr. Aida menambahkan keterangan terkait penggunaan teknologi baru ini. Kehadiran teknologi IONM ini semakin melengkapi kapasitas tim bedah saraf dan neurologi RS Adam Malik untuk menangani kasus-kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi dalam layanan onkologi atau kanker. Inovasi ini sekaligus menjadi bentuk upaya RS Adam Malik dalam mewujudkan komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang modern, aman, dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. (humas/ade/*) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

RS Adam Malik Dampingi Operasi Clipping Aneurisma Perdana di RSU Haji Medan

Medan, 16 September 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik berhasil melakukan operasi clipping aneurisma perdana pada pasien stroke di RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara (Provsu). Operasi penanganan pecah pembuluh darah di otak ini dilakukan melalui kegiatan proctorship (pendampingan dan alih teknologi klinis) oleh RS Adam Malik selaku RS pengampu regional untuk layanan prioritas di wilayah Sumatera bagian utara. Operasi clipping aneurisma perdana di RSU Haji Medan ini terlaksana dengan pendampingan dari Tim Pengampuan Layanan Stroke RS Adam Malik yang dipimpin Dokter Spesialis Neurologi dr. Chairil Amin Batubara, M.Ked(Neu), Sp.S(K). Tim yang terlibat adalah Dokter Spesialis Bedah Saraf dr. M. Ihsan Z. Tala, Sp.BS(K) dan dr. Muhammad Ari Irsyad, M.Ked, Sp.BS, FBSV, Dokter Spesialis Anestesi dr. Luwih Bisono, Sp.An-KAR, serta dibantu seorang perawat ahli. Dijelaskan dr. Ari, operasi clipping aneurisma intracranial ini dilakukan pada seorang pasien yang mengalami pecah pembuluh darah di bagian otak, pada 15 Agustus 2026. “Di RSU Haji kita melakukan satu kasus clipping pada aneurisma yang pecah. Tindakan ini merupakan tindakan perdana. Kasus aneurisma tersebut berhasil kita lakukan clipping dengan menggunakan satu buah klip, kemudian dilanjutkan perawatan oleh Tim Stroke dari RS Haji,” terangnya. Ke depannya, dr. Ari berharap dengan adanya pendampingan ini serta didukung tersedianya SDM dan fasilitas, akan dapat membantu lebih banyak pasien stroke. “Harapannya dengan adanya SDM baik dokter neurologi, dokter bedah saraf, dan seluruh SDM, dan dukungan fasilitas kamar operasi, stroke corner yang ada di RS Haji, akan banyak pasien stroke yang tertolong,” tambah dokter yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Neurologi RS Adam Malik ini. Sementara itu, Ketua Tim Pengampuan Layanan Stroke RS Adam Malik dr. Chairil Amin menyampaikan bahwa bahwa RS Adam Malik telah melakukan kegiatan proctorship untuk membantu sejumlah RS daerah di Sumatera Utara untuk dapat melakukan tindakan yang sama. Dia berharap dengan adanya pengembangan kompetensi ini, masyarakat bisa mendapatkan layanan yang lebih baik dalam penanganan kasus stroke. “Mudah-mudahan dengan adanya pengembangan kemampuan ini, lebih banyak masyarakat khususnya di Sumatera Utara bisa terlayani untuk tata laksana menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat stroke, khususnya stroke perdarahan,” harap dr. Chairil Amin. Sebelumnya RS Adam Malik juga telah melaksanakan proctorship di bidang layanan yang sama, yaitu tindakan coiling aneurisma pada pasien stroke di RSUD Drs. H. Amri Tambunan Kabupaten Deli Serdang. Pelaksanan kegiatan proctorship ini sendiri menjadi salah satu bentuk nyata dari program transformasi layanan rujukan, salah satu dari enam pilar Transformasi Kesehatan yang digagas oleh Kementerian Kesehatan RI. Bukan hanya layanan stroke, tetapi juga layanan kanker, jantung, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA) yang termasuk lima layanan prioritas. RS Adam Malik sebagai RS pengampu regional bertanggung jawab mengampu setiap RS daerah di wilayah Sumatera Utara dan Aceh, serta sebagian Riau dan Kepulauan Riau. Ke depannya, diharapkan setiap RS daerah memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar, sehingga layanan terbaik semakin mudah diakses masyarakat.(humas/ayu) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik

HUT 33 RS Adam Malik, Ribuan Warga Ikuti Lari Santai Kampanyekan Gaya Hidup Sehat

Medan, 30 Agustus 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 dengan menggelar jalan dan lari santai yang diikuti lebih dari 1.000 warga di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Minggu (30/8/2026). Kegiatan Fun Walk dan Fun Run sejauh 5 KM ini sekaligus untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat kepada masyarakat. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS memberikan apreasiasi kepada RS Adam Malik yang telah menginisiasi kegiatan sejalan dengan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ini. “Kegiatan yang kita lakukan hari ini, harus terus dilakukan masyarakat, seperti lari pagi, jalan sehat, dan sebagainya. Tentunya ini sangat baik untuk kesehatan masyarakat ke depannya,” ucapnya didampingi Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K). Dirjen dr. Azhar juga menyampaikan dukungan kepada RS Adam Malik yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sejak berdiri pada 21 Juli 1993. “Saya apresiasi selama berdiri 33 tahun ini RS Adam Malik telah memberikan pelayanan kesehatan terbaik khususnya buat masyarakat Sumatera Utara. Ke depan Kemenkes akan terus mendukung kiprah RS Adam Malik, supaya bisa memberikan pelayanan terbaik, bahkan sekelas dengan rumah sakit luar negeri. Sehingga masyarakat tidak perlu berobat ke luar negeri,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal mengucapkan terima kasih kepada Kemenkes, dan juga para mitra yang selama ini terus mendukung. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Kemenkes, pemerintah daerah, dan seluruh mitra yang terus memberikan support kepada RS Adam Malik dalam menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat Sumatera Utara dan sekitarnya. Antusias masyarakat terlihat dalam kegiatan pagi ini, dan kami terus berupaya untuk lebih dekat dengan masyarakat,” ungkap dr. Zainal pula. Ditambahkan oleh Ketua Panitia HUT ke-33 RS Adam Malik dr. Faisal Habib, Sp.JP(K), FIHA, kegiatan ini merupakan acara puncak dari seluruh rangkaian peringatan HUT ke-33 RS Adam Malik yang telah berlangsung sejak bulan lalu. Dia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat agar bisa membudayakan hidup sehat. “HUT ke-33 RS Adam Malik ini mengangkat tema ‘33 Tahun Bersinergi, Melayani dengn Hati, Bertumbuh untuk Negeri.’ Ada banyak kegiatan, mulai dari bakti sosial, seminar kesehatan, ada pemeriksaan kesehatan yang sudah dilakukan dalam sebulan ini dalam rangka semarak HUT ke-33 RS Adam Malik. Semoga kegiatan pagi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya. Dalam acara puncak ini, turut hadir Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc didampingi Kepala Dinas Kesehatan serta Kepala Dinas Kepemudaan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara. Setelah jalan dan lari santai, kegiatannya dilanjutkan dengan senam zumba, pameran layanan kesehatan RS Adam Malik, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga bazaar, pengumuman pemenang lomba, dan doorprize. (humas/ayu/ade)Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.