RS Adam Malik Jalani Visitasi dari World Stroke Organization untuk Layanan Stroke

Medan, 11 April 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik menjalani visitasi dari organisasasi internasional yang berfokus pada penanggulangan stroke, World Stroke Organization (WSO), Jumat (10/4/2026). Kunjungan WSO bekerja sama dengan National Neuroscience Institute (NNI) Singapura ini dalam rangka proses sertifikasi layanan advanced stroke di RS Adam Malik, sebagai upaya peningkatan mutu layanan stroke yang sesuai dengan standar internasional. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Medik dan Keperawatan RS Adam Malik Dr. dr. Otman Siregar, Sp.OT(K), Spine, MH menegaskan bahwa layanan neurologi atau layanan stroke menjadi salah satu dari tiga layanan unggulan di RS Adam Malik, bersama dengan layanan kardiologi (jantung) dan layanan onkologi (kanker). “Saya percaya kunjungan WSO ini akan memberikan banyak keuntungan bagi kami untuk terus mengembangkan layanan yang lebih baik dalam penanganan stroke,” ucap dr. Otman dalam sambutannya saat menerima kedatangan tim WSO dan NNI. Perwakilan dari WSO, Prof. Deidre Anne De Silva mengatakan bahwa kegiatan visitasi ini dilakukan untuk meninjau kesiapan dan kelayakan RS Adam Malik dalam memberikan layanan stroke di tingkat yang lebih tinggi (advanced stroke). Dalam kunjungan ini, tim WSO bersama NNI bertemu dengan tim dokter neurologi RS Adam Malik untuk melihat peran yang dijalankan dan fasilitas yang tersedia, serta mengulas catatan kasus stroke yang telah ditangani salami ini. Selain itu, Prof Deidre dan tim juga melakukan hospital tour ke sejumlah unit layanan terkait di RS Adam Malik. Mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT), layanan radiologi, layanan rehabilitasi medik, Ruang Rawat Inap Stroke (Rindu A1), serta Cath Lab di Gedung Pusat Jantung Terpadu (PJT). Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk melihat secara langsung alur pelayanan pasien stroke di RS Adam Malik, serta memastikan standar pelayanan yang dilakukan telah sesuai dengan kriteria internasional yang ditetapkan oleh WSO. Melalui kegiatan visitasi ini, RS Adam Malik berharap bisa mendapatkan banyak masukan untuk mencapai sertifikasi layanan advanced stroke. Sertifikasi ini akan menjadi bentuk pengakuan atas kualitas pelayanan stroke yang diberikan RS Adam Malik, sekaligus merupakan komitmen rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini untuk meningkatkan pelayanan terbaik dan paripurna, terutama dalam penanganan stroke di Sumatera Utara dan sekitarnya. (humas/ade/han) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.
Dorong Penurunan Kasus, RS Adam Malik Lakukan Imunisasi Campak Bagi Nakes

Medan, 10 April 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik melakukan imunisasi campak rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes), Jumat (10/4/2026). Imunisasi campak ini dilakukan sesuai program dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk menurunkan angka kasus campak di sejumlah provinsi di Indonesia. Sebanyak 160 orang nakes RS Adam Malik mengikuti imunisasi ini secara serentak bersamaan dengan nakes di sejumlah provinsi lainnya. “Kami sangat menyambut baik upaya pemberian imunisasi campak bagi tenaga medis dan nakes sebagai upaya perlindungan terhadap campak dan mempercepat penanggulangan campak di masyarakat. Kami mengapresiasi langkah cepat dari Kemenkes RI, serta Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Kesehatan Kota Medan untuk penyediaan vaksin MR,” ucap Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K). Dijelaskannya lebih lanjut, RS Adam Malik sudah menerima sebanyak 16 vial vaksin MR dari Dinas Kesehatan Kota Medan. Vaksin ini akan diberikan kepada 160 tenaga medis dan nakes yang akan menjalani imunisasi campak pada tahap pertama dalam momen pencanangan pelaksanaan imunisasi campak bagi nakes. Selanjutnya, dr. Zainal berharap seluruh tenaga medis dan nakes di RS Adam Malik juga mendapatkan imunisasi campak ini secara bertahap. Sebelumnya secara daring, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI dr. Andi Saguni, MA menyampaikan bahwa imunisasi campak ini merupakan upaya dari Kemenkes RI untuk melindungi para nakes yang bertugas di lapangan. “Kemenkes RI senantiasa berupaya melindungi tenaga medis dan nakes, karena merupakan kelompok yang berisiko terhadap penularan campak. Ini kita lakukan melalui pemberian imunisasi campak,” jelas dr. Andi. Disampaikan dr. Andi, pencanangan imunisasi campak bagi nakes ini dilakukan serentak di enam rumah sakit di Indonesia, termasuk RS Adam Malik. Program imunisasi campak bagi nakes ini selanjutnya akan dilaksanakan di seluruh rumah sakit Kemenkes RI dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di 14 provinsi dengan kasus campak terbanyak saat ini. Selain itu, imunisasi campak ini juga akan diberikan bagi dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia. Secara detail, dr. Andi menyebut pemberian imunisasi ini akan dilakukan pada 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Ke-14 provinsi itu adalah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Kemudian, juga akan diberikan kepada 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.
RS Adam Malik Siagakan Layanan Sepanjang Libur Nyepi dan Lebaran Idul Fitri 2026

Medan, 13 Maret 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik menyiagakan layanan kesehatan sepanjang libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Lebaran Idul Fitri 2026. Pemerintah telah menetapkan jadwal libur mulai pekan depan selama 7 (tujuh) hari dari tanggal 18-24 Maret 2026. Untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, sekaligus mengantisipasi lonjakan pasien selama liburan, manajemen RS Adam Malik sudah menyiapkan tenaga medis dan fasilitas. “Kami sudah menyiapkan pengaturan jadwal SDM, prasarana, dan fasilitas selama masa libur dan cuti bersama, sehingga pelayanan terhadap pasien tetap berjalan optimal,” jelas Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K) memberikan keterangan terkait layanan kesehatan selama liburan nanti. Lebih lanjut dijelaskan oleh Manajer Hukum dan Humas RS Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak, S.Sos, M.I.Kom, layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Unit Pelayanan Khusus Kegawatan Jantung (UPK2J) di Gedung Pusat Jantung Terpadu (PJT) akan tetap dibuka selama 24 jam untuk melayani pasien-pasien emergensi sepanjang liburan Nyepi dan Idul Fitri ini. “Untuk melayani pasien di IGD, RS Adam Malik menyiagakan 5 (lima) dokter spesialis secara on-site atau bertugas langsung setiap hari. Yaitu, dokter spesialis anasthesi, dokter spesialis bedah, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dan dokter spesialis obgyn. Sedangkan dokter spesialis lain tetap disiagakan, yang akan bertugas secara on-call sesuai dengan kasus pasien yang ditangani,” kata Rosario menjelaskan. Tidak hanya dokter, tenaga perawat dan tenaga kesehatan lainnya juga telah disiapkan agar layanan kesehatan tetap berjalan selama liburan. “Pelayanan Kamar Operasi Emergensi juga tetap dibuka selama 24 jam, sedangkan Kamar Bedah Sentral ditutup selama hari libur nasional dan cuti bersama ini,” terang Rosario menambahkan penjelasannya. Dilanjutkannya, RS lain yang ingin merujuk pasien ke RS Adam Malik tetap bisa dilakukan sesuai prosedur biasanya, yaitu melalui aplikasi Sisrute (Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi) dengan call center 0823-6457-9103 selama 24 jam. Sementara itu, untuk pasien jantung dapat dirujuk ke UPK2J di Gedung PJT dengan call center Kegawatan Jantung 0812-1000-3133. Selain itu, layanan hemodialisis (HD) untuk pasien cuci darah dan kemoterapi one day care (ODC) untuk pasien kanker juga tetap dibuka selama liburan ini, kecuali pada hari Minggu. Namun, kedua layanan ini hanya tersedia untuk pasien-pasien yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Kemudian, layanan radioterapi untuk pasien kanker juga akan dibuka pada tanggal 18 dan 24 Maret 2026. Sementara itu, layanan rawat jalan, poliklinik jantung di Gedung PJT, layanan eksekutif di Gedung Paviliun, serta layanan kedokteran nuklir akan tutup selama liburan ini. Meski begitu, RS Adam Malik sudah menyiapkan antisipasi bagi pasien yang membutuhkan obat-obatan kronis. “Pengambilan obat kronis yang jatuh tempo pada tanggal 18-24 Maret 2026 akan dilayani pada tanggal 16-17 Maret 2026 tanpa terkecuali,” lanjut Rosario lagi. Seluruh layanan di RS Adam Malik sendiri baru akan kembali berjalan normal seperti biasa setelah libur pada hari Rabu, tanggal 25 Maret 2026 mendatang. “Kami berharap masyarakat tetap bisa menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati selama berlibur,” pungkas Rosario menutup keterangannya kepada media. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.
PPDS Hospital Based, RS Adam Malik Ditetapkan Sebagai RSPPU oleh Kemenkes RI

Medan, 10 Maret 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik kembali mencatatkan pencapaian baru di awal tahun 2026. Kali ini, RS Adam Malik ditetapkan sebagai Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit (hospital based). Penetapan ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) RI tanggal 11 Februari 2026. “RS Adam Malik tentu mengucapkan syukur karena sudah terpilih menjadi salah satu RSPPU. Sesuai dengan program Pak Menkes, tujuan membuka RSPPU di banyak rumah sakit pendidikan, terutama rumah sakit vertikal, ini untuk mengisi atau mempercepat pemenuhan kekurangan dokter spesialis di seluruh Indonesia,” ucap Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K) memberikan keterangan baru-baru ini. Dengan status ini, RS Adam Malik sekarang sudah bisa menyelenggarakan PPDS hospital based, sesuai dengan program yang digagas oleh Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. Program ini dilaksanakan tentu tetap menggunakan standar kompetensi dari kolegium yang sama dengan pendidikan dokter spesialis yang saat ini berjalan di berbagai universitas di Indonesia. Ditambahkan oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS Adam Malik dr. Faisal Habib, Sp.JP(K), FIHA, pada tahap awal RS Adam Malik akan menyelenggarakan PPDS bedah toraks dan kardiovaskular (BTKV). “Saat ini kita akan berperproses untuk mendapat izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, sehingga kita bisa menerima residen (peserta didik PPDS) di pertengahan tahun 2026,” kata dr. Faisal pula. Dijelaskannya, fokus utama dari program RSPPU untuk BTKV ini adalah untuk memenuhi kebutuhan SDM dokter spesialis BTKV di seluruh daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Sekali lagi program RSPPU ini berfokus kepada penyebaran dan distribusi dokter spesialis, sehingga tidak terkonsentrasi di kota-kota besar saja dan bisa memberikan akses layanan terbaik di masyarakat,” pungkas dr. Faisal menambahkan. Pencapaian ini sendiri menjadi bukti komitmen dan dedikasi RS Adam Malik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang unggul, sekaligus berperan aktif dalam mencetak tenaga kesehatan profesional, berintegritas, dan berdaya saing. Penetapan sebagai RSPPU ini diharapkan dapat semakin memperkuat langkah RS Adam Malik sebagai pusat rujukan dan pendidikan yang berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Sementara itu, program RSPPU sejauh ini sudah berjalan hingga batch ke-3 dengan menyelenggarakan enam program studi di enam rumah sakit vertikal. Pada tahun 2026 ini, Kemenkes RI akan memperluas penyelenggaraan PPDS RSPPU ke 52 rumah sakit pendidikan dengan total 55 program studi. Perluasan ini difokuskan pada tujuh spesialis dasar, serta bidang kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi, dan kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA). (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.
RS Adam Malik Kampanyekan Penanganan Kanker Diikuti Puskesmas Se-Kota Medan

Medan, 13 Februari 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik kembali mengkampanyekan tata laksana atau penanganan penyakit kanker dalam rangka World Cancer Day atau Hari Kanker Sedunia yang diperingati pada 4 Februari 2026. Kegiatan yang dikemas dalam penyuluhan kesehatan oleh Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran Rumah Sakit (PKPRS) RS Adam Malik ini diikuti perwakilan Puskesmas se-Kota Medan pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan penyuluhan kesehatan ini diisi oleh para dokter ahli onkologi (kanker) dari berbagai spesialisasi. Salah satunya Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar, MH.Kes, M.Ked(Surg), Sp.B, Subsp.Onk(K), FICS, yang membahas tentang penatalaksanaan kanker tiroid, salah satu jenis penyakit kanker yang menyerang kelenjar tiroid pada bagian leher depan manusia. “Penyebab kanker tiroid tidak pasti, ia multifaktor. Sama halnya dengan kanker payudara, kanker kulit, dan sebagainya. (Tapi) kanker 90 persen disebabkan oleh gaya hidup, serta 10 persen-nya karena genetik,” kata Prof Kamal yang setiap hari berpraktik di RS Adam Malik. Dijelaskannya, jumlah penyakit kanker tiroid ini secara klinis mencapai 19-39 persen dari kasus populasi orang dewasa, dan kebanyakan terjadi pada wanita dengan rasio 3:1 dibanding kasus pada pria. Sesi penyuluhan ini juga diisi dokter spesialis obgyn (kebidanan dan kandungan) subspesialisasi onkologi ginekologi, dr. Riza Rivany, M.Ked(OG), Sp.OG(K), Subsp.Onk, yang memaparkan tentang deteksi dini dan tata laksana kanker serviks. Kemudian, dokter spesialis onkologi radiasi dr. Montesqieu Silalahi, Sp.Onk.Rad(K), yang juga merupakan Kepala Departemen Onkologi RS Adam Malik, membahas terkait peran radioterapi dalam pelayanan kanker di RS Adam Malik. Sebelumnya, kegiatan ini dibuka oleh Direktur Utama RS Adam Malik diwakili oleh Plt. Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional Sri Wahyuni Sirait, SE, M.Si. Dalam sambutannya, Sri berharap para tenaga kesehatan dapat berperan aktif memberikan dukungan kepada para penderita kanker agar mereka tidak merasa sendiri. “Tidak hanya itu, perlu adanya edukasi pola hidup sehat agar tercegah dari kanker,” ucapnya lagi menambahkan. Sementara itu, RS Adam Malik sendiri sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera bagian utara terus membuktikan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah melawan dan menurunkan angka penyakit kanker di Indonesia. Salah satunya dengan menghadirkan pelayanan kesehatan paripurna dalam bidang onkologi, yang menjadi salah satu layanan unggulan di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini. RS Adam Malik juga tengah mempersiapkan layanan onkologi terpadu dalam satu gedung, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Gedung Onkologi Terpadu setinggi delapan lantai ini ditargetkan selesai pada tahun 2026, dengan kapasitas rawat inap 200 tempat tidur dan tiga kamar operasi, serta dilengkapi sejumlah alat kesehatan canggih, seperti SPECT CT, Gamma Camera, Linac, Brachytherapy, hingga PET Scan. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.