Indeks Kepuasan Masyarakat – September 2026
RS Adam Malik Raih 2 Penghargaan Nasional di PERSI Award 2026

Medan, 12 Oktober 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik kembali meraih prestasi nasional. Rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di wilayah Sumatera Utara ini menerima dua penghargaan dari Pengurus Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dalam rangkaian Seminar Nasional PERSI XXII, Seminar Tahunan Patient Safety XX, dan Hospital Expo XXXVIII Tahun 2026 di Tangerang, Banten pada 7-10 Oktober 2026. RS Adam Malik sukses menjadi Pemenang I PERSI Award 2026 dalam kategori “Social and Environment Resposibility.” Pada kategori ini, RS Adam Malik mengajukan inovasi di bidang tanggung jawab sosial dan lingkungan, dengan judul “RESTART HEALTH: Membangun Ketangguhan Ekosistem Pelayanan Kesehatan Pasca Bencana melalui Peran RSUP H. Adam Malik di Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.” “Kita paparkan bagaimana kita melakukan pekerjaan membuka kembali layanan kesehatan di Tapanuli Selatan, Langkat, Aceh Tamiang, Langsa sampai Aceh Timur, yang sempat lumpuh karena banjir bandang. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang turut berperan. Kita sudah bekerja secara ikhlas, dan kini kita dapat salah satu award sebagai rumah sakit yang punya dampak sosial dan lingkungan terhadap sekitar,” jelas Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K), Senin (12/10/2026). Selain itu, di momen yang sama, RS Adam Malik juga menerima penghargaan Diamond Excellence Award untuk layanan saraf dalam Pemeringkatan RS Tingkat Nasional (National Hospital Rangking) Tahun 2026. Kedua penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum PERSI dr. Bambang Wibowo, Sp.OG, Subsp.K-Fm, MARS, FISQua, PCHMC. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada tim neurologi dan bedah saraf RS Adam Malik yang cukup progresif saat ini, sehingga kita mendapatkan penghargaan ini. Layanan ini sekarang sebagai layanan neuroscience sudah masuk dalam layanan unggulan RS Adam Malik, bersama dengan layanan jantung dan layanan kanker,” tambah dr. Zainal lagi. Kedua penghargaan ini menjadi bukti komitmen RS Adam Malik dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan berkualitas kepada masyarakat. Selain itu, RS Adam Malik juga terus berupaya untuk menghadirkan berbagai inovasi kesehatan, serta memberikan kontribusi dalam menciptakan layanan kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan di wilayah Sumatera bagian utara. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.
RS Adam Malik Perkuat Layanan Jantung dengan Teknologi PFA untuk Tangani Aritmia

Medan, 28 September 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik terus berupaya memperkuat layanan jantung sebagai salah satu layanan unggulan dengan dukungan alat kesehatan berteknologi terkini. Terbaru, Pusat Jantung Terpadu (PJT) RS Adam Malik telah melakukan tindakan ablasi jantung menggunakan metode Pulse Field Ablation (PFA) untuk penanganan pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia. Tindakan tersebut merupakan salah satu inovasi teknologi medis dalam layanan ablasi jantung di RS Adam Malik. Melalui metode PFA, tindakan ablasi dilakukan menggunakan teknologi medan listrik berdenyut (pulsed field) dengan tujuan menangani sumber gangguan irama jantung, khususnya kasus atrial fibrilasi (aritmia) secara lebih terarah. Dokter ahli jantung RS Adam Malik dr. Mirhansyah Perdana Hutasuhut, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa prosedur ablasi jantung dengan teknologi PFA ini pertama kali dilakukan di RS Adam Malik pada tanggal 26 Mei 2026. “Kita sudah melakukan tindakan ablasi dengan metode PFA yang pertama di RS Adam Malik,” ujar dr. Mirhansyah menerangkan belum lama ini. Dia menjelaskan, tindakan ablasi ini dilakukan menggunakan kateter yang diarahkan ke area jantung untuk menangani sumber gangguan irama atau kecepatan detak jantung. Salah satu kondisi yang dapat ditangani melalui prosedur ablasi adalah atrial fibrilasi, yaitu salah satu jenis gangguan irama jantung yang menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur. “Ablasi PFA ini dilakukan dengan menggunakan bius umum untuk membuat dua akses vena di pahanya. Dari situ kita memasukkan kateter ablasi ke atrium kiri, kemudian kita akan mengisolasi secara elektrik vena pulmonalis. Kalau tidak ada komplikasi apa-apa, besoknya pasiennya sudah bisa pulang,” jelas dr Mirhansyah lagi lebih lanjut. Menurut dr. Mirhansyah lagi, salah satu keunggulan yang menjadi perhatian dalam tindakan PFA tersebut adalah waktu pelaksanaan prosedur. Dalam kasus yang ditangani, proses tindakan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat. “Hanya satu jam,” ungkap dokter subspesialis aritmia tersebut ketika menjelaskan durasi tindakan yang dilakukan. Sementara itu, dokter ahli jantung lainnya di RS Adam Malik, dr. Anggia Chairuddin Lubis, M.Ked(Cardio), Sp.JP(K), menjelaskan bahwa gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi dapat menimbulkan sejumlah keluhan yang dirasakan pasien. “Dapat menyebabkan rasa berdebar-debar, sesak napas, mudah lelah, dan sering kali tidak menimbulkan gejala sampai seseorang jatuh terkena penyakit stroke,” terang dr. Anggia pula menambahkan. Dia juga menjelaskan bahwa saat ini RS Adam Malik telah memiliki teknologi ablasi dengan metode PFA yang dapat menjadi bagian dari penanganan pasien dengan gangguan irama jantung, setelah sebelumnya menghadirkan teknologi ablasi 3D pada pertengahan tahun 2021 silam. “Di RS Adam Malik kita sudah memiliki berbagai opsi untuk melakukan pengobatan atrial fibrilasi, dan yang paling terbaru adalah teknologi ablasi,” pungkas dr Anggia. Melalui penerapan teknologi PFA tersebut, RS Adam Malik berupaya menghadirkan pilihan penanganan gangguan irama jantung dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Kehadiran teknologi ini juga menjadi bagian dari pengembangan layanan Pusat Jantung Terpadu RS Adam Malik yang mengintegrasikan berbagai layanan jantung dan pembuluh darah dengan dukungan sumber daya manusia terbaik dan teknologi medis terbaru. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.
RS Adam Malik Hadirkan Teknologi IONM untuk Penanganan Tumor Otak

Medan, 23 September 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik terus menghadirkan berbagai inovasi untuk pengembangan layanan kesehatan. Terbaru, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini telah menggunakan teknologi Intra Operative Neuro Monitoring (IONM) dalam melakukan operasi Petroclival Meningioma Tumor Removal pada penanganan kasus tumor otak. Dijelaskan dokter ahli bedah saraf RS Adam Malik Prof. Dr. dr. Ridha Dharmajaya, Sp.BS(K), operasi petroclival meningioma tumor removal ini dilakukan pada salah satu kasus tumor otak yang sangat sulit, karena posisinya berada di dasar tengkorak. Untuk itu, digunakan teknologi IONM agar dapat memantau fungsi saraf secara real-time selama operasi berlangsung, sehingga membantu meningkatkan keamanan tindakan bedah yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. “Kita melaksanakan operasi kasus tumor otak yang cukup sulit, menjaga agar jangan sampai timbul kecacatan atau kerusakan saraf pasca operasi dilakukan. Insya Allah memiliki hasil yang baik, dan kita berharap dengan adanya alat bantu IONM akan membuat hasil operasi kita menjadi lebih baik,” terang dr. Ridha menjelaskan mengenai penggunaan teknologi IONM tersebut. Operasi petroclival meningioma tumor removal sendiri merupakan prosedur bedah saraf untuk mengangkat tumor jinak yang tumbuh di area petroklival atau dasar tengkorak. Tindakan ini termasuk salah satu operasi yang paling kompleks dan sangat sulit, karena lokasi tumor berada jauh di dalam, berdekatan dengan saraf kranialis, pembuluh darah utama, serta batang otak. “Kita melakukan operasi tumor otak yang letaknya sangat dalam, yaitu daerah petroklival sebelah kiri, di mana daerah ini terdapat saraf-saraf penting pada otak, yaitu saraf kranialis,” kata dokter ahli bedah saraf lainnya di RS Adam Malik, dr. Reyhan Aristo, M.Ked(Neurosurg), Sp.BS-FTO. Oleh karena itu, operasi ini dilakukan bekerja sama dengan dokter ahli neurologi. Operasi ini pun dilakukan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi, karena setiap prosedur harus mempertimbangkan struktur saraf dan pembuluh darah penting di sekitar tumor yang berada di dalam otak. Posisinya itu menyebabkan tindakan operasi ini memiliki risiko tinggi terhadap kerusakan saraf, apabila tidak dilakukan dengan dukungan teknologi yang memadai. Dokter spesialis neurologi RS Adam Malik yang turut terlibat dalam operasi ini, Dr. dr. Aida Fitri Sp.S(K) menambahkan bahwa teknologi IONM digunakan untuk membantu memantau respons sistem saraf secara terus-menerus selama pelaksanaan tindakan operasi. Apabila terjadi perubahan fungsi saraf ketika prosedur operasi berlangsung, maka tim bedah dapat segera melakukan penyesuaian terhadap prosedur yang sedang dilakukan. “Jadi di sini kita menggunakan IONM untuk memantau fungsi saraf selama tindakan operasi. Tujuannya untuk meminimalkan risiko cedera saraf yang terpapar oleh tindakan operasi,” jelas dr. Aida menambahkan keterangan terkait penggunaan teknologi baru ini. Kehadiran teknologi IONM ini semakin melengkapi kapasitas tim bedah saraf dan neurologi RS Adam Malik untuk menangani kasus-kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi dalam layanan onkologi atau kanker. Inovasi ini sekaligus menjadi bentuk upaya RS Adam Malik dalam mewujudkan komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang modern, aman, dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. (humas/ade/*) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.
RS Adam Malik Dampingi Operasi Clipping Aneurisma Perdana di RSU Haji Medan

Medan, 16 September 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik berhasil melakukan operasi clipping aneurisma perdana pada pasien stroke di RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara (Provsu). Operasi penanganan pecah pembuluh darah di otak ini dilakukan melalui kegiatan proctorship (pendampingan dan alih teknologi klinis) oleh RS Adam Malik selaku RS pengampu regional untuk layanan prioritas di wilayah Sumatera bagian utara. Operasi clipping aneurisma perdana di RSU Haji Medan ini terlaksana dengan pendampingan dari Tim Pengampuan Layanan Stroke RS Adam Malik yang dipimpin Dokter Spesialis Neurologi dr. Chairil Amin Batubara, M.Ked(Neu), Sp.S(K). Tim yang terlibat adalah Dokter Spesialis Bedah Saraf dr. M. Ihsan Z. Tala, Sp.BS(K) dan dr. Muhammad Ari Irsyad, M.Ked, Sp.BS, FBSV, Dokter Spesialis Anestesi dr. Luwih Bisono, Sp.An-KAR, serta dibantu seorang perawat ahli. Dijelaskan dr. Ari, operasi clipping aneurisma intracranial ini dilakukan pada seorang pasien yang mengalami pecah pembuluh darah di bagian otak, pada 15 Agustus 2026. “Di RSU Haji kita melakukan satu kasus clipping pada aneurisma yang pecah. Tindakan ini merupakan tindakan perdana. Kasus aneurisma tersebut berhasil kita lakukan clipping dengan menggunakan satu buah klip, kemudian dilanjutkan perawatan oleh Tim Stroke dari RS Haji,” terangnya. Ke depannya, dr. Ari berharap dengan adanya pendampingan ini serta didukung tersedianya SDM dan fasilitas, akan dapat membantu lebih banyak pasien stroke. “Harapannya dengan adanya SDM baik dokter neurologi, dokter bedah saraf, dan seluruh SDM, dan dukungan fasilitas kamar operasi, stroke corner yang ada di RS Haji, akan banyak pasien stroke yang tertolong,” tambah dokter yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Neurologi RS Adam Malik ini. Sementara itu, Ketua Tim Pengampuan Layanan Stroke RS Adam Malik dr. Chairil Amin menyampaikan bahwa bahwa RS Adam Malik telah melakukan kegiatan proctorship untuk membantu sejumlah RS daerah di Sumatera Utara untuk dapat melakukan tindakan yang sama. Dia berharap dengan adanya pengembangan kompetensi ini, masyarakat bisa mendapatkan layanan yang lebih baik dalam penanganan kasus stroke. “Mudah-mudahan dengan adanya pengembangan kemampuan ini, lebih banyak masyarakat khususnya di Sumatera Utara bisa terlayani untuk tata laksana menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat stroke, khususnya stroke perdarahan,” harap dr. Chairil Amin. Sebelumnya RS Adam Malik juga telah melaksanakan proctorship di bidang layanan yang sama, yaitu tindakan coiling aneurisma pada pasien stroke di RSUD Drs. H. Amri Tambunan Kabupaten Deli Serdang. Pelaksanan kegiatan proctorship ini sendiri menjadi salah satu bentuk nyata dari program transformasi layanan rujukan, salah satu dari enam pilar Transformasi Kesehatan yang digagas oleh Kementerian Kesehatan RI. Bukan hanya layanan stroke, tetapi juga layanan kanker, jantung, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA) yang termasuk lima layanan prioritas. RS Adam Malik sebagai RS pengampu regional bertanggung jawab mengampu setiap RS daerah di wilayah Sumatera Utara dan Aceh, serta sebagian Riau dan Kepulauan Riau. Ke depannya, diharapkan setiap RS daerah memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar, sehingga layanan terbaik semakin mudah diakses masyarakat.(humas/ayu) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik