Search

Humas RS Adam Malik

PPDS Hospital Based, RS Adam Malik Ditetapkan Sebagai RSPPU oleh Kemenkes RI

Medan, 10 Maret 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik kembali mencatatkan pencapaian baru di awal tahun 2026. Kali ini, RS Adam Malik ditetapkan sebagai Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit (hospital based). Penetapan ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) RI tanggal 11 Februari 2026. “RS Adam Malik tentu mengucapkan syukur karena sudah terpilih menjadi salah satu RSPPU. Sesuai dengan program Pak Menkes, tujuan membuka RSPPU di banyak rumah sakit pendidikan, terutama rumah sakit vertikal, ini untuk mengisi atau mempercepat pemenuhan kekurangan dokter spesialis di seluruh Indonesia,” ucap Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K) memberikan keterangan baru-baru ini. Dengan status ini, RS Adam Malik sekarang sudah bisa menyelenggarakan PPDS hospital based, sesuai dengan program yang digagas oleh Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. Program ini dilaksanakan tentu tetap menggunakan standar kompetensi dari kolegium yang sama dengan pendidikan dokter spesialis yang saat ini berjalan di berbagai universitas di Indonesia. Ditambahkan oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS Adam Malik dr. Faisal Habib, Sp.JP(K), FIHA, pada tahap awal RS Adam Malik akan menyelenggarakan PPDS bedah toraks dan kardiovaskular (BTKV). “Saat ini kita akan berperproses untuk mendapat izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, sehingga kita bisa menerima residen (peserta didik PPDS) di pertengahan tahun 2026,” kata dr. Faisal pula. Dijelaskannya, fokus utama dari program RSPPU untuk BTKV ini adalah untuk memenuhi kebutuhan SDM dokter spesialis BTKV di seluruh daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Sekali lagi program RSPPU ini berfokus kepada penyebaran dan distribusi dokter spesialis, sehingga tidak terkonsentrasi di kota-kota besar saja dan bisa memberikan akses layanan terbaik di masyarakat,” pungkas dr. Faisal menambahkan. Pencapaian ini sendiri menjadi bukti komitmen dan dedikasi RS Adam Malik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang unggul, sekaligus berperan aktif dalam mencetak tenaga kesehatan profesional, berintegritas, dan berdaya saing. Penetapan sebagai RSPPU ini diharapkan dapat semakin memperkuat langkah RS Adam Malik sebagai pusat rujukan dan pendidikan yang berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Sementara itu, program RSPPU sejauh ini sudah berjalan hingga batch ke-3 dengan menyelenggarakan enam program studi di enam rumah sakit vertikal. Pada tahun 2026 ini, Kemenkes RI akan memperluas penyelenggaraan PPDS RSPPU ke 52 rumah sakit pendidikan dengan total 55 program studi. Perluasan ini difokuskan pada tujuh spesialis dasar, serta bidang kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi, dan kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA). (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

RS Adam Malik Kampanyekan Penanganan Kanker Diikuti Puskesmas Se-Kota Medan

Medan, 13 Februari 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik kembali mengkampanyekan tata laksana atau penanganan penyakit kanker dalam rangka World Cancer Day atau Hari Kanker Sedunia yang diperingati pada 4 Februari 2026. Kegiatan yang dikemas dalam penyuluhan kesehatan oleh Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran Rumah Sakit (PKPRS) RS Adam Malik ini diikuti perwakilan Puskesmas se-Kota Medan pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan penyuluhan kesehatan ini diisi oleh para dokter ahli onkologi (kanker) dari berbagai spesialisasi. Salah satunya Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar, MH.Kes, M.Ked(Surg), Sp.B, Subsp.Onk(K), FICS, yang membahas tentang penatalaksanaan kanker tiroid, salah satu jenis penyakit kanker yang menyerang kelenjar tiroid pada bagian leher depan manusia. “Penyebab kanker tiroid tidak pasti, ia multifaktor. Sama halnya dengan kanker payudara, kanker kulit, dan sebagainya. (Tapi) kanker 90 persen disebabkan oleh gaya hidup, serta 10 persen-nya karena genetik,” kata Prof Kamal yang setiap hari berpraktik di RS Adam Malik. Dijelaskannya, jumlah penyakit kanker tiroid ini secara klinis mencapai 19-39 persen dari kasus populasi orang dewasa, dan kebanyakan terjadi pada wanita dengan rasio 3:1 dibanding kasus pada pria. Sesi penyuluhan ini juga diisi dokter spesialis obgyn (kebidanan dan kandungan) subspesialisasi onkologi ginekologi, dr. Riza Rivany, M.Ked(OG), Sp.OG(K), Subsp.Onk, yang memaparkan tentang deteksi dini dan tata laksana kanker serviks. Kemudian, dokter spesialis onkologi radiasi dr. Montesqieu Silalahi, Sp.Onk.Rad(K), yang juga merupakan Kepala Departemen Onkologi RS Adam Malik, membahas terkait peran radioterapi dalam pelayanan kanker di RS Adam Malik. Sebelumnya, kegiatan ini dibuka oleh Direktur Utama RS Adam Malik diwakili oleh Plt. Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional Sri Wahyuni Sirait, SE, M.Si. Dalam sambutannya, Sri berharap para tenaga kesehatan dapat berperan aktif memberikan dukungan kepada para penderita kanker agar mereka tidak merasa sendiri. “Tidak hanya itu, perlu adanya edukasi pola hidup sehat agar tercegah dari kanker,” ucapnya lagi menambahkan. Sementara itu, RS Adam Malik sendiri sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera bagian utara terus membuktikan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah melawan dan menurunkan angka penyakit kanker di Indonesia. Salah satunya dengan menghadirkan pelayanan kesehatan paripurna dalam bidang onkologi, yang menjadi salah satu layanan unggulan di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini. RS Adam Malik juga tengah mempersiapkan layanan onkologi terpadu dalam satu gedung, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Gedung Onkologi Terpadu setinggi delapan lantai ini ditargetkan selesai pada tahun 2026, dengan kapasitas rawat inap 200 tempat tidur dan tiga kamar operasi, serta dilengkapi sejumlah alat kesehatan canggih, seperti SPECT CT, Gamma Camera, Linac, Brachytherapy, hingga PET Scan. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

Capaian Kinerja 2025, RS Adam Malik Raih 2 Penghargaan Nasional dari Kemenkes RI

Medan, 9 Februari 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik berhasil meraih 2 (dua) penghargaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk capaian kinerja tahun 2025. Kedua penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam even 3rd RS Kemenkes Award 2026 di Jakarta pada Kamis, 5 Februari 2026. “Perjalanan kita di tahun 2025 menghasilkan dua penghargaan dari Kemenkes. Satu dari rawat jalan, dan satu lagi dari instalasi gawat darurat (IGD). Terima kasih untuk kita semua. Untuk layanan lain, kita juga sudah dekat dengan prestasi, tapi memang harus kita tingkatkan lagi, supaya bisa kita capai lebih banyak lagi tahun ini,” ucap Plt Direktur Utama RS Adam Malik dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K) memberikan keterangan pada Senin (9/2/2026). Dijelaskan dr Zainal, penghargaan yang diterima kali ini terkait dengan waktu pelayanan di instalasi rawat jalan dan IGD sepanjang tahun 2025. Penghargaan tersebut yaitu Peringkat I RS Kemenkes dengan waktu pelayanan IGD terbaik tahun 2025 Kategori RS Umum, dan Peringkat III RS Kemenkes dengan waktu pelayanan rawat jalan terbaik tahun 2025 Kategori RS Umum. “Kita mampu memenuhi target waktu pelayanan IGD di bawah empat jam, dan menjadi peringkat satu terbaik di antara seluruh RS umum di bawah Kemenkes. Sedangkan untuk pelayanan rawat jalan, kita sudah bisa memberikan pelayanan rawat jalan dalam waktu dua jam tanpa pemeriksaan penunjang. Ke depannya, paling penting adalah melakukan pemeriksaan penunjang yang lebih cepat, tanpa ada penjadwalan, jadi harus dilayani di hari yang sama,” jelas dr Zainal. Selain itu, dalam keterangannya dr Zainal juga menyinggung soal peningkatan BOR (Bed Occupancy Ratio) atau persentase pemakaian tempat tidur pasien di RS Adam Malik sepanjang tahun 2025. “Di tahun 2025, BOR kita itu sudah di atas 90 persen. Artinya, rumah sakit ini selalu terisi penuh. Kita sudah melakukan upaya untuk menambah tempat tidur, tapi baru bisa terealisasi tahun depan, atau paling cepat di akhir tahun ini,” kata dr Zainal lagi. Berdasar laporan kinerja RS Adam Malik tahun 2025, diketahui bahwa RS vertikal Kemenkes RI di Sumatera Utara dengan kapasitas 758 tempat tidur ini mencatatkan BOR 94,6 persen. Angka ini mengalami peningkatan drastis dari 84,07 persen pada tahun 2024. Namun, jumlah tersebut sudah melebihi angka BOR ideal menurut Kemenkes RI, yaitu 60-85 persen. Kemudian, jumlah kunjungan pasien IGD juga mengalami peningkatan mencapai 4 persen dibandingkan tahun 2024, dengan jumlah total 31.817 kunjungan pada tahun 2025. Sedangkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan meningkat hingga 17 persen dibandingkan tahun 2024, dengan jumlah total 392.815 kunjungan sepanjang tahun 2025. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

Hari Gizi Nasional, RS Adam Malik Edukasi Puskesmas Se-Kota Medan Terkait Stunting

Medan, 26 Januari 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik menggelar edukasi kesehatan terkait stunting dalam rangka Hari Gizi Nasional (HGN) tahun 2026 yang diperingati setiap tahun pada tanggal 25 Januari. Penyuluhan kesehatan yang diikuti oleh perwakilan Puskesmas se-Kota Medan ini difasilitasi oleh Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran Rumah Sakit (PKPRS) di Aula Gedung Administrasi RS Adam Malik, Senin (26/1/2026). Dalam sambutannya, Direktur Medik dan Keperawatan RS Adam Malik Dr dr Otman Siregar SpOT Spine MH berharap Hari Gizi Nasional ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gizi seimbang. “Kegiatan penyuluhan kesehatan stunting ini dapat memberikan manfaat yang nyata, meningkatkan pengetahuan, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah pola hidup yang lebih sehat dan berkualitas,” ucapnya. Dalam kegiatan ini turut hadir pula perwakilan Dinas Kesehatan Kota Medan. Sedangkan sesi utama penyuluhan kesehatan diisi oleh dr David Luther MKed(OG) SpOG(K), serta dr Tiangsa Sembiring MKed(Ped) SpA(K) dan dr Winra Pratita MKed(Ped) SpA(K), yang membahas terkait dengan pencegahan dan penanganan masalah gizi ibu dan anak. Di antaranya, terkait upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan, pemenuhan nutrisi adekuat (nutrisi seimbang) pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting dan wasting (kurang gizi akut), serta tata laksana dan alur rujukan kasus stunting dan wasting. “Pemberian nutrisi dalam 1.000 HPK penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Rekomendasi WHO adalah pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan pemberian MPASI (makanan pendamping ASI) paling lambat usia 6 bulan. Pemberian nutrisi yang seimbang dan adekuat ini akan mencegah terjadinya stunting dan gizi buruk pada anak,” kata dr Tiangsa. Kegiatan ini sendiri menegaskan komitmen RS Adam Malik sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dalam perannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. RS vertikal Kementerian Kesehatan RI ini tidak hanya berperan dalam pelayanan pengobatan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam upaya promotif dan preventif. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

RS Adam Malik Siagakan Layanan Selama Nataru, 5 Dokter Spesialis Tugas di IGD 24 Jam

Medan, 24 Desember 2025 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan tetap berjalan selama libur dan cuti bersama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini akan tetap siaga selama 24 jam untuk memberikan pelayanan secara maksimal, dengan menugaskan 5 (lima) dokter spesialis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) setiap hari sepanjang masa liburan. “Manajemen sudah menginstruksikan kepala departemen, kepala instalasi, kepala unit pelayanan, termasuk sarana medis dan nonmedis, serta unit pendukung pelayanan lainnya untuk menyiapkan jadwal petugas selama masa liburan, serta memastikan kesiapan prasarana dan fasilitas agar pelayanan terhadap pasien tidak terkendala,” ucap Manajer Hukum dan Humas RS Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIKom pada Rabu (24/12/2025). Dijelaskannya lebih lanjut, selama libur Nataru, pelayanan kegawatdaruratan atau emergensi di RS Adam Malik akan tetap berjalan seperti biasa selama 24 jam setiap hari. Yaitu, pelayanan di IGD serta Kamar Bedah Emergency (KBE) di gedung yang sama, dan Unit Pelayanan Khusus Kegawatan Jantung (UPK2J) di Gedung Pusat Jantung Terpadu (PJT). “Di IGD, kami menugaskan lima dokter spesialis secara on site (bertugas di tempat) untuk layanan penyakit dalam, anak, bedah, anasthesi dan obgyn, setiap hari termasuk pada hari libur Nataru. Sedangkan dokter spesialis lain bertugas secara on-call (panggilan) sesuai dengan kasus pasien yang ditangani saat itu,” tambah Rosario lagi menerangkan. Adapun rujukan pasien dari rumah sakit lain tetap dapat dilakukan ke RS Adam Malik melalui aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) atau Call Center Rujukan IGD 0823-6457-9103 yang beroperasi selama 24 jam. Sedangkan khusus untuk rujukan kegawatdaruratan jantung, layanan dapat diakses melalui Call Center UPK2J PJT di nomor 0812-1000-3133. Selain pelayanan gawat darurat, RS Adam Malik juga memastikan pelayanan haemodialisa (HD) dan kemoterapi akan tetap buka pada hari libur tanggal 25-27 Desember 2025. Layanan ini tersedia untuk pasien yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Namun, kedua layanan ini akan tutup pada hari Minggu, 28 Desember 2025, dan buka lagi pada hari Senin, 29 Desember 2025. “Ini kita lakukan sebagai bentuk komitmen manajemen rumah sakit untuk memastikan keberlanjutan terapi bagi pasien yang membutuhkan perawatan rutin, terutama cuci darah dan kemoterapi. Namun, tentu saja mengikuti jadwal terapi yang sudah ditetapkan sebelumnya untuk masing-masing pasien di kedua layanan tersebut,” lanjut Rosario. Sementara itu, layanan poliklinik di Instalasi Rawat Jalan (IRJ), Poliklinik Jantung di PJT, serta rawat jalan eksekutif dan medical check-up (MCU) di Gedung Paviliun akan tutup selama libur dan cuti bersama Nataru. Begitu pula dengan layanan penunjang kedokteran nuklir dan radioterapi juga ditutup sementara selama tanggal merah akhir tahun ini. Seluruh layanan RS Adam Malik akan kembali normal setelah masa libur Nataru berakhir. (humas/ade) Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.