Search

Berita

Pesta Rakyat, Pasien RSUP H Adam Malik Gunakan Hak Pilih

Kamis, 18 April 2019    Medan – Pemilihan Umum serentak (Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif) untuk pertama kalinya telah selesai dilaksanakan di seluruh Republik Indonesia pada Rabu, 17 April 2019. Tidak terlewat, RSUP H Adam Malik turut mensukseskan pesta rakyat ini dengan menyediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS). RSUP H Adam Malik bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyediakan TPS mobile sehingga pasien dan keluarga pasien di RSUP H Adam Malik tidak kehilangan hak suaranya. Untuk dapat menyalurkan hak suaranya, pasien dan keluarga pasien cukup menunjukkan formulir pindah memilih atau A5. Sebanyak 1 orang pasien dan 1 orang keluarga pasien yang berasal dari Kelurahan Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun yang dirawat di Gedung Pusat Jantung Terpadu telah menyalurkan hak suaranya. Sama halnya dengan Pilkada tahun lalu, pemungutan suara di RSUP H. Adam Malik dilakukan dengan metode jemput bola melalui TPS mobile. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mendatangi pasien ataupun keluarga pasien secara langsung ke ruangan rawat inap. Pemungutan suara di rumah sakit pusat rujukan daerah Sumatera bagian Utara ini didampingi oleh Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Medan Tuntungan,  Perwakilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan awak media massa. (*/swt)

RSUP H Adam Malik Launching Unit Pelayanan Khusus Luka Bakar

Selasa, 16 April 2019 Medan – Sebagai upaya pengembangan layanan medis, RSUP H Adam Malik kini menghadirkan Unit Pelayanan Khusus Luka Bakar (UPKLB). Unit ini menjadi satu-satunya unit khusus luka bakar dengan tenaga profesional di Sumatera Utara. Pemotongan pita lambang resmi beroperasinya unit ini dilakukan oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik, dr Zainal Safri SpPD SpJP (16/04). Tingginya kasus luka bakar yang dirawat di RSUP H Adam Malik serta tingginya angka komplikasi awal maupun lanjut dari kasus luka bakar itu sendiri menjadi motivasi utama upaya pembentukan Unit Pelayanan Khusus Luka Bakar. “Untuk resusitasi tahap awal pada pasien luka bakar masih tetap dilaksanakan di Instalasi Gawat Darurat. Selanjutnya untuk pemulihan dilakukan di unit pelayanan khusus luka bakar,” jelas Kepala Unit Pelayanan Khusus Luka Bakar, dr Emil Akmal SpBP RE didampingi  Kepala Divisi Bedah Plastik, dr Frank Bietra Buchari SpBP K. Unit Pelayanan Khusus Luka Bakar difasilitasi 7 tempat tidur yang dibagi pada dua ruangan, ruang perawatan intensif dan ruang perawatan khusus pasien bermasalah. Ruang perawatan intensif memiliki 4 tempat tidur yang dilengkapi dengan suction, oksigen, nebulizer, monitor saturasi oksigen, pulse oxymetri, dan monitor jantung (ECG). Ruang perawatan khusus pasien yang memiliki resiko kematian tinggi memiliki 3 tempat tidur. “Pihak Manajemen mendukung penuh keberadaan unit ini. Kita berharap unit ini dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi pasien luka bakar. Tentunya dengan memberikan pelayanan yang menggutamakan keselamatan pasien dan membangun suasana nyaman dalam melayani,” jelas Direktur Medik dan Keperawatan dalam sambutannya. Zainal berharap dengan adanya unit ini dapat meningkatkan keuntungan rumah sakit. Untuk itu perlu ada perencanaan target capaian yang ditetapkan untuk menyeimbangkan output dengan input yang dihasilkan. Selanjutnya beliau mengajak seluruh petugas ikut berkomitmen dalam mewujudkan  hal ini. Sebagai rumah sakit pusat rujukan di wilayah Sumatera bagian Utara, UPKLB dilayani oleh Sumber Daya Manusia yang profesional yang dibentuk dalam satu tim khusus penanganan luka bakar yang terdiri dari dokter bedah plastik, dokter anastesi, dan tenaga perawat yang sudah berpengalaman dan mengikuti berbagai wokshop, simposium, dan pelatihan luka bakar tingkat nasional hingga tingkat internasional. Selain luka bakar, unit ini juga melayani pasien dengan kasus berbagai jenis luka serta menyediakan pelayanan home care. Dalam peresmian ini turut hadir Plh. Direktur Utama dr Mardianto SpPD-KEMD, Pejabat Struktural, Kepala Instalasi, Kepala Unit, Koordinator Penunjang, Pejabat Fungsional, dan para staf medis. (*/swt)

Kalahkan RSUD Aceh Tamiang, RSUP H Adam Malik Menang Telak 3–0

Senin, 01 April 2019 Medan – Hubungan kerjasama yang terjalin antara RSUP H. Adam Malik dengan RSUD Aceh Tamiang selama ini telah berjalan dengan baik. Untuk terus menjaga hubungan baik ini, keduanya sepakat mengadakan pertandingan sepak bola persahabatan dengan RSUD Aceh Tamiang sebagai tuan rumah, Minggu (31/03). Tim Sepakbola RSUP H. Adam Malik yang dipimpin oleh kapten dr Kamal Basri Siregar SpB Onk disambut hangat setibanya di lokasi oleh Direktur RSUD Aceh Tamiang, dr Mustaqim bersama Tim Sepakbola RSUD Aceh Tamiang. Pertandingan menarik ini pun segera dimulai ditandai dengan tendangan kick off dari Direktur RSUD Aceh Tamiang. Kedua klub bermain dengan begitu semangat, meski pertandingan ini merupakan kali pertama bagi keduanya. RSUP H. Adam Malik meraih kemenangan 3-0 pada pertandingan perdana ini. Kedua tim memanfaatkan laga sebagai momen untuk mempererat hubugan kerjasama. Direncanakan akan ada pertandingan persahabatan selanjutnya dimana RSUP H. Adam Malik akan menjamu RSUD Aceh Tamiang pada bulan April ini sebagai kunjungan balasan. (*/swt)

Menkes Hadiri Raker Kesda Sumut Tahun 2019

Kamis, 28 Maret 2019 Medan – Rapat Kerja Kesehatan Daerah Sumatera Utara (Raker Kesda Sumut) Tahun 2019 mengangkat lima isu utama yang menjadi tantangan bagi Sumatera Utara saat ini. Kelima isu yang dimaksud yaitu peningkatan cakupan dan mutu imunisasi, percepatan eliminasi tuberkulosis, percepatan penurunan stunting, percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonaternal (AKN) serta peningkatan pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Acara yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof Dr dr Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek SpM dan Sekjen Kementerian Kesehatan RI, drg Oscar Primadi MPH ini dilaksanakan di Ballroom Hotel Grand Mercure Medan Angkasa, 24 – 27 Maret 2019. “Untuk peningkatan pelayanan kesehatan khususnya di Sumatera Utara terkait kelima isu yang dimaksud, dibutuhkan rencana aksi ditingkat provinsi dan kabupaten atau kota secara strategis. Kami minta agar rencana aksi yang disusun dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan,” ujar Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajeckshah saat membuka Rapat Kerja ini. “Cakupan kesehatan semesta ini menjadi suatu keniscayaan dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yakni mewujudkan masyarakat Sumatera Utara bermartabat dalam kehidupan karena memiliki kesehatan yang prima,”ujarnya. Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof Dr dr Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek SpM memberi apresiasi terhadap semangat Pemerintah Provinsi dalam melakukan peningkatan kesehatan di Sumatera Utara. “Saya pribadi memberi apresiasi kepada Pemprov Sumut atas pembangunan kesehatan di Sumut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” jelasnya. Menurut Menkes, peningkatan kesehatan dapat dilakukan dengan mulai melakukan pembenahan rumah sakit dan peningkatan penyuluh kesehatan diharapkan juga harus menjadi prioritas kesehatan di Pemprov Sumut agar semua penyakit atau wabah bisa langsung diatasi dengan cepat. Pada Rakerkesda tahun ini, diadakan juga pameran kesehatan yang diikuti oleh beberapa unit kesehatan di Sumatera Utara. Stand Pameran RSUP H. Adam Malik terlihat ramai dikunjungi, tidak ketinggalan Menkes RI, Nila Moeloek juga mengunjungi secara langsung pada saat sampai di lokasi. Beliau tampak antusias membahas tentang layanan Implant Cochlea yang menjadi salah satu layanan unggulan RSUP H. Adam Malik. Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Khusus Menteri Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan, Donald Pardede, Direktur Utama RSU Pusat H. Adam Malik, dr Bambang Prabowo MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah se-Sumatera Utara, perwakilan Universitas dan organisasi profesi kesehatan di Sumatera Utara. (*/swt)

RSUP H Adam Malik Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia

Senin, 25 Maret 2019 Medan – Tuberkulosis merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu di Indonesia diantara penyakit menular lainnya. Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada tanggal 24 Maret setiap tahunnya, RSUP H. Adam Malik mengadakan rangkaian kegiatan pada hari Senin (25/03).  Tema HTBS 2019 secara Global adalah “It’s Time”, dimana Indonesia mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 yaitu “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya”. Rumah sakit milik kementerian ini melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bekerjasama dengan Poliklinik TB melangsungkan berbagai kegiatan di pelataran Poliklinik TB-MDR RSUP H. Adam Malik. Pasien dan keluarga pasien, masyarakat sekitar rumah sakit, komunitas yang bergerak dalam penanggulangan TB dan generasi muda menjadi peserta dalam kegiatan ini. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 350 Tahun 2017 dalam upaya penanggulangan TBC untuk mencapai target Eliminasi TBC 2030. “Kegiatan ini merupakan dukungan terhadap program Pemerintah Indonesia dalam pengendalian TBC sehingga ditargetkan pada tahun 2030 tidak ada lagi pasien TB, “ jelas narasumber dalam kegiatan ini sekaligus dokter spesialis paru, dr Parluhutan Siagian Sp P (K). “Untuk mencapai target tersebut, diperlukan komitmen dari semua pihak. Melalui penyuluhan ini kami menyampaikan bahwa semua pasien TB harus sembuh. Hal ini juga sebagai motivasi bagi pasien sehingga mengambil komitmen untuk sembuh,” tambah beliau. Rangkaian kegiatan yang diadakan dimulai dengan pemberian edukasi, pemberian leaflet kesehatan, free drink berupa susu, dan kampanye penggunaan masker kepada peserta kegiatan sebagai upaya penyebarluasan informasi TBC terkait pencegahan, penularan, dan pengobatan TBC dari SMF Paru. Kesembuhan pasien yang menjadi target pemerintah dapat diraih melalui aksi TOSS TBC yang merupakan singkatan dari Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh. Selain itu, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terkait dengan pencegahan penularan TBC yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Dengan peringatan ini diharapkan masyarakar semakin peduli dan berperan dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC, serta ikut menyebarluaskan informasi. (*/swt)