Search

Berita

Komisi IX DPR RI KUNKER KE RSUP H Adam Malik

Medan, 27 Juli 2019 Komisi IX DPR RI melakukan peninjauan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP H Adam Malik, Sabtu (27/07/2019). Peninjauan ini bagian dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Sumatera Utara pada Masa Reses Persidangan V Tahun Sidang 2018-2019. Rombongan komisi yang bertugas di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan ini dipimpin oleh ketua tim DR Saleh Partaonan Daulay M.Ag M.Hum MA, yang juga merupakan wakil ketua komisi, bersama 26 anggota lainnya di Komisi IX DPR RI. Pada kesempatan itu, rombongan langsung mengunjungi IGD RSUP H Adam Malik guna melihat implementasi Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) dan Sistem informasi Rawat Inap (SIRANAP). Turut mendampingi rombongan adalah Direktur Umum dan Operasional RSUP H Adam Malik dr Mardianto SpPD-KEMD yang mewakili Direktur Utama dr Bambang Prabowo MKes beserta sejumlah pejabat struktural dan kepala instalasi terkait. Sebelumnya, RSUP H Adam Malik juga diundang oleh Komisi IX DPR RI untuk rapat kerja bersama Gubernur Sumatera Utara, Kepala Dinas Kesehatan Provsu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provsu, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Medan, Kepala Balai Besar POM Sumatera Utara, Kepala Kanwil BKKBN Sumatera Utara, BBPLK Medan dan Kepala BP3TKI Sumatera Utara, bertempat di Kantor Gubernur Sumatera Utara, ruang rapat Ferdinan Lumbantobing, Jumat (26/07/2019). (*/rds)

RSUP H Adam Malik MeriahkanPekan Inovasi dan Investasi Sumut 2019

Sabtu, 27 Juli 2019 Medan – RSUP H Adam Malik kembalimemeriahkanPekan Inovasi dan Investasi Sumut 2019yangsudahmenjadi agenda rutinPemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu)setiaptahunnya, kamis – minggu25 – 28 Juli2019 di Lapangan Merdeka Medan. Tahun ini Pekan Inovasi dan Investasi Sumutmengangkattema “Peran Inovasi dan Investasi Daerah dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara”. Pekan Inovasi dan Investasi Sumut 2019 dilaksanakan dalam rangka mempromosikan hasil inovasi pembangunan daerah serta potensi dan peluang investasi di berbagai sektor sekaligus memasarkan produk-produk unggulan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.Adapun bentuk kegiatan yang ditampilkan antara lain pameran inovasi pembangunan dan investasi daerah, pameran produk kerajinan unggulan, investment forum, festival kuliner dan pagelaran seni budaya Nusantara dari seluruh Kabupaten / Kota di Sumatera Utara, BUMN/BUMD, PMA/PMDN, UKM/UMKM, Perbankan, Perguruan Tinggi serta dinas/instansi terkait lainnya. Diantara stand pameran,tampakstand RSUP HAdam Malikramaidikunjungioleh parapengunjung. WakilGubernur Sumatera Utara Drs. H. Musa Rajekshah, M.Hum didaulat membuka acara Pekan Inovasi dan Investasi Sumut 2019 kali ini dan terlihatmengunjungi stand RumahSakitvertikalini, dimanaRSUP H Adam Malik menyediakanlayanan donor darahbagi para pengunjung. Para pengunjungtampakantusiasmengikutiaksi donor darah di stand RSUP H Adam Malik, yang langsungdilayaniolehpetugas Unit TransfusiDarah (UTD), terlihatdariantrianpengunjung yang inginmendonorkandarahnya. Setiapkantongdarah yang telahdikumpulkaninikemudianakandisimpan di Bank Darahmilik UTD RSUP H Adam Malikdanakandidistribusikankepadapasien yang membutuhkan. (*/rds)

Hari Anak Nasional Tandai “Berpisahnya” Adam dan Malik

Rabu, 24 Juli 2019 Medan – Setiap tangggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN) sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Tema yang ditetapkan kali ini adalah “Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak”. Bertepatan dengan peringatan HAN, RSUP H. Adam Malik berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar dempet perut Adam dan Malik pada pukul 11.53 WIB, Selasa. (23/7) Bayi kembar siam usia 8 bulan asal Tapanuli Utara ini menjalani proses operasi pemisahan sekitar 5 jam. Persiapan panjang selama lebih dari 7 bulan yang dilakukan pihak rumah sakit akhirnya berbuah manis. Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H. Adam Malik, dr Zainal Safri SpPD SpJP berterima kasih banyak kepada tim dokter dan seluruh bagian yang terlibat. Menurutnya, hal ini merupakan tanggung jawab sosial untuk pelayanan masyarakat sekaligus prestasi bagi RSUP Haji Adam Malik di usianya yang ke 26 tahun. “Kita tetap akan mempertahankan tim ini. Apalagi rumah sakit kita sudah memiliki sertifikat JCI, dan tentunya semua alat dan ruangan yang kita gunakan sudah standar internasional,” pungkasnya. Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam Adam dan Malik, Prof DR H Guslihan Dasa Tjipta SpA(K) mengatakan saat ini kedua bayi kembar siam telah berada di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di Gedung Central Medical Unit (CMU) Lantai 3. “Kedua bayi ini dalam keadaan baik. Besok akan kita lakukan pertemuan lagi untuk menilai keadaan kedua bayi ini. Dalam waktu 24 jam ke depan ini akan terus dipantau,” ucapnya pada saat  Konferensi Pers di Gedung Pusat Jantung Terpadu Lantai 5. Sementara itu, dr Utama Abdi Tarigan SpBP sebagai dokter bedah plastik yang menangani operasi pemisahan kembar siam menambahkan, keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam ini dapat dilangsungkan karena didukung oleh alat rumah sakit yang sangat baik. Ia menuturkan, saat ini kondisi kedua bayi dalam keadaan stabil, tetapi masih membutuhkan pemantauan lanjut untuk melihat perkembangan lukanya pasca operasi dilangsungkan. “Semua pekerjaan kami sudah dapat terlaksana dengan baik. Untuk hasil lanjut, paling tidak baru bisa diketahui seminggu kedepan,” jelasnya. Ditempat yang sama, ayah bayi Adam dan Malik, Juliadi Silitonga tidak dapat menutupi rasa bahagianya. Silitonga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Rumah Sakit milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan pemerintah. “Berkat bantuan semuanya, anakku mulai kini dapat hidup layaknya bayi normal. Biarlah Tuhan yang menjaga anak kita sampai nanti mereka besar. Saya ini semangat luar biasa. Kalau sudah diberi izin, akan langsung saya bawa ke kampung berkumpul dengan keluarga,” ucapnya berseri-seri. Sebelumnya bayi pasangan Juliadi Silitonga dan Nurida Sihombing yang diberi nama Adam dan Malik ini lahir pada 22 November 2018 dengan berat badan 4,7 kilogram di RSUD Sibolga. Bayi kembar siam dempet perut ini kemudian dirujuk pada 27 November 2018 ke RSUP H Adam Malik dan dirawat di Ruang Perinatologi.  Saat dioperasi, bayi Adam dan Malik sudah berusia 8 bulan dengan berat badan 17 kilogram. (*/swt)  

Pengangkatan Kepala Instalasi di Lingkungan RSUP H Adam Malik

Senin, 15 Juli 2019 Medan – Dinamika merupakan hal yang lazim terjadi dalam suatu susunan organisasi atau kepegawaian. Ada pergantian, mutasi, demosi yang terjadi melalui proses yang cukup panjang. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik kali ini mengangkat 12 orang Kepala Instalasi di Aula Gedung Administrasi, Senin (15/7). Pembacaan Surat Keputusan Direktur Utama  RSUP H Adam Malik dr Bambang Prabowo MKes tentang pemberhentian dan pengangkatan menandakan kegiatan ini dimulai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas. Sebanyak 12 orang Kepala Instalasi yang diangkat diantaranya dr Radar Radius Tarigan MKed (PD) SpPD-KGH sebagai Kepala Instalasi Rawat Inap Terpadu A, dr Muhammad Rizki Yasril Mked (OG) SpOG (K) sebagai Kepala Instalasi Rawat Inap Terpadu B, dr Nelly Elfrida Samosir SpPK sebagai Kepala Instalasi Laboratorium Diagnostik, dr Otman Siregar SpOT (K) Spine sebagai Kepala Instalasi Bedah Pusat, Agustina Apt sebagai Kepala Instalasi Farmasi, Izharul Helmi Dalimunthe ST sebagai Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Medis, drg Helena Santa Pratidina Surbakti sebagai Kepala Instalasi Rekam Medis, Sri Novita Angkat SE sebagai Kepala Instalasi Verifikasi Asuransi Kesehatan, Sihar Silalahi SE MM sebagai Kepala Instalasi Laundry, Indra Singarimbun SKM sebagai Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan, dr Bastian Lubis MKed (An) SpAn-KIC sebagai Kepala Instalasi Perawatan Intensif, Ferry Santanova Sirait Skom sebagai Kepala Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS). Dalam sambutannya, Bambang mengutip pidato pertama kebijakan Presiden terpilih periode 2019–2024, Ir H Joko Widodo (Jokowi). Beliau mengatakan bahwa saat ini setiap pekerja dituntut untuk cepat dan tepat dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, RSUP H Adam Malik yang merupakan bagian dari pemerintahan harus ikut dalam mewujudkannya. “Kemarin Presiden Jokowi berpidato menjelaskan kebijakan yang akan diterapkan dalam lima tahun ke depan. Era sekarang butuh semuanya serba cepat dan tepat. Rumah Sakit tentunya harus dalam line yang sama. Visi dan misi setiap organisasi harus sejalan dengan visi dan misi Presiden,” jelas Bambang. Bambang juga menambahkan, Instalasi merupakan ujung tombak pelayanan di Rumah Sakit berstandar Internasional ini yang mana padat modal, tenaga, konflik dan sebagainya. Untuk itu, Bambang berharap setiap Kepala Instalasi memahami dengan jelas Tugas Pokok dan Fungsi masing-masing dan dapat berkoordinasi baik dengan lintas direktorat. “Saya cukup bangga para penunjang medis di Rumah Sakit ini berlaku profesional dalam melayani setiap pasien tanpa membeda-bedakan. Saya juga mengapresiasi semua Kepala Instalasi yg sudah melayani sebelumnya. Pekerjaan yg lain sudah menanti. Selamat bertugas. Keep spirit!” dukung Bambang dengan wajah yang berbinar. Turut hadir dalam acara Pengangkatan Kepala Instalasi ini seluruh Direksi, seluruh Pejabat Struktural, Kepala Instalasi, Kepala SMF, dan Pejabat Fungsional. (*/swt)

Gubsu Kunjungi Bayi Dempet Perut Adam dan Malik

Jumat, 12 Juli 2019 Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edi Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah mengunjungi bayi kembar siam dempet perut Adam dan Malik di RSUP H Adam Malik, Jumat (12/7). Ketika dikunjungi di ruangan perinatologi, bayi Adam dan Malik sedang tidur nyenyak. Ibu Adam dan Malik, Nurida Sihombing menjelaskan bahwa sebelumnya dia melahirkan si kembar di RSUD Sibolga, beberapa hari kemudian lalu di rujuk ke RSUP H Adam Malik. Dia berharap operasi yang telah dijadwalkan berjalan dengan lancar. “Mimpi apa waktu hamil, Bu? Bagus badan mereka, semoga kelak bisa jadi orang sukses,” harap Edi. Operasi pemisahan Adam dan Malik rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019 ini. Rumah Sakit milik Kementerian Kesehatan ini telah membentuk Tim khusus untuk operasi pemisahan ini yang melibatkan banyak bagian, mulai dari dokter anak, bedah anak, radiologi, jantung dan lain sebagainya. Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam Adam dan Malik, dr Rizky Adriansyah MKed(Ped) SpA(K) mengatakan, bayi tersebut sudah 7 bulan dirawat di RSUP H Adam Malik. Saat ini kondisinya sangat baik dan sehat dengan panjang badan 65 cm dan berat 17 kg. “Tim sebenarnya sudah beberapa kali rapat untuk penanganannya. Dalam 11 hari menuju jadwal yang ditentukan, beberapa pemeriksaan akan dilakukan seperti pemeriksaan darah dan sebagainya,” katanya. Menurutnya, biar pun saat ini kondisi Adam dan Malik dalam keadaan sehat namun tetap harus ada analisa risiko untuk mengantisipasi banyak kemungkinan. Tim dokter optimis dengan operasi yang akan dilakukan. Lanjutnya, tahun 2017 tim dokter juga sudah berhasil memisahkan bayi kembar siam Sahira dan Fahira yang mengalami kelainan pada jantung. “Sampai sekarang kondisi Sahira dan Fahira sehat, usianya sudah dua tahun. Dilihat dari hasil CT Scan, kasus bayi Adam dan Malik ini termasuk kategori yang lebih ringan. Hanya ada sedikit dempetan pada organ hatinya,” katanya. Pada kesempatan ini Direktur Utama RSUP H Adam Malik dr Bambang Prabowo MKes juga menginformasikan kepada Gubsu mengenai biaya perawatan si kembar yang sebagian besar nantinya akan ditanggung oleh Rumah Sakit, sisanya merupakan tanggungan BPJS. Hal ini ditanggapi dengan baik, Edi mengaku Pemerintah Provinsi akan berusaha membantu biaya yang dibutuhkan selama perawatan Adam dan Malik. “Pemprov pastinya akan berperan dalam hal ini (biaya pengobatan). Kita berkomitmen akan sama-sama dengan Rumah Sakit membantu keperluan perawatan bayi ini,” jelas Edi. Disela kunjungannya, Edi dan Musa menyempatkan diri untuk melihat Ambulance baru milik Rumah Sakit berstandar Internasional ini. Mobil berjenis van Sprinter tersebut dilengkapi perlengkapan ventilator, defibrillator, dan monitor. Ambulance ini didesain seperti layaknya mini ICU dimana pelayanan medis berupa pelaksanaan manajemen di UGD bisa dilakukan. (*/swt).