RS Adam Malik Kerja Sama dengan Arab Saudi Gelar Kegiatan Sosial Operasi Jantung

Selasa, 21 Mei 2024 / Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RS Adam Malik) bekerja sama dengan tim medis dari Arab Saudi menggelar kegiatan sosial operasi jantung di Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini terselenggara atas bantuan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief) dari Kerajaan Arab Saudi, bersama Muslim World League yang berbasis di Arab Saudi. Direktur Utama RS Adam Malik dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K) menyampaikan kegiatan sosial operasi jantung ini akan berlangsung dalam tiga periode. Saat ini, periode pertama untuk pasien bedan jantung dewasa sudah dimulai dan berjalan hingga seminggu ke depan sampai 27 Mei 2024, dan dilanjutkan pada 2-9 Juni 2024. Kemudian, periode kegiatan untuk pasien bedah jantung anak dilaksanakan pada 25 Juni 2024 sampai 1 Juli 2024. “Setiap periode rencananya akan melakukan operasi jantung dengan jumlah sekitar 15-20 pasien. Mudah-mudahan keseluruhannya bisa sesuai dengan target 60-70 pasien bedah jantung. Semua pasiennya merupakan penerima layanan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), sedangkan untuk operasi dan kebutuhan bahan medis operasi dibantu oleh Arab Saudi,” ucap dr Zainal memberikan keterangan pada Selasa (21/5/2024). Pada kesempatan itu, dr Zainal menyampaikan terima kasih kepada Arab Saudi dan semua pihak yang sudah membantu kegiatan operasi jantung ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman bersama organisasinya KSRelief yang sudah memberikan bantuan, dan juga Muslim World League. Terima kasih juga kepada Kementerian Kesehatan RI, dan RSJPD Harapan Kita selaku pengampu nasional layanan jantung yang telah memfasilitasi kerja sama ini,” tambah dr Zainal. Juru bicara tim medis dari KSRelief Dr Uthman Saad AlUthman mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam bidang kesehatan. “Di Medan masih banyak yang mengalami penyakit jantung kompleks, Sebelumnya kita sudah sukses melakukannya di Afrika dan wilayah lain. Semoga di sini juga berlangsung dengan baik dan akan terus berkelanjutan,” ungkap Dr Uthman pula. Sementara itu, Direktur Muslim World League Indonesia Abdurrahman Muhammad Amin Al Khayyat menjelaskan mereka sudah melakukan banyak kegiatan kemanusiaan, seperti di Afrika dan Asia. “Kegiatan besar operasi jantung ini pertama kali kita lakukan di Indonesia, yaitu di Medan. Semoga kegiatan ini berjalan dengan sukses dan lancar. Terima kasih untuk semua tim, dan juga rumah sakit yang telah memberikan kemudahan untuk kegiatan ini,” tambahnya. Tidak hanya membantu pelaksanaan operasi jantung kompleks, kerja sama dan bantuan dari Arab Saudi melalui KSRelief ini juga termasuk kegiatan proctorship (pembelajaran) dengan berbagi ilmu pengetahuan untuk peningkatan kompetensi SDM tenaga medis di RS Adam Malik, serta bantuan alat kesehatan dan bahan-bahan medis untuk operasi bedah jantung tersebut. Selain para dokter ahli, Arab Saudi juga mengirim perawat ahli, perfusionis dan teknisi medis dalam kegiatan ini. (humas/ade)
RS Adam Malik Mulai Operasional Kamar Operasi MOT, Didukung Teknologi Canggih

Selasa, 21 Mei 2024 / Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RS Adam Malik) memulai operasional kamar operasi MOT (Modular Operating Theatre) untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Selasa (21/5/2024). Kamar operasi baru ini didukung dengan sejumlah teknologi canggih yang mengadaptasi kebutuhan layanan medis terkini, dengan kapasitas sebanyak lima kamar operasi di Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD). Direktur Utama RS Adam Malik dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K) berharap kamar operasi MOT ini dapat meningkatkan kapasitas operasi di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini. “Utilitas dari kamar MOT ini harus cukup, setidaknya tiga kali operasi per hari setiap kamar operasi. Sehingga bisa meningkatkan jumlah operasi yang bisa kita layani setiap hari,” ucap dr Zainal dalam acara soft opening kamar operasi MOT ini. Kamar operasi MOT ini sendiri dirancang dengan pendekatan modular yang memungkinkan fleksibilitas tinggi dalam pengaturan dan konfigurasi kamar operasi sesuai kebutuhan medis. Setiap kamar operasi didukung dengan sistem terintegrasi yang dilengkapi teknologi canggih. Di antaranya, pintu hermetic otomatis dan kedap udara, sistem tata udara dengan hepafilter yang dapat membersihkan udara, serta peralatan medis lengkap sesuai standar terkini. Sebelumnya, RS Adam Malik sudah memiliki sebanyak 15 kamar operasi yang tersebar di beberapa gedung. Yaitu, 9 (sembilan) kamar operasi di Instalasi Bedah Sentral Gedung Medical Center Unit (MCU), 4 (empat) kamar operasi di ruang Kamar Bedah Emergency IGD, dan 2 (dua) kamar operasi jantung di Gedung Pusat Jantung Terpadu (PJT). Kemudian, kini ditambah dengan 5 (lima) kamar operasi MOT di Gedung IGD RS Adam Malik. Acara soft opening kamar operasi MOT ini turut pula dihadiri oleh Direktur Medik dan Keperawatan dr Otman Siregar SpOT(K), Direktur Perencanaan, Keuangan dan Layanan Operasional Drs Sudarto MM, Kepala Instalasi Gawat Darurat Dr dr Kamal Basri Siregar MKed(Surg) SpB(K)Onk FICS, Kepala Instalasi Bedah Sentral dr Kharisma Prasetya Adhyatma SpU, serta jajaran manajemen dan tim medis RS Adam Malik. (humas/ade)
RS Adam Malik Lepas Keberangkatan 7 Jamaah dan 4 Petugas Haji

Rabu, 8 Mei 2024 / Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RS Adam Malik) melepas keberangkatan 7 (tujuh) jamaah dan 4 (empat) petugas pada pelaksanaan ibadah haji tahun 1445 H atau tahun 2024 ini. Acara pelepasan keberangkatan haji di lingkungan rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini digelar di Masjid Nurul Iman RS Adam Malik, Rabu (8/5/2024). Sekretaris Majelis Kegiatan Rohani Islam (MKRI) RS Adam Malik Dr dr Kamal Basri Siregar MKed(Surg) SpB(K)Onk FICS mewakili manajemen RS Adam Malik melepas 11 pegawai yang akan berangkat pada pelaksanaan ibadah haji ini. Pada kesempatan itu, dr Kamal menyampaikan ucapan selamat dan mendoakan agar bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar. “Semoga menjadi haji yang mabrur dan sehat pulang kembali ke Tanah Air. Semoga nanti bisa menjadi contoh panutan yang terbaik di dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan kita di RS Adam Malik,” ucal dr Kamal yang juga merupakan Kepala Instalasi Gawat Darurat RS Adam Malik itu dalam kata sambutannya mewakili Direktur Utama RS Adam Malik. Bersamaan, diserahkan pula bingkisan bagi para jamaah dan petugas haji, yang disampaikan dr Kamal bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) RS Adam Malik dr Cherry Siregar MKes MKedClin SpMK. Kemudian, dilanjutkan sambutan dari perwakilan jamaah haji, disampaikan oleh dr Yunnie Trisnawati SpA(K) yang memohon doa agar bisa menjalani ibadah haji ini dengan baik. Acara pelepasan keberangkatan haji ini kemudian diisi dengan ceramah agama oleh Ustaz H Zulanhar Rangkuti SPdI yang menyampaikan tentang ibadah haji sebagai salah satu rukun Islam. “Semoga perjalanan ini menjadi perjalanan yang selalu mendekatkan kita kepada Allah SWT dan mencintai Rasulullah Muhammad SAW,” kata Ustaz Zulanhar dalam tausiyahnya. Dalam kegiatan ini, turut hadir Ketua Komite Mutu dan Keselamatan Pasien RS Adam Malik Dr Mohammad Fahdhy MSc SpOG, Ketua Badan Kenaziran Masjid Nurul Iman Mukhtar RS Adam Malik Rahmad Sedayu SSt MKes, serta jajaran manajemen dan para pegawai RS Adam Malik. (humas/ade)
RS Adam Malik Sukses Lakukan Transplantasi Ginjal Secara Mandiri

Senin, 6 Mei 2024 / Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RS Adam Malik) sukses melakukan operasi transplantasi ginjal secara mandiri pada Senin (6/5/2024). Operasi transplantasi ginjal secara mandiri yang pertama kali di RS Adam Malik ini dilakukan di Kamar Bedah Emergency (KBE) Gedung Instalasi Gawat Darurat RS Adam Malik sejak pukul 07.00 WIB pagi. Operasi transplantasi ginjal ini sekaligus merupakan yang kedelapan kalinya dilakukan di RS Adam Malik sejak dimulai pada tahun 2017 lalu. Selama ini, program tersebut dijalankan melalui pengampuan dari Tim Transplantasi Ginjal RS Cipto Mangunkusumo selaku rumah sakit pengampu nasional layanan uronefrologi. Kemudian, RS Adam Malik dinilai sudah bisa melakukan operasi transplantasi ginjal ini secara mandiri sejak bulan Maret 2024. “Ini adalah perjalanan panjang yang sudah dimulai sejak tahun 2017, sampai sekarang sudah tujuh tahun. Saya yakin tanpa komitmen yang kuat, baik dari tim pengampu maupun tim internal, ini tidak akan mungkin tercapai. Mudah-mudahan ini nantinya akan berkesinambungan untuk pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Direktur Medik dan Keperawatan RS Adam Malik dr Otman Siregar SpOT(K) dalam syukuran bersama tim sehari sebelumnya. Sementara itu, Prof Dr dr Nur Rasyid SpU(K) dari Tim Transplantasi Ginjal RS Cipto Mangunkusumo meyakini program transplantasi ginjal di RS Adam Malik dapat berjalan dengan baik ke depannya. “Kami sangat yakin bahwa Tim Transplantasi Ginjal RS Adam Malik akan sangat berkembang dengan baik. Dukungan dari manajemen akan membuat ini sustain (bertahan),” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu pula. Sedangkan Ketua Tim Transplantasi Ginjal RS Adam Malik dr Alwi Thamrin Nasution SpPD-KGH mengucapkan terima kasih kepada Tim Transplantasi Ginjal RS Cipto Mangunkusumo yang selama ini telah mendampingi program transplantasi ginjal di rumah sakit Kelas A di wilayah Sumatera Utara ini. “Dari awal telah membimbing kami melakukan transplantasi ginjal di RS Adam Malik. Dalam perjalanannya, kami belajar, dan akhirnya kami bisa mandiri,” ucapnya. Pada operasi transplantasi ginjal yang kedelapan dan yang pertama kali secara mandiri di RS Adam Malik ini, pasien resipien atau penerima donor merupakan seorang laki-laki inisial RD berusia 35 tahun, warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sedangkan pasien donor adalah ibu kandungnya sendiri inisial S berusia 56 tahun, warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang memutuskan untuk mendonorkan salah satu ginjalnya sejak bulan Agustus 2023. Kedua pasien masuk ke kamar operasi masing-masing sejak pukul 07.00 WIB, dan kemudian operasi berlangsung hingga sekitar 5-6 jam. Selanjutnya, setelah berhasil menjalani transplantasi ginjal ini, baik pasien resipien maupun pasien pendonor akan menjalani rawat inap selama beberapa hari sebelum diperbolehkan untuk rawat jalan dengan tetap melakukan pemeriksaan secara berkala di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini. Operasi transplantasi ginjal ini dilakukan secara mandiri oleh Tim Transplantasi Ginjal RS Adam Malik yang beranggotakan dokter spesialis di bidang urologi dan nefrologi, didukung oleh dokter spesialis anestesi dan radiologi, serta para perawat ahli. Sedang Tim Transplantasi Ginjal RS Cipto Mangunkusumo tetap hadir menyaksikan pelaksanaan operasi secara mandiri ini. Tim Transplantasi Ginjal RS Cipto Mangunkusumo yang hadir adalah Prof Dr dr Nur Rasyid SpU(K), dr Arry Rodjani SpU(K), Dr dr Maruhum Bonar Hasiholan Marbun SpPD-KGH, dr Raden Besthadi Sukmono SpAN-TI SubspAR(K), dan dr Sahat Basana Romanti Ezer Matondang SpRad(K) yang hadir langsung dari Jakarta. (humas/ade)
RS Adam Malik Berhasil Lakukan Operasi Kasus Langka Polimelia pada Balita

Senin, 29 April 2024 / Medan – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RS Adam Malik) kembali mencatatkan pencapaian baru dalam pelayanan kesehatan. Rumah sakit vertikal Kesementerian Kesehatan RI ini baru saja berhasil melakukan operasi sebuah kasus langka disebut polimelia yang dialami seorang pasien balita asal Aceh. Operasi ini telah berlangsung pada 20 April 2024 lalu. Operasi ini dipandu oleh dr Iman Dwi Winanto SpOT(K), dokter spesialis orthopaedi dan traumatology divisi pediatric (anak) dari KSM Orthopaedi dan Traumatology RS Adam Malik. Tim medis bekerja sama dengan dr Abdurrahman Mousa Arsyad MKed(NeuSurg) SpBS(K) dari KSM Bedah Saraf dan dr Arya Tjipta Prananda SpBP-RE(K) dari KSM Bedah Divisi Bedah Plastik, serta Dr dr Dadik Wahyu Wijaya SpAn KAO dan dr Luwih Bisono SpAn KAR dari KSM Anestesiologi dan Terapi Intensif. “Kasus langka ini merupakan kelainan kongenital duplikasi tungkai bawah yang disebut polimelia, disertai dengan kondisi kelainan pembentukan tabung saraf tulang belakang atau disebut spina bifida. Penyakit ini diderita oleh seorang pasien balita perempuan berusia 1,5 tahun asal Tapak Tuan, Aceh Selatan,” kata dr Iman memberikan keterangan. Dijelaskan lebih lanjut oleh dr Iman, kelainan ini sendiri merupakan kelainan bawaan yang sangat jarang dan tidak umum terjadi pada manusia. Kelainan ini disebabkan oleh karena tidak berhasilnya pemisahan zigot kembar pada masa kehamilan. Kelainan ini lalu mengakibatkan terjadinya gangguan berjalan hingga mengganggu tumbuh kembang bayi setelah lahir. ”Polimelia mengacu pada kondisi munculnya organ ekstra atau anggota badan pada bayi baru lahir, suatu kondisi yang mempengaruhi sekitar satu bayi dari setiap satu juta kelahiran hidup. Operasi pengangkatan anggota tubuh tambahan ini sangat sulit untuk dilakukan, karena minimnya jumlah kasus yang ada atau terpublikasikan di Indonesia dan dunia,” lanjut dr Iman. Pada kasus yang ditangani tim medis RS Adam Malik ini, awalnya pasien mengalami kesulitan saat berbaring dan berjalan sejak lahir. Ini disebabkan karena adanya tulang yang menonjol keluar dari tulang belakang pada area paha kanan bagian belakang. Tulang itu semakin membesar seiring dengan pertambahan usia pasien, sehingga mengakibatkan terjadinya luka. Operasi selama sekitar empat jam dilakukan untuk mengeluarkan tulang tungkai bawah yang telah tumbuh menonjol keluar tersebut. “Hasil pasca operasinya baik setelah menjalani tindakan bedah, dan tentunya tanpa gejala sisa atau kecacatan apa pun hingga saat ini. Hal ini tentunya mengukir sejarah RS Adam Malik dalam penanganan kasus langka seperti ini,” ucap dr Iman. Ditambahkan dr Iman, kondisi pasien saat ini terus membaik hingga diperbolehkan pulang untuk rawat jalan pada 26 April 2024. Selanjutnya, pasien menjalani pengobatan dan pemeriksaan pasca operasi. Dr Iman pun berharap penanganan kasus langka ini bisa memberi manfaat bagi semua pihak, terutama dalam pelayanan kesehatan di Sumatera Utara dan sekitarnya. (humas/ade)