Search

Berita

RSUP H Adam Malik Siap Dukung Satgas Pemberantasan Narkoba Sumut

Medan (20/12/2016) – RSUP H Adam Malik siap untuk mendukung penuh Satuan Tugas Pemberantasan, Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Provinsi Sumatera Utara, demi memutus rantai penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Sumatera Utara. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama RSUP H Adam Malik dr Bambang Prabowo MKes, Selasa (20/12/2016). “Dalam hal ini, RSUP H Adam Malik juga ikut berperan serta. Kita sudah mengusulkan nama untuk ikut di dalam Satgas Pemberantasan Narkoba di Sumatera Utara ini,” ujar dr Bambang Prabowo MKes didampingi Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Humas A.F. Sabarina Saragih SH MH, usai acara pelantikan Satgas Pemberantasan, Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Provinsi Sumut di Aula Kantor Bupati Deli Serdang, Lubuk Pakam. Disampaikannya, RSUP H Adam Malik mengirimkan dokter spesialis kedokteran jiwa bergabung dalam satgas tersebut, untuk mendukung pelayanan rehabilitasi bagi para pecandu narkotika. Dia berharap satgas ini bisa melibatkan semua unsur terkait, termasuk rumah sakit. Menurutnya, rehabilitasi terhadap para pencadu narkotika harus dilakukan oleh para ahli yang ada di rumah sakit. Selain itu, dr Bambang Prabowo MKes juga menyatakan RSUP H Adam Malik siap untuk menerima dan melakukan rehabilitasi bagi para pecandu narkotika di Sumatera Utara dan sekitarnya. Dijelaskannya, rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini sudah ditunjuk sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) pecandu narkotika sejak 2012. “Kita siap untuk rehabilitasi pecandu narkotika. Kita sudah jadi IPWL itu sudah lama. Tapi, saya setuju dikatakan Bapak Kepala BNN RI, bahwa rehabilitasi itu tidak ada jaminan sebetulnya. Kalau yang rehabilitasi, silahkan direhabilitasi. Tapi bagaimana kita memutus rantai peredarannya, itu yang paling utama,” tambah dr Bambang Prabowo MKes. Berdasarkan data dari Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sumut, angka penyalahgunaan narkotika di Sumut sudah mencapai 350.000 orang, atau sekitar 3,2% dari total penduduk. Oleh karena itu, Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) RI Komisaris Jenderal Budi Waseso berharap upaya pemberantasan narkotika ini harus dilakukan bersama. “Narkotika tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Ini harus bersinergi sesuai dengan peran masing-masing,” ucapnya. Usai melantik Satuan Tugas Pemberantasan, Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Provinsi Sumut, Komjen Budi Waseso menerima hibah dari Pemerintah Provinsi Sumut berupa 12 unit mobil tes urine, 1 unit mobil insenerator (pemusnah) narkotika, dan 1 unit mobil videotron untuk BNN Provinsi Sumut. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemusnahan narkotika berupa sabu seberat 1.929,76 gram dan ganja seberat 6.931,5 gram melalui mobil insenerator. Acara pelantikan ini juga turut dihadiri oleh Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Kepala BNN Provinsi Sumut Brigadir Jenderal Andi Loedianto, dan sejumlah pejabat lainnya di Sumut. (*/aepm)

RSUP H Adam Malik Resmikan Operasional Bedah Jantung PJT

Medan (19/12/2016) – RSUP H Adam Malik meresmikan operasional Kamar Bedah Jantung dan ICU Bedah Jantung Pusat Jantung Terpadu (PJT), Senin (19/12/2016). Acara peresmian ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama RSUP H Adam Malik dr Bambang Prabowo, MKes di Instalasi PJT RSUP H Adam Malik. Dalam kata sambutannya, dr Bambang Prabowo MKes menyampaikan bahwa pelayanan bedah jantung di RSUP H Adam Malik sendiri sudah dikenal baik sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, untuk di luar pulau Jawa, pelayanan bedah jantung di RSUP H Adam Malik menjadi salah satu rujukan bagi banyak rumah sakit lainnya. “Sebelum saya ditugaskan di sini, nama RSUP H Adam Malik dalam kegiatan bedah jantung sudah berkibar. Di luar pulau Jawa, kegiatan bedah jantung berpusat di RSUP H Adam Malik. Saya berikan apresiasi kepada tim bedah jantung,” ungkap dr Bambang Prabowo MKes yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Soerojo Magelang, Jawa Tengah. Kini sebagai Direktur Utama RSUP H Adam Malik, dr Bambang Prabowo MKes menyatakan siap untuk mendukung dan memfasilitasi semua kegiatan bedah jantung yang dilakukan di rumah sakit ini. Dia juga akan terus mengupayakan ke Kementerian Kesehatan, agar mendapatkan tambahan alat-alat kesehatan untuk menunjang pelayanan bedah jantung di RSUP H Adam Malik. Sementara itu, Ketua Tim Bedah Jantung RSUP H Adam Malik dr Marshal SpB, SpBTKV(K), mengatakan bahwa pelayanan bedah jantung di RSUP H Adam Malik sudah dimulai sejak tahun 2002, namun dengan alat-alat yang masih sangat terbatas. “Kami lakukan operasi jantung dengan pinjaman alat dari rumah sakit lain. Kami mulai dengan berdikari, kerja dengan tim sendiri dari RSUP H Adam Malik,” ceritanya. Ditambahkan pula oleh Kepala Instalasi PJT RSUP H Adam Malik dr Isfanuddin Nyak Kaoy SpJP(K), dia berharap agar pelayanan bedah jantung di rumah sakit ini bisa berjalan dengan lebih baik. “Ke depan kita harap berjalan baik, dikenal di mana-mana. Mudah-mudahan ini berlanjut dan berjalan lancar,” ujarnya. Sebagai salah satu pelayanan unggulan di RSUP H Adam Malik, pelayanan bedah jantung di Instalasi PJT RSUP H Adam Malik ini didukung dengan fasilitas berupa 2 (dua) ruangan OK Bedah Jantung untuk tindakan operasi dan 10 tempat tidur di ruangan ICU Pasca Bedah Jantung sebagai ruangan rawat inap. Sebelum operasional bedah jantung di Instalasi PJT ini diresmikan, pelayanan sudah dilakukan di Instalasi Bedah Pusat dan Instalasi Anestesiologi RSUP H Adam Malik. Acara peresmian ini ditutup dengan kegiatan simbolis berupa pemotongan nasi tumpeng oleh dr Bambang Prabowo MKes. Dalam acara ini, turut hadir para direksi, pejabat struktural dan instalasi, serta tim bedah jantung RSUP H Adam Malik. (*/aepm)

RSUP H Adam Malik Kirim Tim Tanggap Darurat ke Lokasi Gempa Pidie Jaya Aceh

Medan (7/12/2016) – RSUP H Adam Malik turut berduka atas bencana gempa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12/2016). Sebagai bentuk kepedulian, rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan ini telah menurunkan tim tanggap darurat ke lokasi bencana untuk membantu penanganan medis para korban. “Sebagai rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, RSUP H Adam Malik tentu berkewajiban merespon cepat setiap kejadian bencana alam yang ada di Indonesia, khususnya di Aceh,” ungkap Direktur Keuangan selaku Plh Direktur Utama RSUP H Adam Malik dr Welly Refnealdy MKes kepada wartawan di Medan, Sumatera Utara, Rabu (7/12/2016). Disampaikannya, bahwa RSUP H Adam Malik sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit setempat, dan mengirimkan tim medis untuk kebutuhan darurat. Tim pertama ini berjumlah sebanyak 4 (empat) orang, yang terdiri dari 2 (dua) dokter spesialis anastesi dan 2 (dua) perawat mahir gawat darurat. Selain itu, RSUP H Adam Malik juga sudah mengumpulkan tim kedua yang siap untuk diberangkatkan kapan saja ke lokasi bencana gempa bumi Pidie Jaya. Tenaga yang sudah disiapkan adalah dokter spesialis anestesi sebanyak 5 (lima) orang, dokter spesialis orthopedi 5 (lima) orang, perawat mahir 12 orang, serta tenaga farmasi, gizi dan tenaga lainnya yang mungkin dibutuhkan. “Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan sudah ada langkah-langkah instruksi, agar kita menyiapkan tenaga yang dibutuhkan dilapangan, dan siap diberangkatkan kapan saja.Saat ini, kita menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan, sambil mencari informasi apa yang dibutuhkan di sana. Kapan pun diinstruksikan dari pusat, kita siap berangkat,” tambahnya. Dr Welly juga menyebutkan bahwa tenaga medis yang dikirimkan oleh RSUP H Adam Malik ke lokasi gempa bumi Pidie Jaya nantinya akan bertugas sampai masa tanggap darurat dianggap selesai. Selain itu, ia juga mengatakan bahwapihak rumah sakit siap menampung, jika ada korban gempa yang harus dirujuk ke RSUP H Adam Malik Sementara itu, Kepala Instalasi Gawat Darurat RSUP H Adam Malik dr Ade Veronica HY, SpAN, KIC menambahkan, bahwa terkait bencana gempa bumi di Pidie Jaya ini, RSUP H Adam Malik sudah menyiapkan alat-alat kesehatan untuk menangani para korban, jika ada yang dirujuk ke rumah sakit ini. “Semua peralatan dan tenaga juga sudah siap. Kita juga sudah berkoordinasi dengan unit-unitterkait,” jelasnya.(*/aepm)   Informasi lebih lanjut : Masahadat Ginting, SE Kepala Sub Bagian Humas dan Pemasaran RSUP H. Adam Malik Kementerian Kesehatan Jl. Bunga Lau No. 17 Medan Tuntungan Km. 12 Medan Telp. (061) 8364581 – 8360143 0 8360051 ext. 164 Fax. (061) 8360255 humasadammalik@gmail.com – www.rsham.go.id    

RSUP H Adam Malik Terima Kunjungan Yayasan Kanker Anak Singapura

Medan, 3 Desember 2016 – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik menerima kunjungan yayasan kanker anak dari Singapura, Children’s Cancer Foundation (CCF), Sabtu (3/12/2016) siang. Sekitar 80 orang relawan bersama pasien kanker anak dari Singapura yang berkunjung bersama Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM) ini diterima langsung oleh Direktur Utama RSUP H Adam Malik dr Bambang Prabowo, MKes di pelataran Gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP H. Adam Malik. “Ucapan terima kasih kami atas kunjungan ini, sebagai hiburan dan motivasi bagi pasien kanker anak yang saat ini mendapat perawatan, sehingga mendorong mereka lebih bersemangat untuk menjalani terapi,” ucap Dr Bambang Prabowo dalam konferensi pers bersama sejumlah media cetak dan elektronik yang hadir. Kunjungan ini ditandai pula dengan dimulainya kerjasama yang baik antara RSUP H Adam Malik dengan CCF Singapura melalui pertukaran cinderamata. Dr Bambang Prabowo dengan didampingi oleh Kepala Instalasi Rawat Inap Terpadu Dr Fajrinur SpP dan Kepala Sub Bagian Humas Masahadat Ginting, SE, menyerahkan langsung kain ulos kepada perwakilan CCF Singapura sebagai bentuk ungkapan terima kasih. Terkait pelayanan kanker anak, Dokter Onkologi RSUP H Adam Malik Prof dr Bidasari Lubis, SpA(K) mengungkapkan jumlah kunjungan pasien kanker anak di RSUP H Adam Malik pada tahun 2016 ini sebanyak 2.884 orang pasien rawat jalan dan 640 orang pasien rawat inap. “Kasus kanker anak terbanyak yang dirujuk adalah leukemia akut atau Acute Limphoblastic Leukemia (ALL),” jelas Prof dr Bidasari Lubis, SpA(K). Untuk melayani pasien kanker anak, RSUP H Adam Malik memiliki sebanyak 4 (empat) dokter onkologi, yakni Prof dr Bidasari Lubis, SpA(K) sebagai koordinator, serta dr Nelly Rosdiana, SpA(K), dr Selvi Nafianti, SpA(K), dan dr Olga Rasiyanti Siregar, MKed(Ped), SpA(K). Salah satu keunggulan RSUP H Adam Malik adalah pelayanan unit transfusi darah yang yang belum banyak dimiliki balai kesehatan lainnya. Selain itu, pelayanan dari BPJS Kesehatan juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berobat. Dalam acara kunjungan ini, para relawan dan pasien kanker anak dari Singapura berbaur dengan relawan YOAM dan pasien kanker anak di RSUP H Adam Malik. Mereka menggelar pesta bertema ‘Hutan Fiesta’ untuk memacu semangat para pasien kanker anak. Semua pasien dan keluarganya itu dihibur berbagai kegiatan berupa permainan berhadiah, kerajinan tangan, makanan sehat, dan souvenir. “Kehadiran kami ke Medan membawa pasien kanker anak dan keluarganya bertemu pasien kanker anak di RSUP H Adam Malik, untuk saling memberi harapan dan keyakinan bahwa mereka bisa sembuh,” ungkap Senior Social Worker CCF Fion Yip. Ketua YOAM Rizanul Arifin yang turut menginisiasi kunjungan ini menyambut baik digelarnya acara yang melibatkan para pasien kanker anak di RSUP H Adam Malik. “Acara ini dapat memberikan keceriaan pada pasien kanker anak, dan kita harapkan bisa menstimulasi semangat mereka untuk sembuh,” harapnya. (***) Informasi lebih lanjut : Masahadat Ginting, SE Kepala Sub Bagian Humas dan Pemasaran RSUP H. Adam Malik Kementerian Kesehatan Jl. Bunga Lau No. 17 Medan Tuntungan Km. 12 Medan Telp. (061) 8364581 – 8360143 0 8360051 ext. 164 Fax. (061) 8360255 humasadammalik@gmail.com – www.rsham.go.id admin@rsham.go.id

Dokter Anak Se-Sumatera Kunjungi Pelayanan Thalasemia RSUP H Adam Malik

Medan, 4 Desember 2016 – Dokter anak dari berbagai daerah di Sumatera mengunjungi unit pelayanan thalasemia Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Minggu (4/12/2016). Bersama Dokter Onkologi RSUP H Adam Malik Prof Dr Bidasari Lubis, SpA(K), para dokter anak yang berasal dari Sumatera Utara, Aceh, Bengkulu, Riau, dan Kepulauan Riau itu melihat langsung pelayanan di Thalasemia Center RSUP H Adam Malik, serta bertemu dengan pasien thalasemia dan keluarganya. “RSUP H Adam Malik telah memiliki Thalasemia Center dengan pelayanan ‘One Day Care’ sejak bulan Agustus 2016. Melalui pelayanan ini, maka penderita thalasemia dapat menerima pengobatan dalam satu hari. Pasien thalasemia mayor dan intermedia yang datang dengan kadar darah merah, Hb ≤ 9 g/dL, dapat dilayani secara menyeluruh pada jam kerja, mulai hari Senin hingga Jumat, meliputi pemeriksaan laboratorium, transfusi darah, dan bila perlu mendapat obat kelasi,” jelas Prof DR Bidasari Lubis. Penyakit thalasemia merupakan penyakit kelainan darah merah (hemoglobin) yang diakibatkan faktor genetik. Kelainan hemoglobin ini jadi kelainan genetik paling serius didunia pada saat ini, karena tidak dapat diobati dan tidak punya harapan hidup normal. Kepala Instalasi Rawat Inap Terpadu RSUP H Adam Malik Dr Fajrinur SpP menyampaikan jumlah pasien thalasemia yang dirujuk ke RSUP H Adam Malik mengalami peningkatan, setelah dibukanya pelayanan ‘One Day Care’. Selain itu, pelayanan BPJS Kesehatan juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera berobat. “Sampai saat ini, ada total sekitar 50 pasien thalasemia yang telah menjalani pengobatan di RSUP H. Adam Malik, dengan rata-rata 1-2 pasien per hari,” tambahnya. Untuk memberikan pelayanan terbaik, RSUP H Adam Malik telah menyiapkan ruang perawatan khusus dengan kapasitas 7 (tujuh) tempat tidur. Sebanyak 4 (empat) dokter onkologi, yakni Prof dr Bidasari Lubis, SpA(K) sebagai koordinator, serta dr Nelly Rosdiana, SpA(K), dr Selvi Nafianti, SpA(K), dan dr Olga Rasiyanti Siregar, MKed(Ped), SpA(K), juga siap memberikan pelayanan medis kepada pasien thalasemia. Pelayanan transfusi darah yang dibutuhkan oleh pasien thalasemia juga hanya bisa dilakukan di RSUP H Adam Malik dan Palang Merah Indonesia (PMI). Selain itu, pelayanan transfusi darah di rumah sakit ini telah dilengkapi NAT (alat screening HIV), yang belum banyak dimiliki unit transfusi darah di balai kesehatan lainnya di Indonesia. “Pelayanan transfusi darah hanya bisa dilakukan oleh rumah sakit pemerintah dan PMI, sesuai peraturan Kementerian Kesehatan. Tidak banyak rumah sakit di Indonesia yang memiliki unit transfusi darah. Untuk pasien thalasemia, mereka harus mendapatkan hemoglobin segar langsung setelah tranfusi darah, tidak bisa dari bank darah,” ungkap Wakil Kepala Unit Transfusi Darah RSUP H Adam Malik Dr Tonny SpPK pula. Dalam acara ini, turut hadir pula pembicara dari Kementerian Kesehatan Dr Yuyun Soedarmono, MSc, yang merupakan mantan Direktur Unit Donor Darah Pusat PMI. Sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik juga turut meliput kegiatan ini. (***) Informasi lebih lanjut : Masahadat Ginting, SE Kepala Sub Bagian Humas dan Pemasaran RSUP H. Adam Malik Kementerian Kesehatan Jl. Bunga Lau No. 17 Medan Tuntungan Km. 12 Medan Telp. (061) 8364581 – 8360143 0 8360051 ext. 164 Fax. (061) 8360255 humasadammalik@gmail.com – www.rsham.go.id admin@rsham.go.id