Workshop Pemberian Terapi Cairan Intravena Perifer di RSUP H Adam Malik
Dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi para perawat, RSUP H Adam Malik melalui Instalasi Pendidikan dan Pelatihan menggelar Workshop Pemberian Terapi Cairan Intravena Perifer di Gedung Lab Skill RSUP H Adam Malik, Jumat (20/10/2017). Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 30 perawat RSUP H Adam Malik ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari, sejak Selasa (17/10/2017). Dalam workshop ini, menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RSUP H Adam Malik Resmi Masdelina Siregar SKep Ners, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Utara yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Misrah Panjaitan SKep Ners MKep yang juga Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUP H Adam Malik, serta dua perawat anestesi RSUP H Adam Malik, Suheri SKep Ners dan Yusuf AR Daulay SKep Ners. Kegiatan berupa inhouse training ini sendiri sebelumnya sudah dilaksanakan dalam 10 gelombang pada 2016, dan juga 4 (empat) gelombang pada 2017. (*/aepm)
RSUP H Adam Malik Gelar Lokakarya Rumah Sakit Pendidikan
RSUP H Adam Malik menggelar Lokakarya Rumah Sakit Pendidikan dengan tema ‘Implementasi Standar Academic Medical Center (AMC) di Rumah Sakit Pendidikan’ di Grand Swiss-Belhotel Medan, Kamis (19/10/2017). Kegiatan ini menghadirkan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Bambang Wibowo, SpOG(K) dan Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) RI Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD sebagai pembicara, yang membahas kebijakan pada masing-masing kementerian dalam hal penyelenggaraan rumah sakit pendidikan. “Tanggung jawab antara fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan sangat erat dalam menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan kedokteran tersebut,” jelas dr Bambang Wibowo, SpOG(K) saat menyampaikan pemaparan tentang kebijakan Kemenkes RI dalam penetapan rumah sakit pendidikan. Disebutkannya pula, untuk menjadi rumah sakit pendidikan, setiap institusi pelayanan kesehatan wajib memenuhi persyaratan yang menjamin mutu dalam pendidikan dan keselamatan dalam pelayanan kesehatan. Ukurannya sendiri, harus lulus dalam akreditasi rumah sakit pendidikan. Sedangkan Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD menyampaikan tentang kebijakan Kemristekdikti RI dalam mendukung pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis di rumah sakit pendidikan. Menurutnya, Kemristekdikti sendiri sudah menggagas dan melaksanakan konsep ‘Academic Health System (AHS)’ dalam rangka pengembangan kemitraan antara perguruan tinggi dengan rumah sakit pendidikan untuk menyelenggarakan kegiatan penelitian, pelayanan klinis, serta pendidikan dan pelatihan. “Sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan itu sangat penting, untuk peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian, serta pelayanan kesehatan,” kata Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD. Dalam standar akreditasi rumah sakit pendidikan dari Kemenkes RI, konsep dari Kemristekdikti RI tersebut dikenal dengan ‘Academic Medical Center (AMC)’, yang mewadahi dan mengatur kerja sama antara rumah sakit pendidikan dan fakultas kedokteran dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran di rumah sakit. Sementara, dalam kata sambutannya Direktur Utama RSUP H Adam Malik dr Bambang Prabowo MKes menyampaikan bahwa lokakarya ini dilaksanakan dalam rangka pengembangan wawasan tentang rumah sakit pendidikan. Hal ini terkait pula dengan persiapan RSUP H Adam Malik untuk akreditasi JCI (Joint Commision International). “Penyelenggaraan rumah sakit pendidikan di RSUP H Adam Malik sendiri melibatkan banyak institusi lain, terutama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FKUSU) dan rumah sakit jejaring. Sehingga, untuk itu diperlukan persamaan persepsi antar institusi terkait ini, dalam penyelenggaraan rumah sakit pendidikan,” jelasnya pula. Selain Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dan Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Kemristekdikti RI, kegiatan ini juga menghadirkan Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI dr Tri Hesty Widyastoeti SpM MPH yang menyampaikan tentang peran sentral hubungan institusi pendidikan kedokteran dengan rumah sakit pendidikan dalam mewujudkan akreditasi rumah sakit pendidikan dan JCI. Kemudian, ada pula Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) diwakili oleh wakil dekan dr Ponco Birowo SpU PhD, yang hadir untuk berbagi pengalaman tentang sinkronisasi FK-UI dan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk mewujudkan AMC dalam akreditasi JCI. Kegiatan ini sendiri juga dihadiri oleh Dekan FK-USU dr Aldy Safruddin Rambe SpS(K) yang sekaligus mewakili Rektor USU, para ketua departeman dan guru besar FK-USU, serta para kepala SMF di lingkungan RSUP H Adam Malik. Kemudian, perwakilan dari sejumlah rumah sakit jejaring juga turut hadir, di antaranya RS USU, RSUD Dr Pirngadi, RS Bhayangkara Tingkat II Medan, RSU Haji Medan, dan Rumkit Tingkat II Putri Hijau. Sebagai informasi, RSUP H Adam Malik merupakan rumah sakit pendidikan utama bagi FK-USU. Pada bulan Agustus 2017 lalu, rumah sakit vertikal Kemenkes RI ini baru saja menjalani visitasi dari Kemenkes RI dalam rangka akreditasi ulang untuk penetapan kembali sebagai rumah sakit pendidikan utama bagi FK-USU. Dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran sendiri, sampai tanggal 31 Maret 2017, RSUP H Adam Malik menjalankan proses pendidikan bagi 658 peserta program pendidikan profesi dokter dan 1.010 peserta program pendidikan dokter spesialis I. (*/aepm)
Operasi Selama 5 Jam: RSUP H Adam Malik Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam Sahira-Fahira
RSUP H Adam Malik berhasil memisahkan bayi kembar siam Sahira Afrizi dan Fahira Afriza dalam operasi yang dilaksanakan selama hampir lima jam, Senin (16/10/2017). Operasi ini dilakukan oleh Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP H Adam Malik RSUP H Adam Malik yang berjumlah sekitar 50-an dokter dari berbagai disiplin ilmu, sejak pukul 08.30 WIB pagi di ruang OK 5 Intalasi Bedah Pusat. Dijelaskan oleh Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP H Adam Malik RSUP H Adam Malik dr Rizky Adriansyah SpA(K), bayi kembar Sahira-Fahira ini mengalami perlengketan di tulang dada bagian bawah hingga perut bagian depan, termasuk organ bagian dalam, mulai dari hati, hingga sebagian kecil tulang dada dan tulang iga, serta dinding jantung bagian luar yang juga menyatu. Operasi pemisahan ini sendiri berlangsung selama sekitar empat jam 50 menit, sampai pukul 13.20 WIB. “Alhamdulillah, tim yang bekerja, para dokter bedah berhasil memisahkan keduanya. Setelah dilakukan pemisahan, masih ada operasi yang harus dilakukan, yaitu operasi penutupan luka operasi yang dilakukan oleh para dokter bedah plastik. Itu memerlukan keahlian sendiri, bukan hanya sekadar memisahkan, tapi bagaimana menutup bagian luka itu sehingga bisa tertutup rapat. Untuk fahira, selesai operasinya pukul 17.10 WIB, kita pindahkan ke ICU Anak,” jelas dr Rizky dalam konferensi pers, Selasa (17/10/2017). Namun, saudara kembarnya, Sahira masih harus menjalani operasi selanjutnya, yaitu operasi jantung. Seperti diketahui, salah seorang dari bayi kembar siam ini memang memiliki masalah kelainan jantung bocor sejak lahir. Oleh karena itu, tim dokter pun melanjutkan operasi jantung bagi Sahira untuk menutup kebocoran pada jantungnya, yang berlangsung sekitar satu jam 30 menit, hingga pukul 18.45 WIB. Kemudian, Sahira juga dipindahkan ke ruang perawatan ICU Anak, bersama saudara kembarnya, Fahira. Ditambahkan dokter spesialis anak konsultan jantung anak ini, saat ini kondisi bayi Sahira-Fahira memang belum begitu stabil, karena belum melewati fase 1 x 24 jam. Menurutnya, tim dokter akan terus memantau secara intensif terkait perkembangan keduanya dalam tiga fase, yakni fase 4 jam, fase 1 x 24 jam, dan fase 4 x 24 jam. “Tim sampai saat ini masih bekerja. Pemantauannya menit per menit. Selama 24 jam kita pantau bagaimana perubahan dari tekanan darah, perubahan dari laju jantungnya, denyut jantungnya, suara paru-parunya, bekas luka operasinya,” ucap dr Rizky lagi. Pada kesempatan yang sama, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik dr Mardianto SpPD-KEMD mewakili Direktur Utama dr Bambang Prabowo MKes menyampaikan apresiasi kepada tim dokter yang telah bekerja. “Saya mewakili manajemen mengucapkan terima kasih kepada semua tim yang mendukung operasi ini. RSUP H Adam Malik punya komitmen, kalau memang untuk kepentingan masyarakat, kita akan mengedepankan itu. Jadi, sampai dia benar-benar pulih, baru kita pulangkan. Sampai berapa lama itu, tetap masih tanggung jawab rumah sakit,” ungkapnya pula. Sementara itu, orang tua dari bayi kembar siam Sahira-Fahira juga mengucapkan terima kasih kepada tim dokter dan RSUP H Adam Malik yang sudah menangani anaknya. “Kami dari orang tua Sahira-Fahira mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk RSUP H Adam Malik. Tak sanggup saya katakan, pelayanannya sungguh luar biasa untuk saya,” ucap sang ayah, Kadarusman (43 tahun) dengan mata berkaca-kaca. Seperti telah diinformasikan, bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan ini lahir pada 24 Maret 2017 lalu di RSUD Kisaran, dan dirujuk ke RSUP H Adam Malik pada hari yang sama. Sahira-Fahira merupakan anak ketiga dan keempat dari pasangan petani, Kadarusman dan Agustina Samosir (35 tahun), yang sebelumnya telah memiliki dua anak laki-laki. Mereka sendiri berasal dari Kecamatan Teluk Dalam, Asahan. (*/aepm)
Ujian Seleksi CPNS Kemenkes 2017 Regional Sumatera Utara
Ujian Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2017 Regional Sumatera Utara dilaksanakan di Aula Kodam Bukit Barisan, Medan pada Senin (16/10/2017). Ujian menggunakan sistem CAT (Computerized Adaptive Testing) ini digelar dalam enam sesi per hari, dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, dengan waktu per sesi berlangsung selama 90 menit. Menurut Panitia Sub Tim Seleksi CPNS Kemenkes 2017 Regional Sumatera Utara yang diketuai oleh Direktur SDM dan Pendidikan RSUP H Adam Malik Dr dr Fajrinur SpP(K), ujian ini berlangsung sampai 27 Oktober 2017 mendatang. Peserta yang melakukan pendaftaran mencapai 8.007 orang, dan berkas yang masuk sebanyak 6.311 pendaftar. Sedangkan peserta yang lulus seleksi administrasi mencapai 4.725 orang, dan yang akan mengikuti ujian CAT mencapai 4.426 orang. Peserta sendiri dapat mengetahui nilainya langsung setelah ujian melalui papan pengumuman di lokasi. (*/aepm)
Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara: RSUP H Adam Malik Gelar Pemeriksaan IVA Gratis
Medan (11/10/2017) – RSUP H Adam Malik menggelar pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) secara gratis pada Rabu (11/10/2017). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara sebagai bagian dari program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia. Masyarakat umum pun bisa menjalani pemeriksaan tersebut secara gratis di Poliklinik Eksekutif, Gedung Paviliun RSUP H Adam Malik, dari pukul 09.00 WIB pagi hingga 14.00 WIB siang sampai Jumat, 13 Oktober 2017 mendatang. Dijelaskan oleh dokter ahli dari Divisi Onkologi Ginekologi RSUP H Adam Malik dr Deri Edianto MKed(OG) SpOG(K), pemeriksaan IVA sendiri merupakan salah satu cara untuk melakukan deteksi dini kelainan pada mulut rahim atau serviks uteri, yang bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks pada wanita. Pemeriksaan ini cukup murah dan mudah dilakukan, sehingga cocok untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia. “Caranya sangat sederhana, kita hanya mengoleskan asam asetat, asam cuka biasa dengan concern kadar sekitar 3-5 persen, dioleskan di mulut rahim. Kemudian dinilai secara langsung apakah ada kelainan. Kelainan yang kita lihat itu berupa lesi putih, bercak putih. Pada saat itu juga bisa diketahui. Inilah kelebihan IVA, berbeda dengan papsmear yang membutuhkan waktu untuk mendapatkan hasil pemeriksaan,” jelas dr Deri di sela-sela pemeriksaan IVA gratis di RSUP H Adam Malik, Rabu (11/10/2017). Lalu, siapa sajakah yang seharusnya menjalani pemeriksaan IVA? “Siapa saja wanita yang telah seksual aktif, pantas melakukan screening. Tidak ada batasan usia. Kapan diperiksa terserah, kapan pun boleh. Sedang haid pun gak masalah, sedang keputihan pun gak masalah, baru aktifitas seksual pun tidak masalah. Karena itu akan kita cuci, kita bersihkan,” tambah dr Deri yang juga menyebut kemungkinan resiko tertinggi menderita kanker serviks ada pada wanita yang umumnya berusia 40-an tahun. Dokter spesialis kandungan ini pun berharap masyarakat, terutama para wanita seksual aktif atau yang sudah berkeluarga, untuk mulai menyadari ancaman dari kanker serviks. Untungnya, jenis penyakit kanker ini dapat dikenali sebelum benar-benar menjadi kanker yang ganas, berbeda dengan jenis penyakit kanker lainnya. Salah satu cara untuk mengenalinya adalah dengan melakukan pemeriksaan IVA tersebut secara rutin. “Kanker itu cerita yang terlambat. Kita mau cerita, pra kanker, menghindari kanker. Pra kanker itu tidak ada tanda, tidak ada gejala, tetapi bisa dikenali. Dengan screening yang rutin setahun sekali, kita akan dapat mengenali kelainan tersebut sebelum dia menjadi kanker. Artinya, kalau nanti dalam pemeriksaan IVA ada kelainan, jangan lantas takut. Itu bukan kanker. Lesi pra kanker bukan kanker, hanya bercak. Itu harus dibedakan. Kanker itu mematikan. Lesi pra kanker, insya Allah terobati sempurna,” pungkas dr Deri. Sebelumnya, RSUP H Adam Malik juga telah menggelar pemeriksaan IVA ini di Puskesmas Medan Tuntungan pada Selasa (10/10/2017) lalu. Pemeriksaan ini sendiri diikuti oleh puluhan warga di lingkungan Kecamatan Medan Tuntungan, yang dilakukan dokter spesialis kandungan dibantu sejumlah bidan dari RSUP H Adam Malik. (*/aepm) Informasi lebih lanjut : Sub Bagian Humas dan Pemasaran RSUP H. Adam Malik – Kementerian Kesehatan RI Jl. Bunga Lau No. 17 Medan Tuntungan Km. 12 Medan Telp. (061) 8364581 – 8360143 – 8360051 ext. 164 Fax. (061) 8360255 humas.rsham@gmail.com – www.rsham.go.id