Search

Berita

RSUP H Adam Malik Laksanakan Ujian Tulis Penerimaan Tenaga Non PNS 2018

Medan, 04 April 2018 RSUP H Adam Malik melalui Bagian Sumber Daya Manusia melaksanakan ujian tulis dalam rangka Penerimaan Tenaga Non PNS Semester I Tahun Anggaran 2018 di Aula Gedung Administrasi RSUP H Adam Malik, Rabu (04/04/2018). Ujian tulis yang dibagi dalam empat sesi selama dua hari hingga Kamis (05/04/2018) ini sendiri akan diikuti oleh 351 peserta yang telah mengambil kartu ujian pada 02-03 April 2018. Materi yang diujikan berupa Tes Potensi Akademik (TPA) dengan melibatkan lembaga independen. Berdasarkan jadwal, hasil ujian tulis ini akan diumumkan pada Senin, 09 April 2018 mendatang. Selanjutnya, peserta yang lulus ujian tulis akan menjalani tes kompetensi, psikotes, dan wawancara, sebelum pengumuman kelulusan akhir yang dijadwalkan pada 24 April 2014. Seluruh informasi terkait Penerimaan Tenaga Non PNS RSUP H Adam Malik ini, termasuk pengumuman setiap hasil tes dan kelulusan dapat diakses melalui website resmi RSUP H Adam Malik di alamat https://www.rsham.go.id. (*/aepm)

Pasien Kanker Anak RSUP H Adam Malik Dihibur Siswa Sekolah High Scope Indonesia

Medan, 03 April 2018 Para pasien kanker anak yang menjalani pengobatan kemoterapi di RSUP H Adam Malik mendapat hiburan dari siswa-siswi Sekolah High Scope Indonesia Medan, Selasa (03/04/2018). Siswa-siswi tersebut menghadirkan berbagai macam hiburan, seperti bermusik dan bernyanyi, serta membacakan dongeng di hadapan para pasien kanker anak dan keluarganya. Selain itu, mereka juga membagikan bingkisan berisi makanan dan susu. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang tunggu Onkologi Anak Rawat Inap Terpadu (Rindu) B Instalasi Rawat Inap Terpadu RSUP H Adam Malik sejak pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM) yang selama ini mendampingi para pasien kanker anak. (*/aepm)

Partisipasi RSUP H Adam Malik dalam Kegiatan Sosial Bersama Klinik RBG Rumah Zakat

Medan, 28 Maret 2018 RSUP H Adam Malik ikut berpartisipasi pada kegiatan sosial bertajuk ‘Gelar Karya Pemberdayaan’ dalam rangka 10 tahun Klinik Rumah Bersalin Gratis (RBG) Rumah Zakat. Dalam kegiatan tersebut, digelar acara donor darah dan pemeriksaan kesehatan, serta edukasi kesehatan yang difasilitasi oleh para petugas dari RSUP H Adam Malik, di Hall Internasional CNI Building, Medan, pada Rabu (28/03/2018). Masyarakat umum mengikuti kegiatan sosial ini dengan antusias. Sebanyak 69 orang berpartisipasi dalam donor darah, dan sebanyak 96 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan yang terdiri atas tes gula darah, tes asam urat, tes kolesterol, dan tes tekanan darah. Para peserta tersebut kemudian juga mengikuti edukasi kesehatan. (*/aepm)

HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN TENAGA NON PNS RSUP H. ADAM MALIK SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2018

NOMOR : KP.01.03/ II.1.2 / 1107 / 2018 TENTANG HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN TENAGA NON PNS RSUP H. ADAM MALIK SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2018   Panitia Seleksi Penerimaan Tenaga Non PNS RSUP H. Adam Malik Semester I Tahun Anggaran 2018 menetapkan nama-nama pelamar yang lulus dalam Seleksi Administrasi sebagaimana terlampir, dan dapat mengikuti seleksi selanjutnya. Nama-nama sebagaimana yang dimaksud pada lampiran pengumuman ini, harap datang ke Bagian SDM RSUP H. Adam Malik, Jl. Bunga Lau No. 17 Medan, Gedung Administrasi Lantai III, untuk mengambil nomor ujian tulis pada tanggal 2 – 3 April 2018 dari pukul 09.00 – 15.00 WIB. Diwajibkan untuk membawa fotocopy ijazah, pas foto 3×4 (2 lembar latar belakang merah) dan KTP (rangkap1) sesuai dengan lamaran. Ujian tulis akan dilaksanakan pada tanggal 4-5 April 2018 pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Aula Gedung Administrasi Lantai III RSUP H. Adam Malik. Peserta diharapkan hadir 30 (tiga puluh) menit sebelum ujian dimulai dan memakai pakaian putih hitam. Demikian disampaikan, dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.   Medan, 28 Maret 2018 Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Tenaga Non PNS RSUP H. Adam Malik Semester I Tahun Anggaran 2018 TTD Dr. dr. Fajrinur, SpP(K) NIP. 196405311990022001 Selengkapnya Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan Tenaga Non PNS  RSUP H. Adam Malik Semester I Tahun Anggaran 2018 dapat diunduh DISINI

Cochlear Implant di RSUP H Adam Malik, Harapan untuk Anak Indonesia

Medan (21/03/2018) – Orang tua JAS (2 tahun 11 bulan), warga Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, tidak pernah menyangka anak bungsunya itu akan mengalami gangguan pendengaran setelah lahir pada 16 April 2015. Namun, sang ibu, DP (36 tahun) mengaku pernah diserang penyakit rubella atau campak Jerman di usia kehamilan satu bulan, dengan munculnya bercak merah pada kulit tangan dan kakinya. Ketika itu, dia sendiri memang belum menyadari tengah hamil. “Ketika lahir, ternyata anak saya ini matanya katarak dan telinganya tidak bisa mendengar. Matanya sudah lebih dulu dioperasi. Sedang telinganya kami baru tahu ada masalah pendengaran setelah usia setahun, sekitar awal 2016, karena tidak ada respon dengan suara,” cerita DP ketika ditemui usai menjalani pemeriksaan ulang anak lakilakinya itu di Poli THT Instalasi Rawat Jalan RSUP H Adam Malik, Senin (19/03/2018). Kini, DP dan juga suaminya, JS, sudah mulai sedikit lega dengan masa depan JAS. Pasalnya, anak keduanya itu baru saja selesai menjalani operasi pemasangan cochlear implant oleh tim dokter ahli THT di RSUP H Adam Malik beberapa waktu lalu, untuk membantu pendengarannya. “Harapan kita, secepatnya supaya dia bisa mendengar, nanti bisa sekolah di sekolah umum,” harap JS pula sambil menggendong sang anak. Sejak 2013 JAS merupakan salah seorang dari enam anak yang baru saja menjalani operasi pemasangan cochlear implant di RSUP H Adam Malik pada tanggal 3 dan 4 Maret 2018 lalu. Cochlear implant sendiri menjadi salah satu pengembangan layanan di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini, yang sudah berjalan selama lima tahun terakhir. Pada kurun waktu tersebut, telah berhasil dilakukan pada 11 pasien dengan 16 telinga. “Ini dari 2013 sudah dilaksanakan di RSUP H Adam Malik. Secara keseluruhan dari 2013, sudah melakukan cochlear implant pada 11 orang anak dengan 16 telinga. Tanggal 3 dan 4 Maret lalu ada enam pasien dengan tujuh telinga. Satu pasien dipasang pada kedua telinganya,” jelas Ketua SMF Ilmu Kesehatan THT-KL RSUP H Adam Malik dr Adlin Adnan SpTHT-KL(K) didampingi dr M Pahala Hanafi Harahap SpTHT-KL(K) saat memberikan keterangan mengenai layanan cochlear implant ini. Layanan cochlear implant ini sendiri tentu menjadi kebanggaan bagi RSUP H Adam Malik, dalam memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna dengan berbasiskan perkembangan teknologi medis kepada masyarakat, terutama Sumatera Utara dan sekitar. Apalagi, menurut dr M Pahala, layanan cochlear implant di RSUP H Adam Malik merupakan yang pertama di Sumatera. “Khusus yang di RSUP H Adam Malik, mungkin sampai saat ini masih satu-satunya di Sumatera yang melakukan. Kalau di Indonesia, sudah dilakukan tahun 2002 di Jakarta,” tambah dokter ahli THT bidang Otologi yang berperan sebagai operator pemasangan cochlear implant di RSUP H Adam Malik itu. Proses Habilitasi Masih menurut dr M Pahala, cochlear implant dilakukan pada pasien dengan gangguan pendengaran saraf yang berat dan sangat berat, terutama gangguan pendengaran bawaan lahir pada anak-anak. “Terdiri dari komponen internal dan eksternal.  Komponen  internal berupa elektrode yang dipasang dalam rumah siput di telinga dalam serta di bawah kulit kepala. Komponen eksternal berupa penerima suara dan sound processor diletakkan di belakang telinga menyerupai alat bantu dengar biasa,” jelasnya lagi. Setelah luka operasi sembuh, berkisar dalam waktu sekitar dua minggu, kemudian alat tersebut akan diaktifkan. Pada kondisi itulah, maka pasien baru bisa mendengar berbagai bunyi dan mempelajari suara dari bahasa orang lain. Pasien pun masih harus menjalani terapi bicara atau habilitasi untuk dapat memahami apa yang dia dengar, dan kemudian mengucapkannya, hingga dapat berkomunikasi layaknya manusia normal. Terkait dengan proses terapi bicara tersebut, dr M Pahala pun menegaskan bahwa operasi pemasangan cochlear implant ini sebaiknya dilakukan pada rentang usia satu hingga tiga tahun, untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pasalnya, pada usia tersebut, pasien masih dapat mempelajari berbagai jenis suara dan kata-kata dengan baik. “Proses habilitasi ini yang sebenarnya paling penting dan butuh waktu, dan itu bisa lama. Tergantung banyak faktor, dari segi orang tua dan anaknya sendiri,” tambahnya. Upaya Preventif Kasus gangguan pendengaran bawaan lahir sendiri sudah mendapat perhatian serius. Pasalnya, kasus ini cukup banyak terjadi di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Makanya, WHO mencanangkan program „Sound Hearing 2030‟, dan Pemerintah RI meresponnya melalui Program Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) dengan target mengatasinya hingga 90 persen pada 2030. “Ada sekitar satu dari 1.000 kelahiran di Indonesia dengan kasus gangguan pendengaran bawaan lahir,” lanjut dr M Pahala. Penyakit rubella di masa kehamilan jadi salah satu penyebabnya. Ditambahkan pula oleh dr Adlin, juga ada banyak penyebab lainnya, sehingga anakanak mengalami gangguan pendengaran. “Bisa lihat juga dari resiko, misalnya berat badan rendah, sehingga beresiko gangguan pendengaran. Ini yang perlu di-screening (deteksi dini –pen),” ucap dokter ahli yang juga berprofesi sebagai dosen Departemen Ilmu Kesehatan THT-KL di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tersebut. Oleh karena itu, dr Adlin selalu menekankan upaya preventif dalam mengatasi kasus gangguan pendengaran bawaan lahir. Menurutnya, ibu hamil bisa melakukan screening, dan lalu memeriksa fungsi alat pendengaran setelah sang anak lahir. Jika anak memang mengalami gangguan pendengaran, maka cochlear implant pun jadi harapan terakhir. Namun, cochlear implant sendiri saat ini memang belum terlalu familiar di masyarakat, termasuk di Sumatera Utara. Salah satu masalah terbesarnya adalah biaya alat implan tersebut yang sangat mahal. Saat ini, harga termurahnya saja mencapai sekitar Rp 160 juta. Sementara itu, untuk pasien yang telah menjalani pemasangan cochlear implant di RSUP H Adam Malik sendiri, selama ini mendapatkan bantuan dari sejumlah yayasan. “Harapannya ke depan, alat ini bisa dibantu penyediaannya oleh pemerintah. Karena ini, kan masa depan anak Indonesia, investasi negara kita. Ternyata anak seperti ini (dengan gangguan pendengaran bawaan lahir –pen), ada banyak,” tambah DP, ibu JAS pula menyampaikan harapannya di akhir pembicaraan. (*/aepm)   Informasi lebih lanjut : Sub Bagian Humas dan Pemasaran RSUP H. Adam Malik – Kementerian Kesehatan RI Jl. Bunga Lau No. 17 Medan Tuntungan Km. 12 Medan Telp. (061) 8364581 – 8360143 – 8360051 ext. 164 Fax. (061) 8360255 humas.rsham@gmail.com – www.rsham.go.id