Medan, 10 April 2026 – Rumah Sakit (RS) Adam Malik melakukan imunisasi campak rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes), Jumat (10/4/2026). Imunisasi campak ini dilakukan sesuai program dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk menurunkan angka kasus campak di sejumlah provinsi di Indonesia. Sebanyak 160 orang nakes RS Adam Malik mengikuti imunisasi ini secara serentak bersamaan dengan nakes di sejumlah provinsi lainnya.

“Kami sangat menyambut baik upaya pemberian imunisasi campak bagi tenaga medis dan nakes sebagai upaya perlindungan terhadap campak dan mempercepat penanggulangan campak di masyarakat. Kami mengapresiasi langkah cepat dari Kemenkes RI, serta Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Kesehatan Kota Medan untuk penyediaan vaksin MR,” ucap Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K).
Dijelaskannya lebih lanjut, RS Adam Malik sudah menerima sebanyak 16 vial vaksin MR dari Dinas Kesehatan Kota Medan. Vaksin ini akan diberikan kepada 160 tenaga medis dan nakes yang akan menjalani imunisasi campak pada tahap pertama dalam momen pencanangan pelaksanaan imunisasi campak bagi nakes. Selanjutnya, dr. Zainal berharap seluruh tenaga medis dan nakes di RS Adam Malik juga mendapatkan imunisasi campak ini secara bertahap.

Sebelumnya secara daring, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI dr. Andi Saguni, MA menyampaikan bahwa imunisasi campak ini merupakan upaya dari Kemenkes RI untuk melindungi para nakes yang bertugas di lapangan. “Kemenkes RI senantiasa berupaya melindungi tenaga medis dan nakes, karena merupakan kelompok yang berisiko terhadap penularan campak. Ini kita lakukan melalui pemberian imunisasi campak,” jelas dr. Andi.
Disampaikan dr. Andi, pencanangan imunisasi campak bagi nakes ini dilakukan serentak di enam rumah sakit di Indonesia, termasuk RS Adam Malik. Program imunisasi campak bagi nakes ini selanjutnya akan dilaksanakan di seluruh rumah sakit Kemenkes RI dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di 14 provinsi dengan kasus campak terbanyak saat ini. Selain itu, imunisasi campak ini juga akan diberikan bagi dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia.

Secara detail, dr. Andi menyebut pemberian imunisasi ini akan dilakukan pada 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Ke-14 provinsi itu adalah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Kemudian, juga akan diberikan kepada 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia. (humas/ade)
Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.