Search

Admin Web

Pelatihan Penanggulangan Hepatitis B dan HIV/AIDS untuk Tenaga Medis, Keperawatan dan Non-medis di RSUP H. Adam Malik

Penyakit Hepatitis ( A, B dan C ) telah menjadi masalah kesehatan di dunia. Sekitar 2 miliar penduduk dunia pernah terinfeksi virus Hepatitis B dan lebih dari 350 juta orang menderita Hepatitis B kronik, yang mengakibatkan tingginya peluang terkena sirosis (pengerasan organ hati), kegagalan hati, dan kanker hati.Indonesia termasuk negara dengan endemisitas yang tinggi(> 8%). Sedangkan untuk kasus HIV/AIDS di Indonesia akan masih meningkat sampai 2020, oleh karena itu dipersiapkan tenaga kesehatan yang mampu melakukan upaya penyuluhan, pencegahan, serta juga mampu melakukan dukungan dan konseling. Oleh karena itu setiap Rumah Sakit diminta berperan aktif didalam pelaksanaan penanggulangan Hepatitis dan HIV/AIDS yang dimulai dari pencegahan sampai dengan pengobatan. Dalam rangka memperingati “Hari Hepatitis Sedunia”, RSUP H. Adam Malik mengadakan Pelatihan Penanggulangan Hepatitis dan HIV/AIDS sebagai bentuk upaya dalam mendukung pelaksanaan program penanggulangan Hepatitis di Indonesia serta untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran bagi tenaga medis, keperawatan dan non medis dilingkungan RSUP H.Adam Malik dalam pengelolaan dan pencegahan hepatitis B dan HIV/AIDS. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Agustus 2012 yang lalu, bertempat di Aula lantai 3 gedung Administrasi RSUP H.Adam Malik dengan jumlah peserta sebanyak 80 (delapan puluh) orang tenaga medis, perawat dan non medis dilingkungan RSUP H.Adam Malik. Kegiatan dibuka oleh Direktur Utama RSUP H.Adam Malik yang diwakili oleh Direktur Umum dan Operasional dan ditutup oleh Direktur Medik dan Keperawatan. Pelatihan dilaksanakan dengan metode teori, dimana yang menjadi narasumber adalah; Prof.dr.Lukman H Zain, SpPD-KGEH, DR.dr.Juwita Sembiring, SpPD-KGEH, dr.Tambar Kembaren, SpPD dan Rahmad Nur Kurniawan, S.Psi. Sedangkan yang menjadi moderator adalah; dr.Masrul Lubis, Sp.PD-KGEH dan dr.Ilhamd, Sp.PD.

Sosialisasi PERPRES 70/2012 di Lingkungan RSUP H. Adam Malik

Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 yang berlaku sejak diundangkan tanggal 1 Agustus 2012, dipandang perlu untuk diketahui dan dipahami oleh seluruh jajaran Unit Layanan Pengadaan (ULP) di instansi pemerintahan. Perubahan tersebut mencakup bersifat perubahan, integrasi dari aturan lain, maupun penambahan aturan baru yang sebelumnya belum ada dalam Perpres 54 Tahun 2010. Jajaran RSUP H.Adam Malik mendapat kesempatan pengetahuan tentang Perpres no.70/2012 dari Kementerian Kesehatan RI. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 13 September 2012, yang diikuti oleh seluruh anggota ULP. Selain informasi tentang perubahan-perubahan yang ada pada Perpres no.54/2010, juga dilaksanakan praktek pelaksanaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) secara langsung. Seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti praktek ini. Acara dibuka dan ditutup oleh Kepala Bagian Umum mewakili Direksi RSUP H.Adam Malik.

Serah Terima Jabatan Direktur Umum dan Operasional RSUP H. Adam Malik

Peralihan kepemimpinan Direktorat Umum dan Operasional RSUP H.Adam Malik dari pejabat yang lama (Drg.TinonResphati, M.Kes) kepada yang baru (SyamsudinAngkat, SH, SE) dilaksanakan pada tanggal 7 September 2012 melalui rangkaian acara serah terima jabatan Direktur Umum dan Operasional di Aula lt.3 Gedung Administrasi. Acara serah terima ini merupakan rangkaian dari upacara pelantikan para pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Kesehatan RI oleh Menteri Kesehatan pada tanggal 29 Agustus 2012 yang lalu. Acara serah terima Direktur Umum dan Operasional dihadiri oleh Dewan Pengawas, Direksi, Kepala SPI, Ketua Komite Medik, Pejabat Struktural, Kepala SMF, Kepala dan Wakil Kepala Instalasi. Tepat pukul 10.00 WIB, disaksikan oleh Direktur Utama RSUP H.Adam Malik, dibacakan Surat Keputusan Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Umum dan Operasional yang ditetapkan Menkes RI pada tanggal 28 Agustus 2012 yang dilanjutkan dengan penandatanganan serah terima jabatan, pakta integritas serta penyerahan memori kerja Direktorat Umum dan Operasional. Dalam Kata Sambutan Direktur Utama, menyampaikan bahwa pengangkatan dan pemberhentian dalam suatu jabatan merupakan peristiwa yang biasa di dalam organisasi. Direktur Utama mengharapkan kepada Direktur Umum dan Operasional yang baru agar dapat berperan aktif dalam melaksanakan pelayanan bagi masyarakat dan yang menjadi prioritas agar dapat meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan program akreditasi JCI. Kepada Direktur Umum dan Operasional yang baru, Dirut menyampaikan 4 (empat) poin penting yang harus dilaksanakan, yaitu; menjadikan jabatan yang dipercayakan sebagai suatu amanah untuk senantiasa berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dengan cara yang paling baik kepada masyarakat; untuk tidak ragu-ragu dalam melaksanakan reformasi dan inovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan selama dalam koridor hukum; selalu bersifat terbuka dan bersedia menerima kritik dari semua pihak dan menjadikan kritik sebagai kontrol kepemimpinan di Direktorat Umum dan Operasional serta menumbuhkan suasana yang kondusif dan kekompakan antara sesame staf untuk menjamin kelancaran tugas. Diakhir sambutan, Dirut menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang setinggi-tingginya atas darmabakti Drg.TinonResphati, M.Kes selama bertugas dan mengharapkan agar tetap aktif dalam memberikan masukan-masukan positif bagi kemajuan RS sesuai dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Kepada Syamsudin Angkat, SH, SE sebagai Direktur Umum dan Operasional yang baru, Dirut menyampaikan ucapan selamat bertugas. Acara yang berlangsung selama 15 (limabelas) menit ini diakhiri dengan acara do’a dan pemberian ucapan selamat serta foto bersama.